Drama Korea Doctor X: Mafia in White berhasil menarik perhatian penonton sejak penayangan perdananya. Namun, di balik pencapaian rating yang mengesankan, drama medis yang dibintangi Kim Ji Won ini menuai kritik karena sejumlah adegan yang dinilai kurang akurat secara medis. Perdebatan tersebut semakin ramai setelah seorang dokter yang terlibat sebagai konsultan medis serial ini memberikan tanggapan di media sosial.
Menurut data Nielsen Korea, Doctor X: Mafia in White mencatat rating nasional sebesar 11,4 persen pada episode perdananya yang tayang pada 9 Oktober 2026. Angka tersebut menjadikannya miniseri dengan rating perdana tertinggi pada 2026. Drama ini juga menjadi program dengan jumlah penonton tertinggi di antara tayangan yang disiarkan pada Jumat tersebut.
Popularitasnya terus meningkat pada episode kedua. Drama yang mengisi slot Jumat-Sabtu SBS itu berhasil meraih rating nasional sebesar 14,9 persen. Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa alur cerita yang menegangkan mampu menarik perhatian penonton sejak awal penayangannya.
Diadaptasi dari serial Jepang populer berjudul sama, Doctor X: Mafia in White mengikuti kisah Gye Soo Jung, seorang ahli bedah jenius yang diperankan Kim Ji Won. Ia berusaha membuktikan makna sejati profesi dokter melalui kemampuan medisnya, sekaligus menghadapi sistem rumah sakit yang dipenuhi korupsi dan kepentingan tertentu.
Meski memperoleh sambutan positif dari segi rating, sejumlah penonton mempertanyakan penggambaran prosedur medis dalam beberapa adegannya. Kritik tersebut ramai dibicarakan di komunitas daring setelah seorang pengguna mengungkapkan kekecewaannya terhadap adegan pembuka drama.
Pengguna tersebut menilai adegan yang melibatkan pasien dengan hernia inguinalis yang dapat direposisi tidak masuk akal. Ia mempertanyakan alasan pasien tersebut harus dibawa menggunakan ambulans untuk menjalani operasi darurat. Selain itu, ia menyoroti adegan ketika tekanan darah pasien tidak dapat diukur, tetapi penanganan oleh tim anestesi dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang digambarkan.
Keluhan serupa juga disampaikan penonton lain. Salah satunya menyindir penggambaran prosedur medis dalam drama dengan menyebut penggunaan defibrilator berenergi 300 joule pada pasien henti jantung. Komentar tersebut mencerminkan rasa frustrasi penonton yang berharap drama bertema medis tetap memperhatikan ketepatan prosedur, meskipun ceritanya mengandung unsur fiksi dan dramatisasi.
Perdebatan ini kemudian menarik perhatian karena Doctor X: Mafia in White diketahui melibatkan konsultan medis selama proses produksinya. Profesor Namgung In, seorang dokter spesialis kedokteran darurat sekaligus penulis, turut memberikan konsultasi medis untuk serial tersebut.
Pada 10 Oktober, Namgung In membagikan pengalamannya melalui platform media sosial Threads. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam Doctor X: Mafia in White merupakan pengalaman pertamanya memberikan konsultasi medis secara langsung di lokasi syuting.
Ketika seorang pengguna bertanya apakah dirinya benar-benar menjadi konsultan medis drama tersebut, Namgung membenarkannya dengan jawaban bernada humor. Ia mengatakan bahwa jika penonton menemukan adegan yang tidak akurat secara medis, mereka dapat menganggap bahwa konsultan medis telah berdebat dengan tim produksi, tetapi akhirnya kalah.
Tanggapan tersebut segera menarik perhatian warganet. Sebagian penonton menanggapinya dengan tawa, sedangkan yang lain menunjukkan simpati kepada sang dokter. Beberapa komentar mempertanyakan mengapa konsultan medis harus mengalah ketika informasi yang ditampilkan dianggap keliru. Ada pula yang menyimpulkan bahwa perdebatan antara konsultan dan tim produksi tampaknya tidak berjalan sesuai harapan sang konsultan.
Pernyataan Namgung In turut memperpanjang diskusi mengenai keseimbangan antara kebutuhan dramatik dan ketepatan medis dalam serial televisi.
Dengan rating yang terus meningkat, Doctor X: Mafia in White menunjukkan potensi besar sebagai salah satu drama Korea yang menonjol pada 2026. Namun, respons penonton terhadap adegan medisnya menjadi pengingat bahwa popularitas dan cerita yang menarik tetap perlu diimbangi dengan perhatian terhadap detail, terutama ketika sebuah serial mengangkat profesi yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Baca Juga
-
Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi
-
Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut
-
Iris Out jadi Lagu Anime Pertama Masuk Pertimbangan Grammy Awards 2027
-
Ally, Film Animasi Perdana Sutradara Bong Joon Ho, Bersiap Tayang Juli 2027
-
White Fox Garap Anime How I Became King by Eating Monsters, Tayang 2027
Artikel Terkait
Entertainment
-
Bangkitkan Keberanian! MEOVV Umbar Rasa Percaya Diri di Lagu Baru, Go Hard
-
RJ Mitte, Pemeran Walter White Jr. di 'Breaking Bad' Tutup Usia di 34 Tahun
-
Sinopsis Still a Family, Dracin Komedi Keluarga Fan Wei dan Jiang Xin
-
Audisi Global Live Action Naruto Dibuka, Sutradara Ungkap Alasan Adaptasi
-
Sekuel Dr. STONE TERRAFORMING Resmi Diproduksi, Petualangan Senku Berlanjut
Terkini
-
4 Fakta Unik Sayur Genjer, Kenapa Bisa Dikaitkan dengan Stigma G30S/PKI?
-
Siasat Career Cushioning: Solusi Pekerja Muda Hadapi Ancaman PHK
-
Decision To Leave: Ketika Rasa Curiga Perlahan Berubah Jadi Rasa Rindu
-
Prestasi dan Tuntutan Sosial: Ketika Kemenangan Berujung Tagihan Traktiran
-
Kisah Fangirl Terjebak Cinta Segitiga di Drakor My Bias, My Boss