Kalau ada satu momen yang paling akrab dengan anak kos, mungkin jawabannya adalah minggu-minggu terakhir sebelum uang bulanan datang lagi. Isi dompet mulai menipis, saldo rekening tinggal sisa, tetapi perut tetap harus diisi.
Lucunya, justru di fase seperti itu kemampuan berburu tempat makan murah benar-benar diuji. Surabaya memang dikenal sebagai kota dengan pilihan kuliner yang hampir tidak ada habisnya. Kabar baiknya, tidak semua makanan enak harus menguras isi dompet.
Buat mahasiswa baru, pekerja yang baru merantau, atau siapa saja yang sedang berusaha menghemat pengeluaran, tiga tempat makan ini bisa menjadi "penyelamat" ketika akhir bulan mulai terasa panjang.
1. Sego Marem Manukan Tengah, Surga Menu Serba Rp10 Ribuan
Kalau mendengar ada warung makan yang menjual menu serba Rp10 ribu di Surabaya, mungkin terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan.
Ternyata memang ada.
Sego Marem yang berada di kawasan Manukan Tengah menjadi salah satu tempat makan yang ramai dibicarakan karena menawarkan berbagai pilihan menu dengan harga seragam sekitar Rp10.000 per porsi.
Konsepnya sederhana. Pembeli bisa menikmati nasi lengkap dengan lauk rumahan tanpa harus berpikir dua kali soal harga. Bagi anak kos, selisih lima atau sepuluh ribu rupiah setiap kali makan bisa sangat berarti jika dikumpulkan selama sebulan.
Tidak heran jika warung ini sering dipadati mahasiswa hingga pekerja sekitar yang ingin makan kenyang tanpa membuat dompet "sesak napas".
2. Sego Sambel Mak Yeye, Pedasnya Melegenda, Harganya Tetap Bersahabat
Nama Sego Sambel Mak Yeye hampir selalu muncul ketika membahas kuliner legendaris Surabaya.
Warung yang berada di Jalan Jagir Wonokromo ini sudah lama menjadi langganan berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, pekerja malam, hingga wisatawan yang penasaran dengan sambalnya yang terkenal pedas.
Hal yang membuat tempat ini tetap ramai bukan hanya soal rasa.
Harga menunya juga masih tergolong ramah di kantong. Satu porsi dibanderol sekitar Rp15.000 hingga Rp31.000, tergantung lauk yang dipilih.
Kalau ingin lebih hemat, cukup memilih lauk sederhana seperti telur atau ikan, tetapi tetap bisa menikmati sambal khas yang menjadi daya tarik utama warung ini.
Banyak pelanggan bahkan rela mengantre cukup lama demi seporsi nasi sambal yang rasanya konsisten dari tahun ke tahun.
3. Warung Bu Tin, Masakan Rumahan yang Selalu Dicari
Ada kalanya anak kos mulai bosan dengan mi instan atau lauk yang itu-itu saja.
Saat momen seperti itu datang, Warung Bu Tin bisa menjadi pilihan.
Warung makan legendaris di Surabaya ini terkenal dengan menu masakan rumahan yang rasanya akrab di lidah. Beberapa menu favorit pelanggan antara lain Nasi Empal Udang, Nasi Campur, hingga Rawon.
Harga makanannya juga masih bersahabat, berkisar mulai Rp15.000 hingga Rp20 ribuan per porsi.
Porsinya cukup mengenyangkan sehingga banyak mahasiswa menjadikannya tempat makan langganan, terutama ketika ingin menikmati makanan rumahan tanpa harus memasak sendiri.
Makan Hemat Bukan Berarti Harus Mengorbankan Rasa
Banyak orang mengira hidup hemat identik dengan makan seadanya. Padahal kenyataannya tidak selalu begitu.
Selama tinggal di Surabaya, saya justru menemukan bahwa kota ini punya banyak warung makan yang tetap menjaga rasa tanpa mematok harga tinggi. Memang perlu sedikit usaha untuk mencari rekomendasi yang tepat, tetapi hasilnya sepadan.
Apalagi bagi mahasiswa baru yang masih menyesuaikan pengeluaran atau pekerja yang baru menerima gaji pertama, menemukan tempat makan murah bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat.
Bukan berarti harus makan murah setiap hari. Sesekali menikmati makanan favorit tentu tidak masalah. Namun ketika akhir bulan datang dan saldo mulai menipis, mengetahui beberapa "markas penyelamat dompet" seperti Sego Marem, Sego Sambel Mak Yeye, dan Warung Bu Tin bisa membuat hidup sebagai anak kos terasa sedikit lebih ringan.
Karena pada akhirnya, bertahan di kota besar bukan hanya soal seberapa besar penghasilan, tetapi juga seberapa pintar memilih tempat makan yang enak, mengenyangkan, dan tetap bersahabat dengan isi dompet.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Ketika Pakan Satwa Dikorupsi: Ironi Ketidakadilan Mahluk yang Tak Bersuara
-
Berapa Harga Tiket Masuk Kebun Binatang Surabaya? Eks Dirutnya Jadi Tersangka Korupsi
-
Apa Saja Hewan di Kebun Binatang Surabaya? Kondisi Satwa Disorot usai Eks Dirut Korupsi
-
Korupsi Pakan KBS: Saat Keserakahan Manusia Merampas Hak Satwa
-
Eks Dirut KBS Korupsi Pakan Hewan Rp10,2 Miliar: Saat Manusia Lebih Buas dari Predator
Lifestyle
-
5 Rekomendasi Hand Cream untuk Tangan Halus, Lembut, dan Bebas Kering
-
Gak Cuma Cookies, Ini Dia 4 Olahan Dubai Chewy yang Wajib Kamu Coba!
-
5 Parfum Beraroma Bakery dengan Wangi Khas yang Unik, Bikin Ketagihan!
-
Rayakan Hari Kebaya Nasional dengan 4 Brand Kebaya Mulai Rp100 Ribuan
-
Bye Kusam! 4 Micellar Water Licorice untuk Kulit Bersih, Sehat, dan Cerah
Terkini
-
Kupas Tuntas Orang Pertama Tunggal: Ketika Batas Antara Fakta dan Fiksi Melebur
-
Nam Joo Hyuk Isyaratkan Drama The East Palace Berlanjut ke Season 2
-
Khutbah di Bawah Lembah: Melawan Tanpa Kebencian, Bertahan Demi Martabat
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani