Artis Kartika Putri baru-baru ini mendapat sorotan karena pernyataannya yang menyinggung capres. Seperti diketahui Karput sapaan akrabnya sempat melontarkan tantangan kepada para capres untuk mengaji.
Menurutnya, dari kemampuan mengaji bisa menjadi bahan penilaian jika capres tersebut patut jadi pemimpin.
BACA JUGA: Giselle Menolak Gelar Pesta Ultah Mewah untuk Gempi: Nggak Semuanya Harus Ada di Atas
"Jujur aku kepengin sebenarnya ngedengar capres-capres pada ngaji. Yang suaranya merdu, itu yang kita pilih," kata Kartika Putri.
"Karena, pasti udah biasa baca Alquran. Orang yang udah biasa baca Alquran InsyaAllah bijaksana, amanah, hatinya lembut nggak keras, memikirkan rakyat, takut sama Allah melakukan hal-hal dzolim, dijaga sama Allah," sambungnya.
Pernyataan istri Habib Usman ini sontak menimbulkan pro kontra. Sayangnya, ketika ada pendukung yang tersinggung atas pernyataan tersebut justri ditanggapi Karput dengan ledekan.
"Cie yang marah yang sadar capresnya ga bisa ngaji ya. Panik gak paniklah masa gak (emoji tertawa)" tulisnya dalam sebuah balasan komentar ke netizen.
Sikap Kartika Putri ini tak membuat suasana reda justru bikin netizen geram. Netizen merasa wanita 33 tahun tersebut nyinyir lantaran terus mengaitkan persoalan apapun dengan agama.
"Istri ustad kok nyinyir ya (emoji tertawa) oh iya kan manusia biasa," komentar netizen.
BACA JUGA: Sama-sama Menantu, Beda Sikap Irish Bella dan Yasmine Ow Saat Ayah Mertua Meninggal Dunia
"Karput tanpa lakiknya cuma mbak-mbak yang ngomongnya dimedok-medokin, lipstick menor sama baju kurang bahannya," sindir yang lain.
"Ngomong udah hijrah tapi bikin huru hara lu," ujar lainnya.
"Karput nih emang ye gak dimana-mana bawa-bawa agama muluk. Mentang-mentang istri habib? Wkwkwk," sentil netizen lain.
Kartika Putri setelah videonya viral soal tantang capres ngaji lantas memberikan penjelasan. Ia menantang capres ngaji karena terinspirasi dari salah satu Presiden Turki.
"Awal mulanya aku ngelihat salah satu presiden Turki itu ngaji suaranya masyaallah tabarakallah. Terus akhirnya pas live aku bilang, 'Ini alhamdulillah banget qodarullah semua paslon enam-enamnya itu adalah seorang muslim, dan negara kita mayoritas muslim terbesar di dunia. Jadi nggak ada salahnya kalau kita ingin setiap paslon itu dengar ngaji'. Nggak ada yang salah dong kalau kita pengen dengar orang muslim ngaji, benar nggak?" ungkapnya.
Namun, ia menyayangkan videonya justru dipotong-potong hingga menuai komentar yang tidak baik.
Cek berita dan artikel yang lain di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
Artikel Terkait
-
Blak-blakan Budiman Sudjatmiko: dari Kereta Barang hingga Rencana Dahsyat Entaskan Kemiskinan
-
Kapolri Bantah Isu Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan untuk Meliput di Indonesia
-
Melaney Ricardo Unboxing Hampers dari Presiden Prabowo, Isinya Langsung Curi Perhatian
-
Tenteng Lady Dior Hadiri Open House di Istana, Selvi Ananda Jadi Sorotan
-
Jokowi-Megawati Belum Terlihat Berlebaran, Analis: Luka Konfliknya Cukup Mendalam, Tak Ada Obatnya
Entertainment
-
MBC Resmi Tunda Penayangan Drama 'Crushology 101', Ternyata Ini Alasannya
-
Lee Shin Young Akan Bergabung dalam Drama 'The Moon Flows Over the River'
-
Tayang Mei, Bae Doo Na Alami Cinta Tak Terkendali dalam Film Korea Virus
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop
Terkini
-
Tragedi di Pesta Pernikahan dalam Novel Something Read, Something Dead
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Ulasan Film 4PM, Ketika Premis Sederhana Dieksekusi dengan Membahana