Selain kembang api dan lampu hias, Belanda punya tradisi khusus untuk merayakan tahun baru, yakni memanggang oliebollen. Di negeri ini, jutaan oliebollen dipanggang di malam pergantian tahun.
Mengapa oliebollen disebut sebagai makanan yang identik dengan tahun baru di Belanda? Panjang sekali sejarahnya. Meski begitu, mari kita urut satu per satu.
Laman Dutchreview menjelaskan bahwa oliebollen adalah bola-bola adonan yang digoreng di dalam wajan dengan minyak panas. Sulit untuk tergiur hanya dengan mendengar kata ‘oliebollen’ sebab artinya adalah bola-bola minyak. Sama sekali tidak menggugah selera. Namun, nyatanya makanan ini populer dan jadi primadonanya tahun baru.
Asal Usul dan Bahan-bahan Membuat Oliebollen
Makanan ini dibuat dari adonan tepung, air, gula, dan garam. Lalu, di atasnya diberi taburan gula halus, sepotong kayu manis, dan apel serta kismis.
Tapi, penganan ini punya banyak nama. Orang Flanders menyebutnya smoutebollen, orang Wallonia menyebutnya croustillons, dan orang Belgia timur dan Jerman lebih suka menyebutnya schmalzkugeln.
BACA JUGA: Suami Spek Daddy Sugar, 5 Potret Bunga Zainal Liburan dan Belanja Pakai Uang Sendiri
Tidak yang tahu persis mengenai asal usul oliebollen. Tapi para pakar merujuk ke sebuah lukisan karya Albert Cuyp tahun 1652 yang memasukkan gambar panci masak oliebollen. Diperkirakan, sekitar tahun itulah oliebollen ditemukan.
Sebagian orang ada yang percaya bahwa makanan ini kemungkinan dibawa oleh orang Belanda ke Portugal dan Spanyol oleh orang Yahudi Sephardic yang kabur dari inkuisi Spanyol di abad pertengahan.
Dongeng dari Batavia dan Frisia tentang Oliebollen
Ada cerita lain tentang oliebollen yang menyebutkan bahwa orang Batavia dan Frisia makan makanan ini untuk menghindari Dewi Jermanik yang dikenal dengan nama Perchta atau Berchta.
Di musim dingin, sang Dewi tersebut akan berkeliling dengan pedangnya dan merobek perut orang-orang yang tidak gemuk. Hanya mereka yang perutnya berisi oliebollen yang luput dari sabetan pedang Dewi Perchta.
Di sisi lain, ada alasan mengapa penganan ini dimakan di hari raya khusus seperti tahun baru. Ada teori yang mengatakan orang Belanda percaya bahwa praktik tersebut asalnya dari abad pertengahan. Beberapa daerah di Belanda, orang berpuasa antara St Martin dan Natal.
BACA JUGA: Nathalie Holscher Sempat Ingin Lepas Hijab saat Banyak Masalah: Nggak Kuat
Setelah puasa ini berakhir, mereka berpesta, minum-minuman dan makan yang banyak. Di perayaan ini oliebollen menjadi makanan yang penting karena ia mengenyangkan dan bikin badan gemuk, sehingga cocok untuk periode setelah berpuasa apalagi di musim dingin yang panjang.
Nah, ternyata ada sejarah panjang di balik penganan lezat yang kini sudah mendunia. Oliebollen tidak hanya dimakan di hari-hari tertentu saja. Banyak penjual kaki lima yang menjajakan makanan ini di musim-musim lain.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Krisis Air dan Udara Panas di Cimahi: Cerita dari Lapang Rumput yang Hilang
-
Sisi Gelap Ekonomi Sirkular: Saat Semangat Daur Ulang Warga Kandas karena Pasar
-
Penutupan TPA Sarimukti dan Langkah Kecil yang Bisa Dilakukan di Rumah
-
Saatnya Ganti Provider: Jaringan 5G Stabil Jadi Alasan Netizen Pindah ke XL
-
Nyoman Nadiana, Les Grow, dan Astra: Modal Lokal VS Pendampingan Tepat
Artikel Terkait
-
Berapa Kali Thinwall Boleh Dipakai? Kenali Tanda Kapan Harus Dibuang
-
Review Laut Bercerita: Ketika Luka Sejarah Menolak Tenggelam dalam Ingatan
-
Bosan dengan Olahan Sosis yang Itu-Itu Saja? Coba Kreasi Ini Buat Menu Makin Bervariasi
-
Ancaman Krisis Pangan 2027, tapi MBG Berisiko Membuang Jutaan Ton Makanan?
-
Menyusuri Makam Imam Al Bukhari di Uzbekistan, Ada Jejak Bung Karno di Soekarno Hall
Lifestyle
-
Kurang Bersyukur Tidak Menjadi Jawaban atas Persoalan Kesehatan Mental
-
7 Rekomendasi Sepatu Olahraga dan Kasual Harga Rp500 Ribu - Rp1 Juta
-
6 Flatshoes Ujung Runcing yang Bikin Kaki Terlihat Lebih Jenjang
-
Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap
-
Tak Hanya Menyembuhkan, 5 Dokter ini juga Bagikan Inspirasi Lewat Tulisan
Terkini
-
Bijak Memilah Hal Penting dalam Buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
-
Gaji Pas-pasan, Pajak Macam-macam: Menghitung Sisa Napas Finansial Pekerja
-
Gema Stop the Wedding: Seni Berhenti Sebelum Terjebak Hubungan Salah
-
Review Buku Little Women: Perjalanan Empat Saudari Menemukan Arti Kedewasaan
-
Drawing Closer: Apa yang Ingin Kita Tinggalkan Jika Waktu Kita Terbatas?