Band ternama asal Amerika Serikat, Maroon 5, akan menggelar konser di Jakarta pada tanggal 5 Februari 2027. Baru-baru ini, media sosial band tersebut mengumumkan jadwal tur Asia dan Jakarta menjadi salah satu di antaranya.
Di era media sosial, rasanya hampir mustahil datang ke konser tanpa mengeluarkan ponsel. Begitu lampu panggung menyala dan lagu pertama dimainkan, ribuan layar langsung terangkat untuk merekam momen tersebut.
Hal yang sama kemungkinan juga akan terjadi saat konser Maroon 5 di Indonesia. Banyak penggemar ingin mengabadikan penampilan Adam Levine cs. dan membagikannya ke media sosial.
Namun, pernahkah terpikir kalau terlalu sibuk merekam justru bisa mengurangi keseruan menonton konser itu sendiri? Berikut beberapa alasannya.
1. Kamu Sibuk Melihat Layar, Bukan Panggung
Saat merekam, perhatianmu sering kali tertuju pada layar ponsel untuk memastikan video tetap stabil dan gambar tetal terekam dengan baik. Akibatnya, kamu justru tidak benar-benar menikmati penampilan yang sedang berlangsung di depan mata.
Padahal, konser adalah pengalaman yang dirancang untuk dinikmati secara langsung, mulai dari musik, tata cahaya, hingga aksi panggung dari Si Artis itu sendiri.
Sayang sekali jika kamu tidak menikmati performa Maroon 5 secara maksimal dan hanya sibuk merekam. Mereka tidak setiap saat bisa kamu temui dan juga belum tentu setiap tahun bisa kamu saksikan konsernya.
2. Video yang Direkam Belum Tentu Ditonton Lagi
Coba cek galeri ponselmu. Berapa banyak video konser yang benar-benar pernah kamu putar kembali? Bagaimanapun sebuah video hanya objek untuk mengenang sebuah momen dan itu pun tidak harus semuanya terekam.
Banyak orang merekam aksi artis hampir di setiap lagu, tapi setelah konser selesai, video tersebut hanya tersimpan di memori ponsel dan jarang dibuka lagi. Sementara momen yang seharusnya bisa dinikmati secara langsung sudah terlewat.
3. Momen Spontan Justru Sering Terlewat
Konser penuh dengan kejutan, mulai dari candaan penyanyi, interaksi dengan penonton, hingga improvisasi lagu. Kalau terlalu fokus mengatur kamera, ada kemungkinan kamu melewatkan momen-momen spontan yang seharusnya menjadi kenangan paling berharga.
4. Bisa Mengganggu Penonton Lain
Saat merekam konser, mengangkat ponsel terlalu tinggi atau terus-menerus juga bisa menghalangi pandangan orang di belakangmu.
Yang perlu diingat adalah semua orang datang untuk menikmati konser, tiket yang mereka bayar juga sama besarnya dengan kamu. Jadi, ada baiknya tetap memperhatikan kenyamanan penonton lain agar pengalaman semua orang mendapat menonton tetap menyenangkan.
5. Tidak Menikmati Lagu Favorit
Bayangkan saat Maroon 5 membawakan lagu seperti Sugar, Payphone, atau Memories kamu hanya sibuk menatap layar tanpa ikut bernyanyi bersama. Apa tidak merasa rugi? Daripada terus menerus melihatnya melalui layar ponsel, simpan perangkatmu dan ikut bernyanyi bersama ribuan penonton.
Sensasi menyanyikan lagu favorit secara langsung sering kali menjadi kenangan yang jauh lebih membekas dibandingkan menyaksikan puluhan video di galeri.
Nah, itu tadi alasan terlalu banyak merekam konser akan membuat pengalaman jadi kurang berkesan. Ini bukan berarti merekam konser itu salah, mengabadikan beberapa momen tentu penting sebagai kenang-kenangan yang bisa disaksikan lagi.
Namun, kamu tidak harus merekam setiap penampilan dari awal hingga akhir. Pilih satu atau dua lagu favorit untuk direkam, lalu simpan ponsel dan nikmati penampilan secara langsung.
Pada akhirnya, konser bukan hanya tentang membawa pulang video terbaik untuk media sosial. Yang lebih berharga adalah pengalaman berada di tengah ribuan penonton, bernyanyi bersama, dan menciptakan kenangan yang mungkin hanya terjadi sekali seumur hidup.
Baca Juga
-
Soto Mbak Mar Andalan Warga Nganjuk, Pencinta Kuliner Jawa Timur Merapat!
-
Jadi Rekan Setim, Marc Marquez Prediksi Bakal Dikalahkan oleh Pedro Acosta
-
MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Gendong KTM jadi Juara di Kampung Halaman
-
Bye Warna Kalem! Tren Cewek Buah Bikin Tampilan jadi Lebih Segar
-
Sprint Race MotoGP Austria 2026: Pedro Acosta Crash, Jorge Martin Sukses!
Artikel Terkait
Entertainment
-
Banjir Kritik Netizen, Drama The Scandal Dinilai Terlalu Fokus pada Adegan Intim
-
Sinopsis Doctor X: Dokter Jenius Melawan Mafia Rumah Sakit, Rilis 9 Oktober
-
Sinopsis 3mm Love, Film Korea-Jepang Dibintangi Kim Ji An dan Kurokawa Soya
-
Reuni Usai 10 Tahun, Yoo Yeon Seok dan Seo Hyun Jin Tampil Tegang di The Perfect Lie
-
Sinopsis Doubt: 15-nenme no Fukushuu, Drama Thriller Dibintangi Nimura Sawa
Terkini
-
Review Neagley: Drama Aksi Khas Reacher dengan Sentuhan Lebih Emosional
-
5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
-
Dari Viral Culture ke Real-Life Culture: Eranya Gen Z Cari Pengalaman Nyata
-
Seperti Pelukan Hangat! 5 Pilihan Parfum Warm Vanilla yang Lembut di Hidung
-
Bebas Bruntusan! 4 Acne Cleansing Balm Angkat Makeup Waterproof hingga Pori