Pernahkah kalian menghabiskan waktu untuk sekadar melamun atau berimajinasi tentang sesuatu? Hal ini sering dianggap oleh orang-orang sebagai seorang yang pemalas dan tidak suka terlalu banyak beraktivitas.
Menyandur dari Digest, sebuah studi pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Health Psychology mengungkapkan bahwa rata-rata orang yang kurang aktif secara fisik cenderung lebih cerdas daripada orang yang aktif secara fisik. Para peneliti juga bahkan mengembangkan sebuah deskripsi untuk kemalasan dengan sebutan "kebutuhan akan kognisi".
Hal ini membuat mereka membuat para peneliti yang dipimpin oleh Todd McElroy di Florida Gulf Coast University, memberikan tes daring “Need For Cognition” kepada banyak siswa. Ini dimaksudkan untuk menemukan 30 siswa yang mengungkapkan keinginan kuat untuk banyak berpikir dan 30 lainnya dengan preferensi kuat untuk menghindari sesuatu yang terlalu melelahkan secara mental. Tentu saja, ini menandakan bahwa pada hakikatnya kemalasan yang terjadi bukan karena orang-orang tidak ingin melakukan sesuatu, namun hanya menghindari aktivitas yang terlalu membuat mental menjadi lelah.
Kita bisa melihat fakta bahwa orang yang cenderung malas tidak terburu-buru dalam segala hal dan tidak memaksakan diri untuk mengerjakan satu hal ke hal lain sepanjang waktu. Mereka meluangkan waktu dan mengerjakan tugas demi tugas. Sementara beberapa orang yang produktif sehari hari, kebanyakan perhatian mereka teralihkan dan mereka tidak sepenuhnya berkomitmen pada tugas karena terlalu banyak hal yang dikerjakan. Orang yang pemalas memiliki lebih sedikit kekhawatiran dan lebih tenang dalam melakukan pekerjaan mereka.
Michael Lewis, seorang penulis buku best seller berjudul "Moneyball" dan "The Big Short" mengatakan bahwa tidak apa-apa jika ia dianggap sebagai orang yang tidak cerdas dan tidak sukses, bahkan diakui sebagai pemalas. Hal ini seolah didukung oleh pihak lainnya.
Siapa yang tidak mengenal Bill Gates? Milyarder pemilik perusahaan ternama Microsoft ini pernah berkata bahwa ia lebih suka merekrut pegawai yang malas. Sebab, ia manganggap orang yang malas cenderung mempunyai solusi yang kreatif dalam memecahkan permasalahan dalam pekerjaannya.
Namun, hal di atas bukan berarti kemalasan yang terjadi kepada kita membuat kita semena-mena dengan tugas dan pekerjaan. Perlu diingat bahwa yang membawa kesuksesan seseorang bukan dari sikap malasnya, tetapi bagaimana orang tersebut melalukan pekerjaan sekreatif mungkin dari orang lain sehingga semua pekerjaan bisa dilakukan lebih mudah.
Baca Juga
-
Jangan Bingung, 9 Langkah Ini Bisa Kamu Lakukan saat Merasa Stuck
-
Kamu Tidak Perlu Merasa Bersalah atas 6 Hal ini, Bentuk Cinta Diri Sendiri!
-
Bukan Hanya Soal Gaji, Ini 6 Alasan Karyawan Mau Bertahan di Perusahaan
-
7 Cara yang Bisa Kamu Terapkan Agar Pengeluaran Tidak Membengkak
-
7 Tanda Kamu Termasuk Orang yang Fast Learner, Salah Satunya Tidak Takut Salah!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
HP Vivo Y500 Resmi di Pasar Global: Baterai 8.100 mAh dan Layar AMOLED 1,5K
-
Rapi dan Effortless! Intip 4 Inspo OOTD Smart Casual ala Nam Joo Hyuk
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Bye Daki! 5 Body Exfoliating Toner untuk Kulit Badan Auto Cerah dan Halus
-
Bye Minyak Berlebih! 5 Rekomendasi Micellar Water Bikin Muka Matte Seharian
Terkini
-
Gara-Gara Tutup Mulut, Almiron Jadi Korban Pertama Aturan Baru Piala Dunia
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Review Door Lock: Film Thriller yang Bikin Takut Tinggal Sendiri
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris
-
Sprint Race GP Ceko 2026: Bersikap Kasar, Marco Bezzecchi Dilarang Tampil!