Google akhirnya memperkenalkan varian terbarunya, yakni Pixel 10 Series, melalui kehadiran Pixel 10a di pasar global pekan ini. Sesuai dengan namanya, perangkat ini menjadi penerus dari Pixel 9a yang meluncur lebih dulu tahun lalu, dengan sejumlah peningkatan menarik yang membuatnya semakin kompetitif di kelasnya.
Salah satu pembaruan paling mencolok pada Pixel 10a adalah hadirnya fitur Satellite SOS. Fitur ini memungkinkan ponsel terhubung langsung ke satelit ketika pengguna berada di lokasi tanpa jangkauan sinyal seluler maupun akses internet. Google merancang teknologi ini untuk membantu dalam kondisi darurat, seperti kecelakaan di wilayah terpencil, tersesat saat mendaki gunung, atau situasi genting lain yang membutuhkan pertolongan secepat mungkin.
Tak hanya dari sisi fitur, Pixel 10a juga tampil dengan sentuhan desain baru. Bagian belakang perangkat kini dibuat sepenuhnya datar, sementara modul kamera dirancang lebih menyatu dengan bodi. Desain ini tidak hanya memberikan kesan lebih modern dan minimalis, tetapi juga membuat ponsel dapat diletakkan stabil di atas permukaan rata tanpa terasa mengganjal.
Spesifikasi Google Pixel 10a
Dari segi tampilan, sebagaimana dilansir dari laman Gizmochina, Rabu (18/2/2026), Pixel 10a masih mengusung layar Actua berukuran 6,3 inci seperti generasi sebelumnya. Meski demikian, Google meningkatkan tingkat kecerahan puncaknya menjadi 3.000 nits, naik dari 2.700 nits pada Pixel 9a. Layarnya kini lebih nyaman digunakan di bawah terik matahari. Sertifikasi IP68 juga tetap dipertahankan, memastikan perangkat tahan debu dan air.
Peningkatan yang cukup terasa hadir pada perlindungan layarnya. Jika sebelumnya menggunakan Gorilla Glass 3, kini Pixel 10a dibekali Gorilla Glass 7i. Google mengklaim kaca terbaru ini lebih tangguh terhadap goresan dan mampu bertahan saat terjatuh dari ketinggian hingga 1 meter.
Sebagai ponsel besutan Google, sektor perangkat lunak menjadi daya tarik utama. Pixel 10a langsung menjalankan Android 16 sejak awal dan dijanjikan mendapat pembaruan sistem operasi serta keamanan hingga tujuh tahun.
Beragam fitur berbasis AI juga sudah terintegrasi, mulai dari Gemini Assistant hingga Gemini Live, yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan pengalaman pengguna sehari-hari.
Sementara itu, dari sisi dapur pacu, tidak ada perubahan signifikan. Pixel 10a tetap mengandalkan chipset Tensor G4 yang juga digunakan pada Pixel 9a. Konfigurasi RAM dan penyimpanan pun masih sama, yakni 8 GB dengan pilihan memori internal 128 GB atau 256 GB.
Di sektor fotografi, ponsel ini dibekali kamera utama 48 MP, lensa ultra-wide 13 MP, serta kamera depan 13 MP untuk kebutuhan swafoto. Pembaruan hadir lewat fitur berbasis AI, seperti Camera Coach, Auto Best Take, dan Add Me yang membantu menghasilkan foto lebih optimal dengan cara yang lebih praktis.
Perbedaan Lain Google Pixel 10a dan Pixel 9a
Perbedaan lain terlihat pada desain dan aspek keberlanjutan. Bagian belakang Pixel 10a kini menggunakan 81 persen plastik daur ulang. Google juga menghadirkan casing resmi baru yang terbuat dari 36 persen plastik daur ulang dengan warna senada perangkat. Baik ponsel maupun casing tidak dilengkapi magnet bawaan.
Menariknya, Pixel 10a disebut sebagai seri Pixel a pertama yang menggunakan material daur ulang dalam jumlah lebih besar, termasuk kobalt, tembaga, emas, dan tungsten, yang setidaknya mencakup 36 persen dari bobot perangkat. Bingkai aluminiumnya bahkan terbuat dari 100 persen bahan daur ulang, sementara kemasannya sepenuhnya bebas plastik.
Untuk pasar Amerika Serikat, Pixel 10a hadir dalam empat pilihan warna menarik: Lavender, Berry, Fog, dan Obsidian. Smartphone ini dipasarkan dengan harga 499 dolar AS atau sekitar Rp8,4 juta, dan mulai tersedia di pasaran pada awal Maret 2026.
Baca Juga
-
Novel Ikhlas Penuh Luka: Kisah Dua Hati yang Sama-Sama Saling Menyembuhkan
-
Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Menyusuri Luka dan Alasan untuk Bertahan
-
Smartwatch Advan SE1: Gaya dan Teknologi Menyatu di Pergelangan Tangan
-
Doa Belum Terjawab? Tenang, Dai Sejuta Umat KH Zainuddin MZ Punya Resep Spiritualnya
-
Kenangan yang Tak Pernah Kering dalam Buku 'Orang-Orang Berpayung Hitam'
Artikel Terkait
-
4 Rekomendasi HP Layar Lengkung Harga Rp4 Jutaan 2026, Performa dan Fitur Tetap Kompetitif
-
5 Rekomendasi HP Xiaomi Layar Lebar untuk Pengalaman Visual Maksimal
-
Kapan Samsung Galaxy A37 dan Galaxy A57 Meluncur? Bocoran Ungkap Timeline Perilisan
-
Xiaomi 17 Series Siap Guncang Pasar Global pada 28 Februari, Diprediksi Harga Mulai Rp19 Jutaan
-
Cara Cek Harga Gadai HP di Pegadaian 2026: Mudah, Lengkap dengan Syaratnya
Lifestyle
-
Rajanya HP Murah? HP Oppo Rp1,6 Juta Bawa Baterai 6.500 mAh dan Layar 120Hz
-
Bye Keriput! 5 Body Wash Kolagen untuk Kulit Lebih Kencang
-
4 Inspirasi Sporty Look ala Park Min Young, Tetap Chic saat Berkeringat!
-
Nggak Perlu Insecure Lagi, 5 Foot Spray Ini Ampuh Usir Bau Kaki Membandel
-
4 Pelembab Anti-Aging Berukuran Besar 100 ML, Solusi Hemat Wajah Awet Muda!
Terkini
-
Impian Banyak Pria, Harley-Davidson Pamerkan CVO Road Glide RR Paling Mahal
-
Novel Ikhlas Penuh Luka: Kisah Dua Hati yang Sama-Sama Saling Menyembuhkan
-
Dunia Sindhunata dalam Mata Air Bulan: Sebuah Perjumpaan Iman dan Budaya
-
Mr. & Mrs. Egois: Saling Mencintai, Tapi Kenapa Harus Saling Menyakiti?
-
Menyorot Tradisi Membaca Buku di Negara Jepang di Buku Aneh Tapi Nyata