Sekar Anindyah Lamase | Anggia Khofifah P
Nana (soompi.com)
Anggia Khofifah P

Kasus perampokan yang menimpa penyanyi sekaligus aktris Korea Selatan Nana akhirnya memasuki babak penting. Pengadilan Distrik Uijeongbu Cabang Namyangju pada 9 Juni menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara kepada seorang pria berusia 30-an tahun yang terbukti membobol rumah Nana, mengancam dirinya dan sang ibu dengan senjata, serta melakukan tindak perampokan yang menyebabkan korban mengalami luka fisik dan trauma psikologis.

Melansir Soompi, terdakwa yang diidentifikasi sebagai A dinyatakan bersalah atas tindak pidana perampokan yang mengakibatkan cedera. Hukuman tujuh tahun penjara tersebut merupakan vonis tingkat pertama yang dijatuhkan setelah pengadilan mempertimbangkan berbagai bukti, kesaksian korban, serta dampak serius yang ditimbulkan oleh kejahatan tersebut.

Dalam putusannya, majelis hakim menegaskan bahwa kasus ini merupakan pelanggaran serius terhadap keamanan dan ketenangan tempat tinggal seseorang. Pengadilan menyatakan bahwa para korban mengalami penderitaan fisik maupun mental yang berat dan meminta agar pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal.

"Ini adalah kejahatan serius yang melanggar kedamaian sebuah rumah tinggal. Terdakwa perlu dimintai pertanggungjawaban secara tegas," demikian pertimbangan pengadilan.

Peristiwa tersebut terjadi pada 15 November 2025 di kediaman Nana yang berada di wilayah Guri, Provinsi Gyeonggi. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku memasuki rumah pada malam hari sambil membawa senjata dan kemudian mengancam Nana serta ibunya untuk menyerahkan uang. Situasi yang semula menegangkan berubah menjadi perlawanan ketika Nana dan sang ibu berusaha menghentikan aksi pelaku.

Keduanya berhasil melumpuhkan pria tersebut dan menahannya hingga polisi tiba di lokasi. Meski demikian, insiden tersebut menyebabkan Nana dan ibunya mengalami luka akibat serangan yang dilakukan pelaku. Agensi Nana, SUBLIME, sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa kedua korban mengalami cedera dalam peristiwa tersebut.

Salah satu poin yang menjadi sorotan selama proses persidangan adalah klaim pelaku yang menuduh Nana melakukan percobaan pembunuhan karena dirinya mengalami luka saat ditahan. Namun, baik pihak kepolisian maupun pengadilan menolak tuduhan tersebut.

Pengadilan menyatakan bahwa tindakan Nana merupakan bentuk pembelaan diri (self-defense) yang sah secara hukum. Hakim menilai tindakan yang dilakukan Nana bertujuan melindungi dirinya, ibunya, serta mencegah ancaman yang lebih besar dari pelaku yang memasuki rumah dengan membawa senjata.

Dalam putusan tersebut, pengadilan juga menolak pernyataan terdakwa yang mengklaim dirinya tidak membawa senjata saat masuk ke rumah korban. Hakim menilai kesaksian Nana dan ibunya konsisten serta rinci mengenai keberadaan senjata tersebut. Selain itu, ditemukan pula bukti bahwa pelaku sempat mencari informasi terkait hukuman atas kepemilikan atau penggunaan senjata sebelum ditangkap polisi.

Majelis hakim menegaskan bahwa bukti-bukti tersebut memperkuat kesimpulan bahwa terdakwa memang datang dengan membawa senjata dan telah mempersiapkan aksinya sebelumnya.

Sebelum vonis dijatuhkan, jaksa diketahui menuntut hukuman 10 tahun penjara. Pihak penuntut menilai pelaku belum menunjukkan penyesalan yang tulus dan tidak ada kesepakatan damai dengan korban. Meski demikian, pengadilan akhirnya menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara sesuai dengan ketentuan minimum untuk dakwaan perampokan yang menyebabkan cedera.

Selama persidangan, Nana juga sempat memberikan kesaksian secara langsung. Ia mengungkapkan bahwa kejadian tersebut meninggalkan trauma yang mendalam dalam kehidupannya. Aktris yang juga dikenal sebagai mantan anggota grup After School itu mengaku awalnya merasa dirinya baik-baik saja, tetapi kemudian menyadari bahwa pengalaman tersebut terus membekas secara emosional.

"Saya pikir saya baik-baik saja. Namun ternyata kejadian itu tetap menjadi trauma dalam hidup saya," ungkap Nana saat memberikan kesaksian di pengadilan.

Setelah sidang sebelumnya berlangsung, Nana juga menyampaikan pesan kepada para penggemarnya melalui platform komunikasi daring. Ia mengaku sangat terkejut dan marah ketika kembali melihat wajah pelaku di ruang sidang, tetapi merasa lega karena akhirnya dapat menyampaikan seluruh perasaannya secara langsung.