Akun gosip @ayutingting_janda_gatel menampilkan foto dimana Ivan Gunawan, Ayu Ting Ting dan Cinta Laura sedang dalam suatu acara. Cinta duduk di bahu sofa, Ivan di tengah, sementara ATT duduk membelakangi kamera.
Satu hal yang menjadi perhatian warganet Instagram, TT duduk dengan kaki di atas sofa dan setengah pahanya membuka. Mereka bilang, gaya duduk ATT kampungan dan terkesan pamer paha, kayak dijual murah;
@erenmoh88; Dduk nya ajj kampungan, sampahh.
@yuanitadesy; Ga ada sopannya itu duduknya.
@lisa_wardani; eeh itu duduknyaaa.
@jessiliciousrans; Haduh minta dibelai atau apasih.
@diannovita_ningrum; Ternyata sama kyk paha ayam... hahaha diobral.
@n.martine2903; Pamer paha oey.
@meitantii; Aduh mbak kalo gag mau dihujat jaga sikap dong... hahaha.....
@aadistiara; Jual paha murah jual paha murah.
@shinta6572; Duduk pamer paha gtu yaa harus.
Pengirim: Herlina Sukendar, mahasiswa.
Baca Juga
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Bangkit dari Post Holiday Blues Usai Mudik Lebaran: 7 Cara Cerdas Balik ke Realita Tanpa Drama
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
OPPO Watch X3 Mini Bocor, Siap Jadi Smartwatch Andalan dengan Fitur Premium
-
4 Inspirasi Outfit Jaket ala Ian Hearts2Hearts, Youthful dan Trendy Abis!
-
4 Outfit Hangout ala Chaeryeong ITZY, Effortless tapi Tetap Standout!
Terkini
-
Khusus Dewasa! Serial Vladimir Sajikan Fantasi Erotis Profesor Sastra yang Tak Terkendali
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Rahasia Hutan Ajaib
-
Review Abang Adik: Siap-siap Banjir Air Mata dari Kisah Pilu Dua Saudara
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang