Asus kembali memperluas lini komputer untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI) dan kreator profesional melalui perangkat desktop mini bernama ProArt GR1X. Menariknya, mini PC ini mengandalkan Superchip Nvidia RTX Spark yang dirancang untuk menjalankan model AI berukuran besar secara lokal tanpa harus terus bergantung pada server cloud.
Diperkenalkan bersamaan dengan jajaran laptop ProArt terbaru, Asus ProArt GR1X hadir sebagai solusi komputasi berperforma tinggi dalam bodi yang sangat ringkas. Perangkat ini menyasar pengguna yang membutuhkan kemampuan pemrosesan AI, pengembangan model bahasa besar atau Large Language Model (LLM), hingga pekerjaan kreatif yang menuntut sumber daya komputasi besar.
Dengan volume sasis hanya 1,1 liter, ProArt GR1X mencoba menghadirkan kemampuan komputasi yang biasanya ditemukan pada sistem desktop berukuran jauh lebih besar. Asus juga membekali perangkat ini dengan kapasitas memori terpadu hingga 128GB untuk mengakomodasi kebutuhan pemrosesan AI yang semakin kompleks.
Daya tarik utama Asus ProArt GR1X terletak pada penggunaan Superchip RTX Spark yang menggabungkan CPU Nvidia Grace dengan GPU berbasis arsitektur Blackwell RTX. Prosesor tersebut memiliki CPU 20-core dan GPU dengan 6.144 inti CUDA untuk menangani berbagai beban kerja komputasi, termasuk pemrosesan AI dan aplikasi kreatif.
Kedua komponen ini terhubung melalui teknologi NVLink-C2C. Interkoneksi tersebut memungkinkan CPU dan GPU mengakses kumpulan memori LPDDR5X terpadu, sehingga data dapat digunakan bersama tanpa harus sepenuhnya mengikuti pemisahan memori CPU dan GPU seperti pada sistem konvensional.
Konsep ini menjadi penting untuk menjalankan model AI lokal berukuran besar. Salah satu kendala dalam pemrosesan AI langsung di perangkat adalah kapasitas memori yang tersedia. Ketika model membutuhkan memori lebih besar daripada kapasitas yang dimiliki sistem, pengguna dapat menghadapi keterbatasan performa atau harus mengandalkan sumber daya komputasi eksternal.
Asus ProArt GR1X menawarkan dua pilihan kapasitas memori terpadu, yakni 64GB dan 128GB. Menurut Asus, konfigurasi 128GB mampu menjalankan model bahasa besar dengan hingga 120 miliar parameter sepenuhnya di perangkat.
Kemampuan tersebut berpotensi menarik bagi pengembang AI, peneliti, maupun kreator yang ingin bereksperimen dengan model bahasa besar tanpa selalu mengirimkan data ke layanan cloud. Pemrosesan lokal juga dapat memberikan kendali lebih besar terhadap data dan alur kerja, meskipun performa aktual tetap bergantung pada model, konfigurasi, dan kebutuhan memori masing-masing aplikasi.
Meski menawarkan kemampuan komputasi yang serius, Asus ProArt GR1X hanya berukuran 150 x 150 x 51 mm. Bobotnya tercatat sekitar 1,48 kilogram, membuatnya lebih mudah ditempatkan di meja kerja dibandingkan komputer desktop konvensional yang membutuhkan ruang lebih luas.
Namun, ukuran ringkas bukan berarti perangkat ini memiliki konsumsi daya yang rendah. Asus menyebut komponen internalnya memiliki TDP 140W, sehingga sistem pendinginan menjadi salah satu aspek penting dalam desainnya.
Untuk menjaga temperatur selama bekerja, Asus menyematkan sistem pendingin dengan dua kipas serta sasis berventilasi. Perusahaan mengklaim rancangan termal tersebut ditujukan untuk mendukung pengoperasian berkelanjutan selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu.
Karakteristik ini membuat ProArt GR1X berpotensi digunakan untuk tugas AI yang berjalan di latar belakang, eksperimen model berulang, hingga sesi rendering panjang. Meski demikian, klaim kemampuan beroperasi secara terus-menerus tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian performa dan temperatur dalam penggunaan nyata.
Di sisi perangkat lunak, Asus membekali ProArt GR1X dengan dukungan ekosistem Nvidia CUDA. Platform ini banyak digunakan untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi komputasi GPU, termasuk berbagai kerangka kerja AI.
Perangkat tersebut juga mendukung integrasi dengan Hermes, agen AI sumber terbuka dari Nous Research. Kehadiran dukungan ini membuka peluang bagi pengguna untuk membangun alur kerja berbasis agen AI langsung di komputer mereka.
Selain itu, Asus menyediakan dukungan bawaan untuk ComfyUI, perangkat lunak yang populer di kalangan pengguna AI generatif, terutama untuk membuat alur kerja pembuatan gambar berbasis model difusi.
