Jika kamu merasa bosan dengan sensasi film horor yang hanya mengandalkan jump scare yang mudah ditebak, tak ada salahnya jika mencoba beralih ke sub-genre horor lainnya.
Horor psikologis bisa menjadi pilihan karena tidak selalu membutuhkan hantu mengerikan atau jump scare untuk membuat penonton ketakutan.
Genre ini justru bermain dengan ketidakpastian, membuat kita mempertanyakan dari sisi psikologis seperti kondisi mental sang karakter hingga rasa ngeri yang tetap terasa bahkan setelah film selesai.
Berikut enam rekomendasi horor psikologis di Netflix yang menawarkan pengalaman berbeda.
1. Forgotten (2017)
Forgotten merupakan film thriller misteri Korea Selatan karya Jang Hang-jun. Film ini mengikuti Jin-seok, seorang pemuda yang pindah ke kawasan pinggiran kota bersama keluarganya dan kemudian menyaksikan kakaknya, Yoo-seok, diseret oleh penculik misterius.
Sembilan belas hari kemudian, Yoo-seok kembali tanpa mengingat apa pun mengenai masa penyekapannya. Jin-seok mulai menyadari perubahan pada cara berjalan, sikap, dan kebiasaan kecil kakaknya sehingga perlahan mempertanyakan siapa sebenarnya orang yang telah kembali tersebut.
Kecurigaan terhadap keluarga kemudian berkembang menjadi paranoia yang membuat Jin-seok mempertanyakan kewarasannya sendiri.
2. The Call (2020)
The Call karya Lee Chung-hyun menghadirkan konsep unik mengenai komunikasi lintas waktu melalui sebuah telepon rumah model lama.
Ceritanya mengikuti Seo-yeon pada 2019 dan Young-sook pada 1999 yang dapat berkomunikasi meski hidup dalam dua masa berbeda.
Awalnya, hubungan tersebut terasa seperti sebuah persekutuan menarik ketika Young-sook menggunakan kemampuannya mengubah masa lalu untuk menyelamatkan ayah Seo-yeon. Namun, keadaan berubah menjadi permainan bertahan hidup setelah sisi psikopat Young-sook mulai muncul.
Film ini menunjukkan betapa mudahnya kehidupan seseorang di masa kini hancur akibat kejahatan yang dilakukan pada masa lalu.
3. Gerald’s Game (2017)
Gerald’s Game karya Mike Flanagan berlangsung hampir sepenuhnya di dalam kamar tidur sebuah rumah tepi danau yang terpencil. Jessie terjebak dalam keadaan mengenaskan setelah suaminya mengalami serangan jantung fatal ketika mereka sedang berada dalam momen intim.
Dalam kondisi terborgol di tiang ranjang, Jessie harus menghadapi dehidrasi, cuaca ekstrem, kelelahan, serta ancaman seekor anjing liar. Namun, ancaman terbesar justru datang dari pikirannya sendiri melalui halusinasi mendiang suaminya dan sisi diriny.
Situasi tersebut memaksanya menghadapi trauma kekerasan masa kecil yang selama puluhan tahun ia pendam. Film ini kemudian berkembang menjadi kisah mengenai ketahanan fisik sekaligus perjuangan menghadapi hal-hal mengerikan yang selama ini terkunci di alam bawah sadar.
4. The Perfection (2018)
The Perfection karya Richard Shepard membawa penonton ke dunia musik klasik elite yang dipenuhi persaingan dan manipulasi. Ceritanya mengikuti Charlotte, mantan anak ajaib dunia musik yang meninggalkan kariernya karena penyakit sang ibu.
Charlotte kemudian mencari Elizabeth, murid bintang baru di akademi eksklusif tempat dirinya dahulu belajar.
Pertemuan mereka yang awalnya terlihat seperti persaingan musik perlahan berubah menjadi pengalaman body-horror yang mengerikan.
5. The Platform (2019)
The Platform karya Galder Gaztelu-Urrutia menghadirkan alegori distopia melalui sebuah penjara vertikal bernama “The Pit”.
Tokoh utamanya, Goreng, terbangun di dalam sel beton dan menemukan sebuah platform berisi makanan mewah yang bergerak turun melewati ratusan tingkat setiap hari.
Penghuni tingkat atas melahap makanan secara rakus sehingga mereka yang berada di bawah hanya mendapatkan sisa-sisa makanan. Kondisi tersebut akhirnya memaksa para penghuni melakukan tindakan brutal demi bertahan hidup.
6. Creep (2014)
Creep karya Patrick Brice menggunakan format found-footage untuk menciptakan ketegangan yang perlahan meningkat.
Ceritanya mengikuti Aaron, videografer lepas yang menerima pekerjaan merekam buku harian video Josef, seorang pria eksentrik yang tinggal di pondok terpencil.
Josef mengaku menderita penyakit mematikan, tetapi sikap ramah yang berlebihan dan perilakunya yang semakin aneh mulai membuat Aaron merasa tidak nyaman. Batas antara keanehan biasa dan perilaku seorang predator pun semakin sulit dibedakan.
Demikian tadi keenam rekomendasi film horor psikologis Netflix yang bisa kamu saksikan. Tertarik menonton?
Baca Juga
-
Oktober Penuh Teror! 6 Film Horor di Netflix Ini Siap Bikin Kamu Ketakutan
-
5 Film dan Serial Netflix yang Layak Masuk Daftar Tontonan Oktober 2026
-
Akun Cenblu Menjamur di X, tapi Kenapa Kontennya Justru Makin Tak Bermutu?
-
Sukses Tembus 200 Juta Penonton, Serial Reacher Dipastikan Lanjut Season 6
-
Disney Garap Live-Action Sleeping Beauty, Gandeng Sutradara Film Prey
Artikel Terkait
-
The Blue Road Tayang 20 November, Son Suk Ku dan Nagayama Eita Jadi Detektif
-
Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata
-
Netflix Pastikan KPop Demon Hunters 2 Akan Tayang Lebih Dulu di Bioskop
-
Catat Tanggalnya! Sutradara Obsession Siap Rilis Film Horor Komedi 2027
-
Oktober Penuh Teror! 6 Film Horor di Netflix Ini Siap Bikin Kamu Ketakutan
Entertainment
-
Sinopsis Sunshine through the Rain, Dracin Terbaru Yang Chao Yue dan Winwin
-
Sinopsis Drama One of a Kind Romance: Kisah Cinta Artis dan Asisten
-
Fakta SEEN, Boy Group Baru Asal Indonesia yang Lagi Curi Perhatian
-
Sinopsis Tsuma wo Intai Shimasu, Drama Terbaru Asahi Nao dan Shinkawa Yua
-
4 Light Novel Diadaptasi Anime, Ada Misteri Sains hingga Enemies-to-lovers
Terkini
-
Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban
-
Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan
-
Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?
-
Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri
-
35 Tahun Puasa Gelar, Timnas Indonesia Selangkah Lagi Raih Trofi