Baru-baru ini viral berita tentang Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat yang meminta jam masuk sekolah tingkat SMA dan sederajat di Kupang dimajukan menjadi pukul 5 pagi. Pernyataan ini langsung mendapat sorotan dari publik dan viral di media sosial. Melalui video yang beredar, gubernur NTT itu mengungkapkan bahwa dengan menetapkan aturan masuk sekolah jam 05.00 pagi dapat membuat siswa menjadi lebih disiplin. Tentunya ini akan berdampak untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Meskipun menuai beragam tanggapan dari para netizen, pernyataan gubernur tersebut ada benarnya juga. Seseorang yang belajar menjelang pagi, tepatnya pukul 05.00 akan lebih mudah fokus karena kondisi otak yang masih fresh dan belum menerima rangsangan apapun. Dilansir dari www.setson.edu , ada beberapa waktu yang dinilai efektif untuk belajar. Untuk selengkapnya simak di bawah ini.
1. Menjelang Pagi
Dari sisi medis, mengulang kembali pelajaran pada waktu subuh atau menjelang pagi dinilai lebih efektif daripada belajar malam hari. Menjelang pagi atau sekitar jam 05.00 pagi otak masih dalam keadaan fresh dan belum terkontaminasi apapun. Dengan begitu, otak akan bekerja lebih maksimal dan konsentrasi. Kondisi yang seperti inilah yang sangat baik dimanfaatkan untuk belajar.
2. Pagi hari (07.00 - 09.00)
Pada pagi hari tepatnya sekitar pukul 07.00 sampai 09.00 pagi, kondisi otak masih sangat baik karena belum digunakan untuk memikirkan hal-hal yang berat. Oleh karena itu, ini adalah waktu yang tepat jika dimanfaatkan untuk belajar. Pada waktu ini semangat dan tenaga masih penuh, sehingga pikiran akan menjadi lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi hal lain.
BACA JUGA: CEK FAKTA: Amanda Manopo Positif Hamil, Hasil USG Tampilkan Anak Laki-laki, Benarkah?
3. Pertengahan Siang (11.00 - 14.00)
Di antara jam 11.00 sampai 14.00 siang adalah waktu yang pas untuk mengerjakan tugas-tugas yang sulit dan berat. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mempelajari materi yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Kemampuan analisis otak juga sedang berada di puncaknya pada jam ini. Setelah itu, manfaatkan waktu untuk istirahat sebentar dan tidur siang.
4. Malam Hari (18.00 - 21.00)
Waktu malam yang sangat direkomendasikan untuk belajar adalah pukul 18.00 sampai 21.00 malam. Produksi melatonin (hormon tidur) dalam tubuh juga masih berada di level terendah. Ini adalah waktu yang pas untuk mengerjakan tugas yang tidak terlalu berat atau mengulang kembali materi pelajaran.
Itu dia 4 waktu belajar yang paling efektif. Belajar di waktu-waktu tersebut tentu akan membuat otak menjadi lebih konsentrasi dan mudah memahami materi.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
5 Ide Casual Outfit Terinspirasi dari Hwang Minhyun, Bisa Jadi Referensi!
-
7 Inspirasi OOTD Simpel ala Jung Hae In, Bisa Buat Beragam Look!
-
7 Inspirasi Gaya Sporty ala Cha Eun Woo ASTRO, Tampil Modis dan Fashionable
-
Tampil Anggun dan Elegan dengan 5 Ide Feminim Outfit ala Kim Yoo Jung
-
Biar Gak Mati Gaya, Intip 7 Ide Styling Celana Jeans ala I.N Stray Kids
Artikel Terkait
-
Jaringan Predator Seks Anak di NTT: Sosok VK Diduga Jadi 'Makelar' Eks Kapolres Ngada!
-
Eks Kapolres Ngada Ditahan Bareskrim: Kasus Asusila Anak di Bawah Umur Terungkap!
-
Polisi Predator Anak: Kapolres Ngada Diduga Cabuli 3 Bocah, Video Disebar Online!
-
Kisah Inspiratif dari NTT: Guru Honorer Berjuang Demi Pendidikan di Desa Terpencil
-
Menu Makan Bergizi Gratis Siswi di NTT Bikin Publik Geram, Dapat Daging Mentah
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?