Kombinasi tersebut membuat ProArt GR1X tidak hanya ditujukan untuk menjalankan chatbot lokal, tetapi juga berpotensi menjadi perangkat untuk eksperimen AI generatif, pengembangan aplikasi, dan otomatisasi pekerjaan berbasis AI.
Walaupun berukuran kecil, Asus ProArt GR1X menawarkan konektivitas yang cukup lengkap. Bagian belakang perangkat mencakup satu port Ethernet RJ45 10G, satu HDMI 2.1, serta tiga port USB Type-C 3.2 Gen 2x2 yang mendukung DisplayPort Alt Mode.
Asus menyebut konfigurasi ini memungkinkan penggunaan hingga empat layar beresolusi 4K secara bersamaan. Fitur tersebut dapat membantu kreator profesional yang membutuhkan beberapa layar untuk mengelola lini masa video, perangkat lunak desain, pemantauan model AI, dan berbagai aplikasi produktivitas.
Untuk konektivitas nirkabel, mini PC ini mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4. Sementara itu, kebutuhan penyimpanan ditangani oleh dua slot M.2 yang mendukung PCIe 5.0 dan PCIe 4.0.
Dukungan tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan tambahan untuk model AI, kumpulan data, proyek kreatif, maupun berkas berukuran besar.
Asus mengonfirmasi bahwa ProArt GR1X akan tersedia pada akhir 2026 dalam pilihan warna hitam dan silver. Perangkat ini akan dipasarkan melalui sejumlah toko tertentu dengan pilihan memori terpadu 64GB dan 128GB.
Sayangnya, Asus belum mengungkapkan harga resmi untuk kedua konfigurasi tersebut. Informasi mengenai harga menjadi salah satu hal yang paling dinantikan, mengingat perangkat ini membawa komponen khusus untuk kebutuhan AI dan menawarkan kapasitas memori yang relatif besar dalam ukuran sangat ringkas.
Jika dibanderol dengan harga yang kompetitif, Asus ProArt GR1X berpotensi menjadi alternatif menarik bagi pengembang AI dan kreator profesional yang membutuhkan workstation lokal berukuran kecil.
Kehadiran ProArt GR1X memperlihatkan arah baru komputer mini yang tidak lagi hanya berfokus pada pekerjaan kantor dan produktivitas dasar. Dengan Superchip Nvidia RTX Spark, memori hingga 128GB, serta dukungan berbagai perangkat lunak AI, Asus ingin menghadirkan kemampuan komputasi AI yang lebih mudah diakses langsung dari meja kerja tanpa harus bergantung sepenuhnya pada cloud.
Baca Juga
-
MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!
-
Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz
-
Bukan Earbud Biasa, Baseus MC2 NC Bawa ANC dan Baterai 60 Jam
-
Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?
-
Exynos 2700 Sudah Diproduksi, Apakah Galaxy S27 Ultra akan Pakai Chip Ini?
Artikel Terkait
-
ASUS Ascent QN10, Mini PC Bertenaga Snapdragon X2 Elite
-
MINIX T4000/T5000 Resmi Meluncur Mini PC AI Kencang untuk LLM dan Komputasi Lokal Tanpa Cloud
-
ASUS Rilis Mini PC ExpertCenter PN55, Didukung AMD Ryzen AI 400 dan Copilot+
-
ASUS Hadirkan ROG GR70, Mini PC Gaming dengan AMD Ryzen 9 dan RTX 5070
-
Minix Elite ER939-AI: Mini PC Super Canggih dengan Otak AI, Siap Saingi Workstation Premium
Lifestyle
-
4 Ide OOTD Casual Chic ala Kim Young Kwang, Cocok buat Cowok Anti-Ribet
-
Bersihkan Wajah Tanpa Bikin Kering, Ini 4 Micellar Water Low pH Terbaik
-
Bebas Kulit Ditarik! Ini 4 Essence Cleanser Bikin Wajah Bersih dan Lembap
-
MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!
-
Auto Cerah! 4 Brightening Gel Cleanser Murah Rp40 Ribuan Atasi Wajah Kusam
Terkini
-
Gandeng Yoo Young-jin dan Sunny SNSD, Ini Gebrakan Baru Lee Soo Man Lewat Agensi A2O Entertainment
-
Batas Tipis Jaga Mental Health dan Hilang Empati, Kapan Self-Care Berubah Jadi Masalah?
-
Bukan Wajib Militer, Negara Justru Lebih Butuh Hacker dan Praktisi IT Buat Jadi 'Komcad'
-
Bukan Hanya Salah El Nino: Mengurai Akar Krisis Karhutla Kalimantan
-
Mandatalam Earth Run 2026 1 BIB 1 Bibit: Hadir di 3 Kota, Satu Langkah untuk Bumi yang Lebih Hijau