Keputusan BTS untuk tidak mengajukan karya mereka ke Grammy Awards ke-69 terus menjadi sorotan. Sehari setelah grup tersebut mengumumkan tidak akan mengikuti proses pengajuan karya untuk Grammy 2027, CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., akhirnya memberikan tanggapan resmi sekaligus menjelaskan tujuan dibentuknya kategori baru Best Asian Pop Music Performance yang memicu perdebatan.
Melalui pernyataan yang dibagikan akun resmi Grammy pada 30 Juli, Harvey Mason Jr. mengaku menghormati keputusan BTS meskipun merasa sedih melihat grup tersebut memilih tidak berpartisipasi dalam ajang penghargaan musik paling bergengsi di Amerika Serikat itu.
"Saya sedih mendengar BTS memilih untuk tidak berpartisipasi dalam proses Grammy tahun ini. Namun, sebagai seorang kreator musik, saya memahami dan menghormati keputusan mereka," ujar Mason.
Pernyataan tersebut muncul sehari setelah BTS mengumumkan bahwa mereka tidak akan mengirimkan karya untuk dipertimbangkan pada Grammy Awards ke-69 yang akan digelar pada Februari 2027. Melalui media sosial, ketujuh anggota menyampaikan, "Kami memutuskan untuk tidak mengajukan karya kami ke Grammy tahun ini. Kami berharap musik dapat didengar dan dicintai apa adanya, bukan dipisahkan berdasarkan wilayah atau bahasa."
Meski BTS tidak secara langsung menyebut kategori baru Grammy sebagai alasan utama, banyak pengamat industri maupun penggemar menafsirkan keputusan tersebut sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Recording Academy yang memperkenalkan kategori Best Asian Pop Music Performance.
Kategori tersebut diumumkan pada Juni lalu untuk memberikan penghargaan kepada karya pop yang berasal dari atau dikenal luas di pasar Asia, termasuk K-pop, J-pop, dan C-pop, dengan penggunaan satu atau lebih bahasa Asia yang bermakna.
Menanggapi kontroversi tersebut, Harvey Mason Jr. menegaskan bahwa tujuan pembentukan kategori baru sama sekali bukan untuk memisahkan musik Asia dari persaingan utama Grammy.
"Saya ingin meluruskan sesuatu yang tampaknya hilang dalam diskusi ini. Kategori Asian Pop dibuat untuk merayakan kedalaman, keberagaman, dan pertumbuhan luar biasa musik pop dari Asia," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kategori tersebut dimaksudkan sebagai wadah untuk memberikan sorotan khusus kepada para musisi Asia yang selama ini terus berkembang di panggung global.
"Semakin banyak kategori berarti semakin banyak karya seniman yang dapat memperoleh pengakuan. Tujuannya bukan untuk membagi, melainkan memperluas siapa saja yang bisa diakui oleh 15.000 pemilih Grammy," lanjut Mason.
Salah satu kekhawatiran terbesar yang muncul setelah kategori tersebut diumumkan adalah anggapan bahwa artis Asia nantinya hanya akan bersaing di kategori regional dan kehilangan peluang meraih penghargaan utama seperti Record of the Year, Album of the Year, atau Song of the Year.
Harvey Mason Jr. membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pengajuan karya pada kategori genre, termasuk Asian Pop, tidak akan menghalangi artis untuk tetap bersaing di kategori utama Grammy atau General Field.
"Pengajuan karya ke kategori genre seperti Asian Pop, Jazz, atau Country tidak menghalangi artis untuk juga mengajukan dan dipertimbangkan pada kategori General Field seperti Record of the Year, Album of the Year, maupun Song of the Year," ujarnya.
Menurut Mason, penghargaan kategori genre dan kategori utama bukanlah dua hal yang saling meniadakan. Seorang artis tetap dapat memperoleh nominasi di keduanya apabila memenuhi persyaratan.
Ia juga menegaskan bahwa Recording Academy akan terus mendengarkan masukan dari komunitas musik global seiring upaya memperluas jangkauan penghargaan mereka.
"Organisasi Grammy hadir untuk melayani musik dan semua orang yang menciptakannya. Terlepas dari wilayah maupun bahasa, kami akan terus memperluas cakupan penghargaan serta mendengarkan suara komunitas musik dunia untuk menghormati para artis yang karyanya menginspirasi banyak orang," katanya.
Sejak kategori baru itu diumumkan, tanggapan publik memang terbelah. Sebagian pihak menyambutnya sebagai langkah yang telah lama dinantikan untuk memberikan pengakuan lebih besar kepada musik Asia di panggung internasional. Namun, tidak sedikit pula yang menilai kebijakan tersebut berpotensi memisahkan artis Asia dari persaingan utama Grammy dan memperkuat batas berdasarkan wilayah maupun bahasa.
Hingga saat ini, BTS belum memberikan penjelasan tambahan mengenai keputusan mereka.
Baca Juga
-
Jeon Jong Seo Diincar Bintangi Dochabi Bersama Kim Do Hoon dan Lee Joon Gi
-
Penulis Novel Misteri Keigo Higashino Wafat, Karya Terakhir Siap Rilis 2026
-
Marvel Gandeng Kadokawa, Hadirkan Manga Baru Spider-Man hingga Punisher
-
Netflix Buka Suara soal Rumor Produksi Season 2 Drakor Teach You a Lesson
-
Film Live-Action Wandance Ungkap 4 Karakter Baru, Tayang November 2026
Artikel Terkait
Entertainment
-
Bertabur Bintang, The Odyssey Taklukkan Box Office dengan Raup Rp11 Triliun
-
Angkat Kisah Perempuan Melawan, My Brilliant Career Bakal Tayang 13 Agustus
-
BTS Absen di Grammy Awards 2027, Buntut Kategori Baru Musik Asia?
-
Catat Tanggalnya! NCT 127 Bagikan Jadwal Teaser Album Terbaru 'BLINGY'
-
The Remarried Empress Rilis Poster Perdana, Tayang Musim Gugur Tahun Ini
Terkini
-
Meningkatnya Halal Lifestyle dan Kesadaran Bebas Riba di Kalangan Gen Z
-
Cara Pandang Gen Z pada Dunia Kerja Bergeser, IPK Tinggi Bukan Lagi Jaminan
-
Avtur Mahal dan Dolar Naik: Mengapa Maskapai Disalahkan?
-
Taxi Driver dan Kritik Tajam tentang Hukum yang Gagal Melindungi Korban
-
Usia 25 Belum Menikah, Kenapa Perempuan Masih Sering Dianggap Terlambat?