Sekar Anindyah Lamase | Desyta Rina Marta Guritno
Media Sosial (Pixabay/Erik_Lucatero)
Desyta Rina Marta Guritno

Memasuki tahun ajaran baru, media sosial kembali dipenuhi unggahan mahasiswa baru alias maba yang memperkenalkan diri lewat twibbon.

Tren twibbon seperti ini sebenarnya sudah ada sejak lama, biasanya mahasiswa/siswa baru diminta untuk mengunggah foto mereka menggunakan twibbon dari universitas/sekolah mereka masing-masing, disertai dengan caption perkenalan.

Namun, jika diperhatikan ada yang berbeda dari tren twibbon tahun ini. Jika sebelumnya twibbon identik dengan foto formal, kini banyak maba memilih menggunakan video lucu dengan kreasi yang lebih lucu dan segar.

Alih-alih hanya mengunggah foto dengan pose terbaik, mahasiswa baru mulai membuat video dengan berbagai konsep. Ada yang menggunakan sound viral, transisi unik, ekspresi kocak, hingga video yang sengaja dibuat absurd untuk mengundang tawa.

Fenomena ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah anak muda sekarang tak mau 'terlalu serius' meskipun itu menyangkut tugas resmi dari kampus/sekolah?

Setiap Masa Ada Tren-nya

Perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan generasi muda mengonsumsi konten video pendek seperti TikTok, Reels, atau Shorts.

Itu membuat video pendek menjadi salah satu media komunikasi dan publikasi yang sangat familiar bagi anak muda. Mereka terbiasa mengekspresikan diri melalui sound, tren, meme, hingga gaya editing tertentu.

Oleh karena itu ketika mendapat tugas atau ajakan membuat twibbon, format video terasa lebih kekinian, inovatif, dan fresh, cocok dengan gaya anak muda zaman sekarang yang berani berekspresi.

Berbeda dengan tren twibbon dulu yang hanya mengandalkan foto terbaik, untuk saat ini hal tersebut sudah terlalu biasa alias kurang out of the box dan cenderung membosankan.

Sisi positifnya, membuat video yang lucu dan unik bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas mereka masing-masing sekaligus menunjukkan identitas diri.

Anak Muda Tak Mau Monoton

Meski terlihat semakin santai, tren tersebut sebenarnya tidak berarti anak muda sudah meninggalkan gaya formal. Formalilas masih diperlukan dalam berbagai situasi, misalnya ketika berkaitan dengan urusan akademik atau pekerjaan.

Namun, ketika berada di media sosial, gaya yang lebih santai, kreatif, dan menghibur justru terasa lebih sesuai. Faktanya, sejak ada tren twibbon video lucu ini, unggahan-unggaham mahasiswa/siswa baru lebih banyak mendapatkan sorotan.

Dengan kata lain, bukan anak muda tak mau lagi tampil formal atau menyikapi suatu hal dengan serius, melainkan cara mereka mengekspresikan diri jadi semakin beragam alias tidak monoton.

Jadi Wadah Unjuk Diri

Tren twibbon video lucu memperlihatkan bagaimana cara anak muda memperkenalkan diri ikut berubah seiring berkembangnya zaman.

Jika dahulu identitas mahasiswa baru cukup ditunjukkan melalui nama, jurusan, dan foto formal, kini yang lebih ingin ditunjukkan oleh mereka adalah karakter di balik identitas tersebut.

Ada yang ingin terlihat lucu, kreatif, percaya diri, atau bahkan sengaja tampil nyeleneh. Bagi mahasiswa baru keluar dari zona sekolah yang dulunya lebih banyak peraturan ke lingkup universitas yang lebih bebas, membuat twibbon mungkin menjadi perayaan atau tanda kebebasan.

Di sini mereka bebas menjadi diri sendiri dengan menampilkan video sekreatif mungkin yang sesuai dengan kepribadian mereka masing-masing, tapi tetap tidak meninggalkan batasan yang sudah ditetapkan, seperti tetap menggunakan caption sesuai format.

Kesimpulannya, jika ditanya apakah anak muda tak mau tampil formal atau terlalu serius? Jawabannya bukan tidak mau, melainkan mereka hanya mulai memisahkan mana situasi yang perlu disikapi serius dan mana yang santai.

Di era media sosial, menjadi diri sendiri dengan cara yang kreatif justru bisa menjadi bentuk perkenalan yang lebih menarik dan itu tidak harus dilakukan secara formal/serius, meskipun twibbon ini tergolong tugas resmi dari kampus/sekolah (selama masih mengikuti syarat dan ketentuan).

Lantas, bagaimana tanggapan kalian tengang tren twibbon video lucu ini?