Salah satu bentuk Ogoh-ogoh di Bali (Foto: Ricardo)
Liburan Nyepi tahun lalu, kebetulan saya di Bali. Tidak sengaja memang. Saat itu saya harus menemui seseorang untuk urusan kerja di Bali.
Di hari Nyepi, Bali benar-benar mati. Saya hanya berdiam diri di hotel sepanjang hari dan malam. Tidak boleh ada lampu atau TV menyala. Sunyi seharian itu.
Para pecalang berjaga di sepanjang jalan, untuk mengawasi apakah ada masyarakat yang melakukan aktivitas di luar rumah.
Tetapi hari sebelumnya, saya sempat berjalan-jalan di sepanjang Legian dan Seminyak untuk melihat keriuhan masyarakat Bali membuat Ogoh-ogoh secara gotong royong. Mereka tampak bersemangat membuat ogoh-ogoh menjelang hari raya Nyepi.
Seru juga melihatnya.
(Dikirim oleh Ricardo, Jakarta)
Tag
Komentar
Berikan komentar disini >
Baca Juga
-
Di Balik Rupiah yang Melemah, Ada Kecemasan Finansial yang Nyata
-
Siap Daftar Wamil Tahun Depan, Park Ji Hoon Incar Unit Pengintai Marinir
-
Gen Z dan Keputusan Tunda Pernikahan: Pilihan Pribadi atau Tekanan Zaman?
-
Desainer Buka Suara, Jisoo BLACKPINK Bebas dari Dugaan Pengembalian Outfit
-
Baeksang Arts Awards 2026 Resmi Digelar, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Raja Antioksidan! 4 Masker Astaxanthin untuk Lawan Penuaan dan Flek Hitam
-
Bosan Desain TWS Itu-itu Aja? Realme Buds T500 Pro Bawa Desain Kotak Permen
-
4 Padu Padan OOTD Outerwear ala Seonghyeon CORTIS, Buat Look Makin Chill
-
4 Spray Serum Bi-Phase Kunci Kulit Glowing Setiap Hari, Under Rp100 Ribuan!
-
4 Clay Mask Peppermint dengan Sensasi Cooling untuk Hempas Minyak Membandel
Terkini
-
Di Balik Rupiah yang Melemah, Ada Kecemasan Finansial yang Nyata
-
Siap Daftar Wamil Tahun Depan, Park Ji Hoon Incar Unit Pengintai Marinir
-
Gen Z dan Keputusan Tunda Pernikahan: Pilihan Pribadi atau Tekanan Zaman?
-
Desainer Buka Suara, Jisoo BLACKPINK Bebas dari Dugaan Pengembalian Outfit
-
Baeksang Arts Awards 2026 Resmi Digelar, Ini Daftar Lengkap Pemenangnya