Film Korea-Jepang Damako mendapat dukungan pendanaan dari Korean Film Council (KOFIC) meski proyek tersebut tengah menjadi sorotan karena mengangkat sejumlah peristiwa sejarah sensitif. KOFIC memastikan Damako termasuk salah satu proyek yang terpilih dalam program dukungan produksi bersama internasional untuk paruh kedua 2026 dan akan menerima dana sebesar 150 juta won atau sekitar Rp1,7 miliar.
Menurut laporan Sports Kyunghyang pada 28 September, hasil seleksi program tersebut telah disetujui oleh dewan KOFIC. Proyek ini merupakan produksi bersama perusahaan Korea Jin Pictures dan perusahaan Jepang Central Arts, dengan sutradara Jepang Junji Sakamoto sebagai pengarah film.
Pendanaan tersebut diberikan melalui program Co-Production Fund KOFIC yang baru diperkenalkan pada tahun ini. Program tersebut ditujukan untuk mendukung film panjang hasil produksi bersama dengan negara lain. Setiap proyek dapat menerima dukungan hingga 500 juta won, dengan jumlah bantuan dibatasi maksimal 50 persen dari biaya produksi bersih yang ditanggung perusahaan Korea. Untuk proyek kolaborasi antara dua negara, perusahaan produksi dari masing-masing negara juga diwajibkan memberikan kontribusi investasi tertentu.
Terpilihnya Damako dalam program tersebut kemudian memunculkan kembali perhatian terhadap tema yang diangkat. Film ini dikabarkan menceritakan seorang anak laki-laki Jepang yang kehilangan orang tuanya dalam pengeboman atom Hiroshima pada 1945. Ia kemudian pergi ke Korea bersama seorang warga keturunan Korea yang tinggal di Jepang dan mengalami Perang Korea. Kisah tersebut berlanjut dengan perjalanan sang tokoh dalam mencari identitas dirinya di tengah hubungan antara Jepang dan Korea.
Tema tersebut menjadi sensitif karena cerita film bersinggungan dengan dua konteks sejarah sekaligus, yaitu penderitaan warga Jepang akibat bom atom dan sejarah agresi militer serta penjajahan Jepang di Semenanjung Korea. Setelah informasi mengenai pendanaan pemerintah Korea diketahui publik, perhatian terhadap bagaimana Damako akan menggambarkan peristiwa-peristiwa tersebut kembali meningkat.
Menanggapi kekhawatiran mengenai kemungkinan distorsi sejarah, seorang pejabat KOFIC membantah anggapan bahwa film tersebut memiliki tujuan demikian. "Damako memang membahas peristiwa sejarah, tetapi sama sekali tidak berkaitan dengan distorsi sejarah," ujar pejabat tersebut.
KOFIC juga menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan oleh lima juri dan tidak ada anggota panel yang menemukan unsur yang dianggap kontroversial dalam proyek tersebut. Menurut pihak KOFIC, film ini justru membawa pesan mengenai peran seni dalam membangun hubungan antarmanusia serta pentingnya masyarakat masa kini untuk hidup berdampingan dan bergerak maju bersama.
Junji Sakamoto selaku sutradara dikenal melalui karya-karya yang mengangkat isu sosial. Ia sebelumnya mengarahkan KT, film hasil produksi Korea-Jepang yang berkisah tentang penculikan mantan Presiden Korea Selatan Kim Dae Jung. Ia juga dikenal melalui film Children of the Dark dan Okiku and the World.
Sebelumnya, Damako juga sempat menjadi perhatian setelah nama aktris Shim Eun Kyung dan penyanyi sekaligus aktor WOODZ (Cho Seung Youn) disebut sebagai calon pemeran. Namun, keduanya telah memastikan tidak terlibat dalam proyek tersebut.
WOODZ mengungkapkan melalui siaran live pada 27 September bahwa ia telah menerima naskah dan mempertimbangkan tawaran tersebut bersama agensinya sebelum akhirnya memutuskan untuk menolak. Ia juga menyampaikan permintaan maaf karena pemberitaan mengenai calon casting tersebut sempat menimbulkan kegaduhan.
Sementara itu, agensi Shim Eun Kyung mengonfirmasi bahwa sang aktris memang menerima tawaran untuk membintangi Damako, tetapi memutuskan untuk tidak mengambil bagian dalam film tersebut.
Terlepas dari perubahan pemeran, produksi Damako tetap berlanjut. Proses syuting film tersebut diperkirakan dimulai di Kyoto pada November mendatang, sementara perilisannya ditargetkan berlangsung pada musim gugur 2027. Hingga kini, detail lebih lanjut mengenai jajaran pemeran dan bentuk akhir cerita masih belum diumumkan.
Baca Juga
-
Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code
-
Dahyun TWICE dan Cha Woo Min Bintangi Film Romansa Clouds Roll Like Gureumi
-
Everyone's Darling Has a Secret Dapat Anime, Romansa Siswa Biasa dan Idol
-
Winter aespa Absen Konser di Dallas karena Didiagnosis Shingles
-
Manga Manchuria Opium Squad Kembali Terbit, Tsurushima Jadi Ilustrator Baru
Artikel Terkait
-
Dianggap Belokkan Sejarah, Tim Produksi Film The Assassin(s) Dipolisikan
-
Shim Eun Kyung dan WOODZ Batal Bintangi Damako, Ini Film Penggantinya
-
Angkat Pengeboman Hiroshima, Shim Eun Kyung dan WOODZ Tolak Film Damako
-
The Revolt of Arabia: Mengenal Revolusi Arab dan Perubahan Kekuasaan di Hijaz
-
Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles
Entertainment
-
Profil Intak P1Harmony, Viral Berkat Cover Hip Song hingga Duet Bareng Rain
-
Sinopsis Don't Be Shy, Film Komedi Romantis India Diproduseri Alia Bhatt
-
Jeong Yein Lovelyz Resmi Gantikan Ha Young di Musim Terbaru The Trauma Code
-
Sinopsis I Live In Your Time, Drama Romantis Zhang Ruo Nan dan Wang An Yu
-
Shim Eun Kyung dan WOODZ Batal Bintangi Damako, Ini Film Penggantinya
Terkini
-
Makna Lagu Training Season: Untuk Kamu yang Sering Salah Pilih Pasangan
-
Gonta-Ganti HP Cuma Buat Gengsi? Awas, Kelas Sosial dari Layar Gadget Seringnya Cuma Ilusi!
-
Buku 30 Hari Mengubah Kebiasaan Buruk: Belajar Berubah dari Hal Kecil
-
Sephora Kids dan Obsesi Skincare Dini: Saat Anak SD Lupa Caranya Bermain
-
Review Serial Honor Thy Mother: Mengulik Duka dan Ambisi dalam Keluarga