Untuk orang yang sering merasa tidak enak apabila menolak sebuah ajakan atau tawaran, itu sungguh begitu bimbang. Dilematis sepanjang hari apabila menolak suatu hal karena merasa takut melukai perasaan. Padahal menolak adalah bukan perbuatan yang jahat dan kejam. Setiap orang memiliki hak untuk setuju dan menolak. Namun, mengapa masih saja ada orang yang merasa tidak enak apabila menolak tawaran dan ajakan? Tentu hal ini pasti ada latar belakangnya seperti apa.
Faktor penyebab menjadi susah untuk menolak salah satunya bisa berasal dari ketidakpercayaan terhadap diri sendiri, mengapa demikian? Karena merasa tidak yakin sepenuhnya sebab bertabrakan dengan sugesti yang sudah tertanam, sugesti untuk selalu berbuat baik kepada orang dimaknai secara dangkal. Oleh karena itu, apabila menolak ajakan dan tawaran seringkali termasuk kepada perbuatan yang melukai perasaan.
Selain itu, faktor untuk selalu menjadi orang baik dalam segala situasi dan kondisi rasanya sungguh melelahkan apabila konteksnya seperti itu. Kita sering mengorbankan diri sendiri untuk berbuat baik kepada orang lain, sebuah ironi yang terbalut dengan sugesti. Tak apa menolak, jika itu lebih baik. Tak apa menolak, jika itu perlu. Bagaimana caranya agar kita mampu menimbang ajakan dan tawaran dengan kritis sehingga menghasilkan keputusan yang tepat?
Inilah 3 cara menolak ajakan dan tawaran dengan kritis, semoga membantu!
1. Situasi dan Kondisi Adalah Kunci
Ketika akan menimbang sebuah tawaran maupun ajakan, melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu sungguh diperlukan agar mencapai keputusan yang bijak. Situasi adalah ibarat pintu sebelum memutuskan membukanya atau tidak, pada tahap ini kita harus benar-benar melihat situasi dengan tidak sepihak.
Sedangkan kondisi adalah ibarat kunci untuk bisa membuka pintunya, lihat kondisi diri sendiri terlebih dahulu, kondisi fisik dan finansial tentunya. Apabila dirasa lebih tepat untuk menolaknya setelah menimbang dengan kritis, maka sampaikanlah dengan terbuka mengapa alasannya.
2. Self Love
Memikirkan diri sendiri bukan berarti egois, karena merasa sering tidak enak ketika akan menolak, itu sudah mengindikasikan bahwa diri sendiri bukan lagi menjadi prioritas. Munculnya rasa sulit untuk menolak dikarenakan kurangnya percaya diri atas pemikiran sendiri, selalu memerlukan validasi dari orang lain.
Memang, dalam hidup harus berdampingan dengan orang lain, namun diri kita juga berhak untuk mendapatkan ruang dan waktu untuk diri sendiri. Belajarlah menghargai diri sendiri, mencintai diri sendiri. Katakanlah dengan terbuka jikalau dirimu tak bisa menerima ajakan dan tawarannya. Berikanlah pengertian dengan tanpa offensive.
3. Jangan Minta Maaf Berlebihan
Pada tahap ini berurusan dengan etika dan harga diri. Ketika hendak menolak ucapkan kata maaf seperlunya saja, jangan terlalu banyak. Mengapa? Secara psikologis jika seseorang selalu mengatakan minta maaf bahkan ketika dirinya tidak melakukan kesalahan sekalipun, rentan akan menjadikan sifat enggan menolak cenderung lebih besar.
Dan lebih parah lagi, bisa jadi dia akan memanfaatkanmu atas seringnya permintaan maaf darimu. Di sinilah harga diri akan dipermainkan. Sekali lagi, menolak bukanlah sebuah tindak kriminal, jadi biasa saja dalam menyikapinya.
Berpikir kritis sangatlah diperlukan dalam segala aspek, jadi tidak salahnya untuk menolak ajakan dan tawaran kita harus berpikir dengan kritis agar lebih tegas. Umumnya ketika ajakan dan tawaran datangnya dari orang terdekat maka yang akan menentukan keputusan adalah hati, bukan rasionalitas.
Maka tak heran, jika tindakan yang mengganggu secara mental bisa berasal dari orang terdekat. Jadi berhentilah merasa tidak enak untuk menolak dan mulailah kritis untuk menanggapinya.
Baca Juga
-
Pentingnya Berfilsafat di Tengah Kondisi Demokrasi yang Carut-Marut
-
Film A Moment to Remember: Menggugah Hati dan Syarat akan Antropologis
-
Menguak Misteri: Kecerdasan Tidak Didasarkan pada Kehebatan Matematika
-
Antara Kecerdasan Emosional dan Etika dalam Bermain Media Sosial
-
Ini yang Akan Terjadi jika Kuliah atau Pendidikan Tinggi Tidak Wajib!
Artikel Terkait
-
Insecure Parah? Ini 3 Lagu Bertema Self Love dari IVE yang Bisa Kamu Dengar
-
Jangan Ghosting! 6 Cara Menolak Ajakan Buka Bersama untuk Kaum Introvert dengan Sopan
-
IVE Ajak Penggemar Self Love dan Percaya Diri Lewat Lagu 'Attitude'
-
Seberapa Penting Berpikir Kritis di Era Informasi?
-
Mengenal Self-Love dan Kesehatan Mental Lewat Ilustrasi 'A Cup of Soul'
Lifestyle
-
4 Facial Wash dengan Kandungan Probiotik, Jaga Keseimbangan Skin Barrier!
-
Selain Donatur Dilarang Ngatur: Apakah Pria Harus Kaya untuk Dicintai?
-
Lebih Bahagia dengan Cara Sederhana: Mulai dari Micro-Moments of Happiness
-
Koreksi Diri, 3 Hal Ini Membuat Kita Terjebak dalam Pilihan Salah
-
Tampil Menarik dan Keren! Intip 4 Daily Outfit Edgy ala Yoon STAYC
Terkini
-
'Weak Hero Class 2' Tayang April, Kelanjutan Kisah Yeon Si Eun di SMA Baru!
-
Spider-Man: Brand New Day, Jembatan Multiverse MCU ke Avengers: Doomsday
-
First Impressions Drama 'Korea The Divorce Insurance', Worth It Gak Sih?
-
Resmi! PSSI Umumkan Skuad Timnas Indonesia Untuk Piala Asia U-17 2025
-
22 Tahun Bersama, TVXQ Resmi Perpanjang Kontrak dengan SM Entertainment