Sobat Yoursay, pernahkah kalian pergi sendirian, lalu mendapat pertanyaan, "kok sendirian aja?" dari orang yang kalian kenal?
Mungkin satu atau dua tahun lalu, ketika masih tinggal di asrama, saya cukup sering pergi sendirian. Nggak jauh, hanya jalan kaki di sekitar kampus sambil melihat orang-orang berlalu lalang, lalu mampir membeli jajanan dan minum, kadang juga duduk di gazebo lapangan sembari menyaksikan anak-anak yang bermain sepak bola di sana. Melakukan hal semacam itu sendirian sebetulnya hal biasa, tapi saat tanpa sengaja ketemu orang yang saya kenal, nggak jarang ada yang bertanya, "Kok sendirian aja?"
Nggak ada yang salah dengan pertanyaan yang mungkin hanya dimaksudkan sebagai basa-basi itu. Namun, berulang kali mendapat pertanyaan serupa kadang membuat saya berpikir, “Apa yang saya lakukan ini aneh?” Sebenarnya, saya juga senang pergi ramai-ramai bersama teman karena ada orang yang bisa diajak mengobrol. Namun, ada kalanya saya ingin menikmati waktu sendiri tanpa harus melakukan sesuatu bersama orang lain.
Tentunya, pergi sendirian tidak selalu berarti tidak ada teman untuk diajak atau tanda orang yang melakukannya sedang merasa kesepian. Hanya saja, ada kalanya seseorang ingin bersosialisasi dengan orang lain, tetapi ada pula saat ketika kita ingin menikmati waktu sendiri dan melakukan sesuatu sesuai keinginan. Kegiatan semacam ini sering disebut sebagai me time, salah satunya melalui aktivitas yang belakangan dikenal dengan istilah solo date.
Kata solo date sendiri sebenarnya sudah cukup sering dibicarakan di media sosial akhir-akhir ini. Istilah tersebut merujuk pada aktivitas yang sengaja dilakukan sendiri untuk menikmati waktu dan pengalaman sesuai keinginan. Bentuknya pun tak harus berupa kegiatan mahal atau sesuatu yang istimewa. Bahkan, solo date bisa sesederhana berjalan santai, membeli makanan favorit, membaca buku di tempat yang nyaman, atau mengunjungi tempat yang disukai untuk menikmati suasananya.
Salah satu hal yang saya suka ketika melakukan solo date adalah kebebasan untuk menentukan pengalaman sendiri. Saat bersama orang lain, terkadang kita perlu menyesuaikan rencana dengan orang yang membersamai kita. Bukan berarti bersama teman itu merepotkan, hanya saja menikmati waktu sendirian bisa memberikan kebebasan berbeda.
Namun, saat melakukan sesuatu sendiri, kita bisa lebih leluasa menentukan bagaimana waktu ingin dihabiskan. Kita bebas memilih tujuan, menentukan kegiatan, mengatur berapa lama ingin berada di suatu tempat, hingga memutuskan makanan yang ingin dibeli tanpa perlu menyesuaikan pilihan dengan orang lain. Dengan melakukan solo date seperti ini sama halnya kita memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati waktu tanpa harus mengikuti ritme orang lain.
Meski begitu, bagi sebagian orang, menikmati waktu sendirian di tempat umum mungkin bukan hal yang mudah. Ada rasa canggung atau khawatir dianggap aneh ketika makan, berjalan-jalan, atau duduk sendirian di tengah keramaian. Padahal, sebenarnya selama kita merasa nyaman dan tidak melakukan sesuatu yang mengganggu orang lain, tidak ada yang perlu dipermasalahkan.
Sampai sini, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa orang yang melakukan sesuatu sendiri tidak selalu berarti ia kesepian, tidak memiliki teman untuk diajak, atau menjauh dari orang lain. Mungkin saja, pada saat itu, ia memang sedang memberi ruang bagi dirinya sendiri untuk berhenti sejenak dari rutinitas yang terasa melelahkan. Karena bagaimanapun, kita tidak harus selalu menunggu orang lain untuk menikmati sesuatu yang kita sukai. Memang, ada kalanya kebersamaan terasa menyenangkan, tetapi terkadang ada kalanya juga kita memerlukan jeda dan menikmati waktu sendiri.
Baca Juga
-
6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia
-
Scrolling saat Istirahat, Bisakah Menjadi Bentuk Jeda yang Kita Butuhkan?
-
Four Hands, Two Sonatas: Ketika Sahabat Menjadi Rival dalam Meraih Mimpi
-
Ironi Punya Gaji Imut: Ingin Menikmati Hidup, Malah Jadi 'Kalkulator' Berjalan
-
Nggak Perlu Mahal, Healing Duduk di Taman Kota Sambil Baca Buku Ternyata Bikin Pikiran Plong
Artikel Terkait
-
Membedah Luka Lewat Sastra dan Psikologi di Communitimes: Book Talk and Community Support Circle
-
Quiet Quitting pada Gen Z: Malas Bekerja atau Butuh Jeda Akibat Burnout?
-
Scrolling saat Istirahat, Bisakah Menjadi Bentuk Jeda yang Kita Butuhkan?
-
Tak Semua Pesan Harus Dibalas Sekarang, Berhenti Jadi Terlalu Available!
-
Tak Harus Selalu Upgrade Skill: Kita Juga Butuh Waktu Menjadi Diri Sendiri
Kolom
-
Friendship Recession: Kenapa Cari Sahabat Dewasa Itu Sulit?
-
Menembus Tenda: Mengapa Safe Zone di Gaza Gagal Melindungi Sipil?
-
Sekolah Mahal Bukan Jaminan Anak Bebas Bullying, Orang Tua Perlu Lakukan Ini
-
Ketahanan Pangan Tak Bisa Diseragamkan: Saatnya Kembali ke Pangan Lokal
-
Harga Mahal di Balik Sorotan FYP, Ketika Privasi yang Diam-Diam Dijual!
Terkini
-
Ulasan Cidro Asmoro: Drama Komedi Musikal yang Sangat Menyentuh dan Lucu
-
Ube Ternyata Bukan Ubi Ungu? Simak 3 Perbedaan Mendasarnya!
-
6 Rekomendasi Drakor dengan Tokoh Utama yang Menyimpan Rahasia
-
Sinopsis Below, Serial Thriller tentang Teror Makhluk Laut Misterius
-
Forever Starts Here: Rayakan Momen Cinta di INNSiDE by Melia Yogyakarta