Salah satu bentuk Ogoh-ogoh di Bali (Foto: Ricardo)
Liburan Nyepi tahun lalu, kebetulan saya di Bali. Tidak sengaja memang. Saat itu saya harus menemui seseorang untuk urusan kerja di Bali.
Di hari Nyepi, Bali benar-benar mati. Saya hanya berdiam diri di hotel sepanjang hari dan malam. Tidak boleh ada lampu atau TV menyala. Sunyi seharian itu.
Para pecalang berjaga di sepanjang jalan, untuk mengawasi apakah ada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah.
Tetapi hari sebelumnya, saya sempat berjalan-jalan di sepanjang Legian dan Seminyak untuk melihat keriuhan masyarakat Bali membuat Ogoh-ogoh secara gotong royong. Mereka tampak bersemangat membuat ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi.
Seru juga melihatnya.
(Dikirim oleh Ricardo, Jakarta)
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits
-
Anti-Apek! 4 Parfum Pria Paling Segar Buat Dipakai Gym dan Olahraga Outdoor
-
5 Acne Sunscreen Lokal Terbaik, Cegah Jerawat Meradang pada Kulit Berminyak
-
4 Rekomendasi Exfoliating Cleanser Lokal untuk Wajah Bersih Maksimal
-
Kulit Eksim? Ini 5 Rekomendasi Body Lotion Lokal dengan Formula Aman
Terkini
-
Nonton Pee Nak 5: Siap-siap Ketawa di Antara Jump Scare yang Bikin Jantungan!
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Proklamasi di Kedai Kopi: Lahirnya Republik Marilah Cerita
-
Demi Krypto dan Cinta: Pengorbanan yang Menjadi Jantung Film Supergirl
-
Nuku: Sultan Pemberontak yang Mengguncang Imperium VOC di Nusantara Timur