Tangkuban Perahu atau Gunung Tangkuban Perahu merupakan obyek wisata yang terletak di Bandung Utara, kira-kira satu jam setengah dari Kota Bandung, Jawa Barat. Dalam bahasa Sunda, tempat wisata ini disebut Tangkuban Parahu.
Di Gunung Tangkuban Perahu ada tiga pemandangan menarik yaitu Kawah Ratu, Kawah Domas, dan Kawah Upas.
Sampai sekarang gunung ini masih aktif. Letusan terakhir terjadi pada tahun 2013. Meskipun begitu gunung tersebut biasanya aman untuk dikunjungi.
Asal-usul nama Tangkuban Perahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang. Cerita ini berasal dari Jawa Barat. Gunung tersebut terlihat seperti perahu terbalik. Ceritanya tentang perempuan bernama Dayang Sumbi dan anak laki-lakinya Sangkuriang. Sangkuriang, yang tidak patuh ibunya, harus membuat telaga dan perahu dalam satu malam. Akan tetapi, Sangkuriang gagal memenuhi syarat. Akibatnya dia menendang perahu dan terbalik.
Pada tahun 2014, saya mengunjungi Tangkuban Perahu. Waktu itu pada bulan Juli. Mungkin karena musim kemarau pada bulan itu, visibilitas sangat bagus. Awal 2016, saya berkunjung kembali ke sana. Pada hari Sabtu itu, cuaca hujan dan berkabut.
Saya terkesan dengan masih banyak toko-toko kecil di sana. Juga, karena hujan, tidak ada bau belerang dari dalam kawah. Pada cuaca panas, kadang-kadang bau belerang terasa menyengat hidung.
Biaya parkir mobil pribadi Rp25 ribu, bus Rp110 ribu, dan sepeda motor Rp12 ribu pada hari Senin sampai Jumat. Akhir minggu biaya parkir mobil Rp35 ribu, bus Rp150 ribu, dan motor Rp17 ribu.
Untuk wisatawan asing seperti saya, harus membayar Rp307 ribu untuk masuk tempat wisata tersebut. [Madeleine Quirk]
Tag
Baca Juga
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
Artikel Terkait
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Tak Melulu Malioboro, 5 Hidden Gem Jogja yang Wajib Masuk Wishlistmu
-
Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa
-
Merapah Duka, Merangkai Asa: Lentera Kasih Anak Kanker Jogja
-
Kemarau Menggigit, Warga Bantul Sedot Selang demi Dapat Air
Lifestyle
-
Kisah Bli Nyoman Merawat Alam di Desa Sejahtera Astra, Les Buleleng Bali
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
Terkini
-
Sekat Rasa dan Hati yang Terhentak
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya