Dalam melakukan perjalanan, pasti ada saat di mana kita selalu mengingatnya dalam kenangan. Baik indah atau buruk. Syukurlah tak banyak pengalaman buruk yang saya alami saat melakukan perjalanan.
Nah, saya akan berbagi momen-momen indah ini bersama di sini dalam sebuah foto. Waktu itu, saya sedang dalam perjalanan darat dari Sydney ke Broken Hill, sebuah kota tambang yang letaknya lebih dari seribu kilometer dari Sydney. Selama perjalanan, saya benar-benar dicengangkan dengan pemandangan yang saya lihat.
Berawal dari hiruk pikuk kota besar, Sydney, saya melewati kawasan pegunungan Blue Mountain. Sesudah itu, saya serasa melihat rangkaian foto alam yang berubah seiring dengan merambatnya waktu dari jam ke jam. Setelah gunung, savana hingga akhirnya gurun di Silverton.
Sekitar empat jam kami berkendara, kami singgah di kota kecil, Orange. Di sini, banyak terdapat perkebunan anggur. Saya menginap di salah satu vila di kawasan Orange ini. Tempatnya sungguh membuat hati tenang dan nyaman. Hijau dengan danau di depan penginapan kami. Tentu, pohon-pohon anggur seakan menjadi benteng penginapan kami yang terletak di dalamnya.
Kami sepakat menunggu terbitnya matahari pagi. Meski masih mengantuk, saya niatkan diri bangun dan berjalan menyambut pergantian waktu. Dan, tidak pernah terbayang saya akan mendapatkan pengalaman indah ini.
Dari kejauhan, mentari pagi mulai menyemburatkan sinarnya yang kuning keemasan. Membuat seluruh perkebunan ini berubah menjadi siluet dengan latar belakang keemasan di belakangnya. Perlahan, siluet menghilang dan memunculkan warna-warni alam.
Biru, oranye, hijau, dengan pantulan yang memancar dari air danau yang bening. Sungguh, saya benar-benar takjub dengan pemandangan alam di hadapan saya ini. Bagaimana dengan Anda?
Dikirim oleh Ariyanti, Sydney, Australia
Anda memiliki foto atau cerita menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Baca Juga
-
Flexible Working Hour dan Batas Hidup Pekerja yang Semakin Kabur
-
Dunia Koas yang Mencekam: Mengapa Gudang Merica Jadi Film Horor Paling Ditunggu di 2026?
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
Membaca di Era Digital: Masih Penting atau Mulai Dilupakan?
-
Sinopsis Nameless, Film Action Thriller Jepang yang Dibintangi Jiro Sato
Artikel Terkait
-
Lagi Butuh Healing? 7 Destinasi Spa Mewah di Western Australia Ini Bikin Pikiran Reset Total
-
Profil Timnas Australia: Langganan Turnamen Siap Jadi Pengacau di Piala Dunia 2026
-
Mark Viduka Sang Mesin Gol: Tolak Naturalisasi Krosia, Pilih Setia Antarkan Australia ke Piala Dunia
-
Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
Lifestyle
-
Hair Mist Terbaik untuk Hilangkan Bau Apek pada Rambut, Ini 5 Produknya!
-
5 Rekomendasi HP RAM 12 GB Murah 2026, Performa Ngebut untuk Jangka Panjang
-
Anti-Apek! 4 Parfum Lokal Citrus Cocok untuk Aktivitas Outdoor Akhir Pekan
-
5 Cleansing Balm Lokal Ampuh Hempas Komedo, Wajah Jadi Bersih Seketika!
-
Seberapa Penting Serum bagi Pria? 5 Pilihan Terbaik Bantu Lawan Jerawat!
Terkini
-
Flexible Working Hour dan Batas Hidup Pekerja yang Semakin Kabur
-
Dunia Koas yang Mencekam: Mengapa Gudang Merica Jadi Film Horor Paling Ditunggu di 2026?
-
Ketika Jurnalisme Bertemu Konspirasi Kelas Dunia di Buku The Sky is Falling
-
Membaca di Era Digital: Masih Penting atau Mulai Dilupakan?
-
Sinopsis Nameless, Film Action Thriller Jepang yang Dibintangi Jiro Sato