Otak adalah salah satu organ yang penting di dalam tubuh manusia. Otak sendiri dibagi menjadi dua sisi, yakni otak kiri dan kanan. Setiap sisi otak tersebut memiliki peranan penting untuk mengatur fungsi tubuh saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut mengenai otak kiri.
Sebuah penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa otak kiri lebih banyak digunakan untuk proses berpikir secara verbal, dan analitis. Secara umum pula, otak bagian kiri ini lebih dominan dalam hak bahasa, sehingga sangat berperan penting mengolah apa yang kita dengar dan kita bicarakan.
Ketika kita ingin mengungkapkan suatu fakta, maka bagian otak yang bekerja untuk menggali memori atau ingatan ialah bagian otak kiri.
Lantas, bagaimana cara kita untuk mengasah ketajaman otak kiri kita?
Melansir dari Dosenpsikologi.com, berikut 3 cara yang dapat dilakukan untuk mengasah otak kiri.
1. Jangan biasakan menghitung dengan kalkulator
Kita hidup di era yang semakin canggih, di mana setiap sesuatu yang kita lakukan dapat dibantu dengan teknologi. Bahkan, termasuk saat berhitung. Salah satu teknologi canggih yang dapat membantu kita dalam berhitung ialah kalkulator.
Sayangnya, kesalahan kita ialah terlalu memanfaatkan teknologi kalkulator itu bahkan dalam menghitung sesuatu dengan angka yang kecil. Akibatnya, kemampuan berhitung manual kita akan melemah.
Maka dari itu, jangan biasakan menghitung menggunakan kalkulator. Cobalah belajar untuk menghitung secara sendiri. Dimulai dari hitungan yang mudah. Jika dari hal-hal kecil seperti ini kita biasakan untuk menghitung tanpa kalkulator, maka niscaya kemampuan otak kiri kita akan semakin terasah.
2. Mempelajari bahasa asing
Selain dapat membantu rasa percaya diri kita ketika berbicara menggunakan bahasa asing, ternyata belajar bahasa asing banyak manfaatnya, lho. Salah satunya bagi otak kiri. Tanpa kita sadari, ketika kita mempelajari struktur dan kosakata dalam bahasa asing, sel-sel di otak kita akan membesar yang membuat otak semakin produktif.
Wah, keren sekali, bukan?
3. Sering mengisi teka-teki silang
Selain untuk menghitung, otak kiri dapat membantu manusia untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Salah satu cara untuk melatih kemampuan otak kiri dalam menyelesaikan masalah ialah dengan rajin mengisi teka-teki silang.
Mungkin, kelihatannya mudah, akan tetapi pada dasarnya saat mengisi teka-teki silang, otak manusia khususnya otak kiri akan dilatih untuk menemukan jawaban dari kotak yang kosong. Dengan begitu, otak kiri akan semakin terasah untuk berpikir secara meluas.
Itulah 3 cara yang bisa kita lakukan untuk mengasah ketajaman otak kiri. Siap mempraktikkannya?
Baca Juga
-
4 Hal yang Bikin Si Doi Ilfeel Banget sama Kamu, Yuk Hindari!
-
5 Ciri yang Menunjukkan Seseorang Memiliki Kepribadian Omega, Kamu Termasuk?
-
Pasangan Tidak Peka? Ini 4 Cara untuk Menghadapinya!
-
4 Gejala Batu Amandel, Salah Satunya Bau Mulut
-
5 Hal Penting tentang Ablutophobia, dari Definisi hingga Treatment
Artikel Terkait
-
Sayang untuk DIlewatkan, Ini 4 Manfaat Ginseng Korea bagi Kesehatan
-
Lenggang dan Otak-Otak Palembang, Pilihan Takjil yang Dipanggang
-
Tren Unik: Banyak Orang Belajar Bahasa Asing Jam 5 Pagi Selama Ramadhan
-
11 Potret Terbaru Gugun Gondrong, Belasan Tahun Lawan Tumor Otak
-
Tes Kepribadian Pemikiran Rasional: Apakah Kamu Termasuk Salah Satunya?
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?
-
Bertabur Bintang! Kim Yeon Koung, Lee Junho, dan Kazuha Resmi Jadi Staf Baru di Kian's Bizarre B&B 2
-
Bukan Hanya Romance: Bagaimana Trilogi 'Before' Memotret Realisme Hubungan