Pengidap mental illness, banyak ditemui dewasa ini. Beratnya tuntutan zaman menjadi salah satu penyebab utama. Namun sebagai sesama manusia, seharusnya kita lebih aware dengan penyakit mental. Bukannya malah memberikan penilaian negatif kepada mereka dan memperburuk kondisi. Tiga rekomendasi drama Thailand di bawah ini hadirkan kisah penderita mental illness yang bisa kita jadikan sebagai acuan untuk memahami kondisi mereka.
1. Happy Birthday
Seorang anak bernama Tharnam (WJ Mild) ditemukan mengambang tak bernyawa di sebuah danau. Ia meninggal tepat di hari kelahiran adiknya, Tonmai (Pluem Purim). Tujuh belas tahun berlalu, Tharnam belum bereinkarnasi. Ia tetap berada di kamarnya dulu, yang sekarang dihuni Tonmai. Tonmai bisa melihat kakaknya, lalu ia mencoba mengupas kisah Tharnam, kenapa Tharnam memutuskan melakukan hal itu.
Singkat cerita dalam 13 episodenya kita disajikan dengan kisah Tharnam, bagaimana beratnya hidup Tharnam sehingga ia memutuskan mengakhiri nyawanya sendiri. Depressi yang dihadapi Tharnam tidak semerta-merta karena putus cinta. Banyak hal lain yang melatarbelakanginya yang tak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata.
2. You Are My Missing Piece
Newwie Thitipoom dan Puimek Napasorn beradu peran dalam drama berjudul You Are My Missing Piece. Drama ini juga memiliki judul lain yaitu She’s Depressed but He’s OCD. Dari judulnya saja kita sudah tau dengan dua karakter utama yang mengalami gangguan mental depresi dan OCD.
Karakter Ang (Puimek Napasorn) selalu dituntut untuk tampil sempurna di segala sisi. Hal ini membuat Ang menjadi depresi. Di saat ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, Ang bertemu dengan Yued (Newwie Thitipoom). Yued juga berbeda, ia menderita OCD. Keduanya akhirnya berjuang saling menguatkan untuk mengatasi masalah mental mereka.
3. Project S: Skate Our Soul
Drama produksi Nadao Bangkok pada 2017 silam ini mengangkat kisah seorang anak bernama Boo (Jamy James) yang dipaksa harus memenuhi keinginan ayahnya. Nilai yang bagus adalah kriteria keberhasilan yang diterapkan ayahnya. Boo mengalami depresi akibat tuntutan ini. Ia tak bisa makan, tidak bersosialisasi, dan berakhir menyakiti dirinya sendiri. Beruntung Boo bertemu dengan sekelompok remaja yang menggeluti olahraga skateboard. Dengan olahraga inilah dan dukungan dokter dan rekan-rekannya, Boo berhasil berjuang melawan depresi.
Ketiga drama di atas bukan hanya menjadi sarana hiburan bagi kita. Tapi juga menjadi media pembelajaran agar kita lebih aware dengan mental illness.
Tag
Baca Juga
-
Sinopsis Don't Touch My Gang: Kisah Anak Kampung Hadapi Kerasnya Bangkok!
-
Profil Nonnie Pitchakorn, Bintang Baru di Only Friends, Adik Nanon Korapat!
-
Angkat Kisah Kehidupan setelah Kematian, Ini Sinopsis Death is All Around!
-
Relate dengan Guru Muda, Ini Sinopsis Drama Thailand "Thank You Teacher"
-
Sinopsis Serial '6ixtynin9', Dus Mie Instan Berisi Uang yang Berakhir Petaka
Artikel Terkait
Entertainment
-
Suka Perfect Crown? Ini 5 Drama Tema Kerajaan Modern yang Tak Kalah Seru
-
5 Drama China Trope Friends to Lovers, Ada You Are My Lover Friend
-
Ronce Melati Siraman Syifa Hadju Viral, Didiet Maulana Beri Izin Ditiru?
-
Bertabur Bintang, Netflix Umumkan Jajaran Pemain untuk Film The Generals
-
Sticky oleh NCT Wish: Hubungan Asmara Unik tapi Manis bak Hidangan Penutup
Terkini
-
Laboratorium Harapan: Taktik Anak Pertama Meracik Masa Depan di Tengah Batas
-
Tak Sekadar Pameran, IMX Prambanan Gabungkan Otomotif dan Nuansa Heritage
-
Perempuan Misterius yang Menyeberang Jalan di Tengah Malam
-
Super Slim! Powerbank Xiaomi Ini Tipis dan Praktis Dibawa Ke Mana Saja
-
Tanya TK, Bukan Kampus: Mengupas Gagasan Anies Baswedan soal Ketidakjujuran