Kritikan yang membangun dapat membentuk kepribadian seseorang menjadi lebih baik. Kritik, tidak hanya datang dari orang lain, tetapi juga bisa dari dalam diri sendiri. Namun demikian, kamu tak perlu berlebihan dalam mengkritik dirimu sendiri.
Kebiasaan orang yang mengkritik dirinya sendiri hingga cenderung menyalahkan biasa disebut dengan self criticism. Kebiasaan ini apabila dipelihara dapat membuatmu jauh dari rasa bahagia. Kamu menjadi sulit untuk melangkah ke masa depan karena terus terbayang akan kesalahan di masa lalu.
Berikut ini beberapa penyebab seseorang sering melakukan kritik pada dirinya sendiri. Catat baik-baik ya!
1. Adanya trauma masa lalu
Pengalaman masa lalu yang masih membekas bisa membuatmu trauma dan melakukan self criticism. Misalnya, dulu ada orang yang menyatakan kritik terhadapmu di depan umum, lalu kamu merasa malu karena hal itu. Pengalaman buruk yang kamu alami tersebut dapat membuatmu merasa dituntut untuk tidak boleh salah lagi.
Kamu menjadi berusaha keras untuk mencapai kesempurnaan. Hal ini kamu lakukan agar pengalaman tersebut tidak terulang. Kamu memandang agar jangan sampai dikritik oleh orang lain, sehingga kamu memilih terus-menerus mengkritik dirimu sendiri. Kebiasaan ini dalam jangka panjang juga dapat menanamkan perasaan benci pada diri sendiri.
2. Pola asuh orang tua
Pola asuh dari orang tua turut berperan pada kebiasaan anak yang suka mengkritik dirinya sendiri. Orang tua yang terlalu sering memarahi dan mengkritik anaknya bisa membuat mereka menjadi tidak percaya diri. Apalagi, jika disertai dengan tindak kekerasan setiap anak berbuat salah. Anak menjadi lebih mudah untuk menyalahkan dirinya sendiri.
3. Khawatir dengan penilaian orang
Tidak semua hal bisa kamu kontrol dalam kehidupanmu, termasuk penilaian dari orang lain. Terlalu khawatir dengan penilaian orang hanya akan merugikan dirimu sendiri. Pikiranmu menjadi terkuras untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna.
Hentikan kebiasaan memikirkan apa yang dipikirkan orang tentangmu. Pasalnya, orang yang tidak suka denganmu pasti menemukan celah untuk bisa menyalahkan dirimu.
4. Menganggap bahwa kritikan bisa menjadi motivasi
Kamu mencoba menganggap kritikan sebagai pecutan motivasi untuk berkembang menjadi lebih baik. Oleh sebab itu, kamu tanpa henti memberikan kritikan kepada dirimu sendiri. Kritik yang berujung self talk negatif ini justru bisa membuatmu merasa lemah dan tak berdaya.
Nah, itulah empat hal yang menjadi alasan seseorang terbiasa untuk mengkritik dirinya sendiri sampai berlebihan. Jika kamu sering seperti itu, mulai sekarang jangan dilanjutkan, ya!
Tag
Baca Juga
-
Wanita Harus Tahu, 4 Penyebab Badan Lemas saat Menstruasi
-
Hindari dari Sekarang, Ini 4 Kebiasaan Penyebab Sahabat Pergi Menjauh
-
Mudah Tergiur? Ini 4 Tips Ampuh Tahan Godaan Makan Junk Food
-
4 Kesalahan Mencuci Wajah, Bisa Bikin Jerawatan
-
Belajar Memasak, Ini 4 Kesalahan Penyebab Donat Tidak Mengembang
Artikel Terkait
-
Review Novel 'Makhluk Bumi': Jadi Alien demi Bertahan di Dunia yang Gila
-
Anies Singgung Pemerintah yang Anti Kritik: Kalau Dicaci Maki, Jelaskan
-
Fedi Nuril Kritik Cara Puan Maharani Sikapi Kontroversi Pengesahan UU TNI: Tidak Profesional!
-
Narasi Deddy Corbuzier dan Stimatisasi Kritik: Cara Lama Bungkam Masyarakat Sipil
-
Tawari 'Uang' ke Kartunis yang Kritik Jabatannya, Jejak Digital Deddy Corbuzier Jadi Perbincangan
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?