Di tengah deru berita soal kerusuhan Papua, saya ingin mengambil sisi positifnya saja. Sisi tentang masyarakat Papua yang saya kenal ramah dan bangga pada tanahnya yang indah.
Saya pernah ke Papua beberapa tahun lalu dan kenangan saya tentang tanah itu tak pernah pergi. Saya takjub dengan keindahannya, sehingga saya melupakan perjalanan panjang yang melelahkan dari Jakarta ke sana.
Di sana, saya diterima oleh mama-mama yang sangat memperhatikan tamunya. Saya bersama empat teman sedang dalam tugas, melihat dari dekat kegiatan anak-anak Papua.
Mereka layaknya anak-anak lain yang senang bermain. Bahkan saya sempat main bola dengan mereka.
Tanpa canggung kepada kami, mereka mengajak kami bermain bola. Mereka tak mempermasalahkan siapa dia, siapa aku dan lainnya, sebab kami hanya ingin bermain seru.
Mama-mama di tempat kami tinggal juga sangat ramah. Mereka menyediakan segala keperluan kami dengan baik.
Obrolan dan tukar pikiran menjadi bagian dari kegiatan kami di sana. Benar-benar seperti keluarga.
Hal ini seperti kembali dalam memori, ketika saya melihat akun Instagram Addie MS. Ia berfoto dengan anak-anak Papua, yang disebutnya "mutiara-mutiara Papua".
@addiems999; Di antara mutiara-mutiara Papua.
I love Papua.
Setengah sesal dan sedih, saya bertanya, "Mengapa kerusuhan dan diskriminasi itu harus ada?" Lewat akun Addie ini, saya ingin mengajak dan mengingatkan, anak Papua sungguh lucu-lucu sebab Papua adalah kita, Indonesia;
@santinet96; Papua adalah KITA Indonesia.
@w.asyah_holla; We love you papua.
@abi_hasantoso; Papua adalah kita adalah Indonesia.
Terimakasih Addie;
@persila10; Terima kasih om Adi Tuhan berkati selalu.
@estinagirsang; Kreenn pak Addie. ... Menjadi berkat bagi bangsa.
Pengirim : Tia Nugroho, karyawan magang.
Baca Juga
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
Artikel Terkait
-
Kevin Aprilio Punya Utang Rp 17 Miliar, Addie MS Syok Berat
-
Pesan untuk Warga dan Mama Papua dari Makam Gus Dur
-
Jokowi Didesak Ajak Dialog Rakyat Papua, Bukan Kirim Militer
-
25 Fasilitas Publik Rusak Terkait Rusuh di Manokwari dan Sorong
-
Mama Papua: Anak Kami Memperjuangkan Kemerdekaan, Kenapa Dibilang Monyet?
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan