Itel kembali mencoba menarik perhatian di pasar smartphone entry-level lewat Itel A300+. Ponsel ini hadir dengan konsep yang cukup unik karena membawa layar kedua berukuran 2,01 inci di bagian belakang, tepat di sekitar modul kamera. Menariknya, perangkat tersebut dibanderol di kisaran Rp2 jutaan saja.
Dari sisi desain, Itel A300+ tampil cukup mencolok dengan pilihan warna burgundi yang memberikan kesan premium. Sekilas, desain modul kameranya bahkan mengingatkan pada smartphone flagship terbaru. Itel juga memberikan detail garis dan tekstur pada bodi belakang yang membuat perangkat terlihat lebih mahal dibandingkan kelas harganya.
Namun, daya tarik utama perangkat ini tentu bukan sekadar tampilan. Itel A300+ menawarkan layar tambahan yang bisa digunakan untuk berbagai fungsi. Pengguna dapat memilih beragam watch face, melihat tanggal dan informasi baterai, mengakses kamera, melihat galeri, mengontrol musik, hingga membuka beberapa pengaturan seperti Bluetooth, kartu SIM, dan mode pesawat.
Layar belakang tersebut juga dapat digunakan sebagai preview ketika mengambil foto. Dengan begitu, pengguna bisa memanfaatkan kamera utama untuk mengambil foto selfie dengan bantuan layar sekunder. Fitur ini membuat Itel A300+ terasa seperti membawa sedikit pengalaman smartphone lipat ke perangkat entry-level.
Untuk layar utama, Itel A300+ mengandalkan panel IPS berukuran 6,78 inci dengan resolusi HD+ 720p. Layarnya memang belum menawarkan kualitas seperti panel OLED, tetapi sudah mendukung refresh rate 120Hz sehingga aktivitas scrolling terasa lebih mulus.
Sayangnya, ada satu fitur dasar yang justru tidak tersedia, yakni sensor cahaya untuk auto brightness. Pengguna harus mengatur tingkat kecerahan secara manual ketika berpindah dari ruangan gelap ke tempat terang. Tingkat kecerahannya sendiri juga tidak terlalu tinggi sehingga penggunaan di bawah sinar matahari langsung kurang ideal.
Di sektor performa, Itel A300+ menggunakan chipset MediaTek Helio G81 yang dipadukan dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB. Itel memang mempromosikan kapasitas RAM hingga 18GB, tetapi angka tersebut merupakan kombinasi RAM fisik dan RAM virtual. Kapasitas RAM sebenarnya adalah 6GB, yang sudah tergolong besar untuk smartphone di kelas harganya.
Penyimpanan 128GB juga cukup menarik, meskipun kecepatannya masih menggunakan standar eMMC, bukan UFS. Perangkat ini turut menyediakan slot microSD sehingga kapasitas penyimpanan masih bisa diperluas.
Untuk gaming, Helio G81 memang bukan chipset yang dirancang untuk permainan berat. Namun, pengujian menunjukkan Itel A300+ masih mampu menjalankan game seperti Mobile Legends dengan cukup nyaman. Pada pengaturan tertentu, frame rate dapat bertahan di sekitar 55–60 FPS. Sebaliknya, game berat seperti Genshin Impact bahkan mengalami crash ketika mencoba memuat resource.
Sektor fotografi mengandalkan kamera belakang 13MP dan kamera depan 8MP. Untuk kelas entry-level, hasil kamera ternyata cukup mengejutkan. Dalam kondisi pencahayaan yang baik, foto mampu menghasilkan warna yang cukup menarik dan detail yang masih layak. Bahkan pada beberapa kondisi backlight dan malam hari, hasilnya masih bisa diterima.
Namun, kamera tetap memiliki sejumlah keterbatasan. Beberapa foto terlihat kurang tajam dan memiliki warna yang sedikit kemerahan atau kekuningan. Perekaman video kamera depan juga sudah mendukung resolusi hingga 1080p 30fps, meski stabilisasinya masih terbatas.
Salah satu keunggulan lain Itel A300+ adalah baterai berkapasitas 7.000 mAh. Kapasitas tersebut tergolong besar untuk smartphone entry-level. Pengisian dayanya mendukung 18W, meski kecepatannya tentu belum bisa disebut sangat cepat untuk standar smartphone masa kini.
Itel juga membekali perangkat ini dengan sertifikasi IP65, dukungan NFC, infrared blaster, dual speaker stereo, serta slot triple card yang memungkinkan penggunaan dua kartu nano-SIM sekaligus microSD. Perangkat ini turut membawa Android 16 Go Edition untuk menjaga sistem tetap ringan pada hardware yang terbatas.
Dalam paket penjualannya, Itel sudah menyediakan casing pelindung dengan pola seperti serat karbon, kabel USB-A ke USB-C, charger 18W, serta SIM ejector. Casing bawaannya sendiri cukup menarik karena memberikan perlindungan sekaligus membuat tampilan perangkat terasa lebih premium.
Dengan harga sekitar Rp2 jutaan, Itel A300 Plus menjadi salah satu smartphone entry-level yang menawarkan kombinasi cukup tidak biasa. RAM 6GB, penyimpanan 128GB, baterai 7.000 mAh, NFC, infrared, dual speaker, serta layar belakang adalah fitur yang sulit ditemukan secara bersamaan di kelas harga tersebut.
Memang ada kompromi yang harus diterima, terutama layar HD+, ketiadaan sensor cahaya, brightness yang terbatas, performa yang hanya cocok untuk game ringan, dan penggunaan storage eMMC. Namun, jika prioritasnya adalah mendapatkan smartphone murah dengan fitur unik dan spesifikasi yang cukup lengkap, Itel A300+ menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.
Baca Juga
-
Tak Perlu Server Cloud, Mini PC Asus Ini Bisa Jalankan AI Lokal!
-
MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!
-
Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz
-
Bukan Earbud Biasa, Baseus MC2 NC Bawa ANC dan Baterai 60 Jam
-
Asus ProArt P16 dan P14 Rilis dengan RTX Spark, Seganas Apa Performanya?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Sheet Mask Lemon Lokal Buat Hempas Wajah Kusam dan Lelah Akibat Sinar UVA
-
Kulit Dehidrasi? Ini 4 Krim Malam Hyaluronic Acid Penyelamat Skin Barrier
-
Terjebak Hustle Culture? Ini Tanda Gen Z Harus Segera Ambil Jeda Biar Nggak Kena Job Fatigue
-
Antara Sejarah, Kuliner Warisan, dan Gaya Hidup Pedas Manis ala Sambal Bajak
-
5 Lipstik Merah Bata untuk Kulit Sawo Matang, Bikin Makeup Makin Stunning!
Terkini
-
Membaca The Man Who Knew Infinity: Ketika Timur Menggugat Dominasi Barat
-
Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi
-
Bahaya Deepfake AI: Dari Manipulasi Wajah Sultan hingga Krisis Kepercayaan
-
Bikin Suguhan Segar, Adili Idola Bawa Warna Baru Stand Up Comedy Indonesia
-
Ekonomi RI Dipuji IMF: Mengapa Kantong Kelas Menengah Tipis?