Samsung kembali meningkatkan kemampuan aplikasi Samsung Health dengan mempermudah pengguna mengakses fitur Sleep Coaching. Melalui pembaruan terbaru, pengguna kini hanya membutuhkan data tidur selama tiga hari dalam dua minggu terakhir untuk memulai program pendampingan tidur. Persyaratan ini jauh lebih ringan dibandingkan sebelumnya, ketika pengguna harus mengumpulkan data tidur selama tujuh hari dalam satu bulan.
Perubahan tersebut menjadi kabar baik bagi pengguna yang ingin memperbaiki kualitas tidur tanpa harus menunggu terlalu lama. Pasalnya, fitur Sleep Coaching tidak sekadar mencatat durasi tidur atau memberikan gambaran mengenai pola istirahat pengguna. Fitur ini dirancang untuk membantu membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat melalui panduan dan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pengguna.
Dengan persyaratan data yang lebih sedikit, Samsung berupaya membuat pengalaman memulai program ini menjadi lebih praktis dan mudah diakses.
Sebelumnya, pengguna harus memiliki data tidur setidaknya tujuh hari dalam periode satu bulan untuk memenuhi syarat penggunaan Sleep Coaching. Kini, Samsung memangkas persyaratan tersebut menjadi hanya tiga hari data tidur yang tercatat dalam dua minggu terakhir.
Pengurangan ini membuat pengguna bisa memulai program lebih cepat, terutama bagi mereka yang baru menggunakan Samsung Health atau belum rutin memantau pola tidurnya. Meski jumlah data yang dibutuhkan lebih sedikit, aplikasi tetap menggabungkan informasi tidur dengan jawaban pengguna mengenai kebiasaan sehari-hari.
Hal tersebut penting karena kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh berapa lama seseorang beristirahat. Konsistensi jadwal tidur, kebiasaan mengonsumsi kafein, aktivitas sebelum tidur, hingga frekuensi terbangun pada malam hari juga dapat memengaruhi pengalaman tidur seseorang.
Melalui Sleep Coaching, Samsung Health mencoba mengubah informasi tersebut menjadi langkah-langkah praktis yang bisa diterapkan pengguna dalam kehidupan sehari-hari.
Namun bagaimana cara kerja Sleep Coaching? Ketika mengaktifkan Sleep Coaching, pengguna akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kebiasaan tidur dan gaya hidup. Samsung Health akan menanyakan konsistensi jadwal tidur, frekuensi terbangun pada malam hari, konsumsi alkohol dan kafein, serta tingkat kepuasan terhadap kualitas tidur.
Jawaban tersebut kemudian dipadukan dengan data tidur selama tiga hari untuk menentukan profil yang disebut Hewan Tidur atau Sleep Animal. Profil ini menjadi bagian dari pendekatan Samsung dalam menggambarkan karakteristik kebiasaan tidur pengguna.
Berdasarkan informasi tersebut, Samsung Health akan menyusun rencana pendampingan yang berlangsung selama empat hingga delapan minggu, bergantung pada tujuan pengguna. Program ini dirancang agar pengguna dapat memperbaiki kebiasaan secara bertahap, bukan sekadar mengejar durasi tidur tertentu.
Menariknya, rencana tersebut tidak bersifat statis. Samsung Health akan meninjau dan menyesuaikannya setiap minggu berdasarkan tingkat kepuasan tidur harian serta perubahan gaya hidup pengguna.
Setiap hari, pengguna juga mendapatkan daftar periksa kebiasaan dan tips tidur yang merujuk pada pendekatan ilmu perilaku terkait tidur. Rekomendasinya mencakup menghindari layar selama satu jam sebelum tidur, membatasi konsumsi kafein pada sore hari, serta melakukan peregangan di luar ruangan setelah bangun tidur.
Meskipun terdengar sederhana, daftar periksa harian dapat membantu pengguna menjalankan rekomendasi secara lebih konsisten. Dengan begitu, Sleep Coaching tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan yang berpotensi mendukung kualitas istirahat.
Selain menyederhanakan akses Sleep Coaching, Samsung juga memperbarui laporan tidur di Samsung Health. Salah satu tambahan utamanya adalah grafik Keseimbangan Tidur berbentuk segi lima yang menampilkan lima indikator berbeda.
Kelima indikator tersebut meliputi waktu tidur, keteraturan tidur, waktu terjaga pada malam hari, kepuasan tidur, dan Skor Energi. Seluruh aspek ditampilkan dalam satu visualisasi sehingga pengguna dapat lebih mudah mengenali bagian yang masih perlu diperbaiki.
Misalnya, seseorang mungkin sudah tidur cukup lama, tetapi jadwal tidurnya tidak konsisten atau terlalu sering terbangun pada malam hari. Melalui grafik tersebut, pengguna dapat memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh dibandingkan hanya melihat total durasi tidur.
Samsung Health juga akan mengirimkan pesan setiap pagi yang merangkum kondisi tidur pada malam sebelumnya, disertai beberapa rekomendasi. Pesan ini terhubung dengan laporan mingguan dan laporan akhir program, sehingga pengguna bisa mengikuti perkembangannya selama menjalani Sleep Coaching.
Integrasi tersebut membantu pengguna memahami perubahan kebiasaan dari waktu ke waktu sekaligus mengevaluasi apakah rekomendasi yang diberikan sudah dijalankan secara konsisten.
Pembaruan Samsung Health tidak hanya berfokus pada tidur. Fitur Running Coach juga mendapatkan peningkatan dengan penambahan jumlah level pelatihan dari 10 menjadi 12 tingkat.
Dua tingkatan baru ditujukan bagi pelari tingkat menengah dan mahir, sehingga pilihan program latihan menjadi lebih beragam untuk pengguna dengan kemampuan berbeda. Samsung juga memungkinkan pengguna mengimpor rute dari Strava dan membagikan aktivitas latihan mereka ke media sosial.
Sementara itu, untuk pengguna di Amerika Serikat mendapatkan akses ke versi beta Scan Meal. Fitur ini dapat mengambil informasi nutrisi dari foto makanan, sehingga pengguna bisa memperoleh gambaran mengenai asupan makanan dengan cara yang lebih praktis.
Samsung menyatakan bahwa berbagai fitur tersebut akan diluncurkan melalui pembaruan aplikasi Samsung Health mulai Oktober 2026.
Secara keseluruhan, pembaruan ini memperlihatkan upaya Samsung menjadikan Samsung Health sebagai pendamping gaya hidup yang lebih menyeluruh. Persyaratan Sleep Coaching yang lebih ringan, laporan tidur yang lebih informatif, serta peningkatan fitur kebugaran diharapkan membantu pengguna memantau dan memperbaiki rutinitas sehari-hari dengan lebih mudah.
Namu yang perlu diperhatikan, rekomendasi aplikasi tetap sebaiknya dipandang sebagai panduan umum, bukan pengganti pemeriksaan medis jika pengguna mengalami gangguan tidur yang menetap. Dengan penggunaan yang konsisten, Samsung Health dapat menjadi salah satu alat untuk mengenali pola tidur dan membangun kebiasaan istirahat yang lebih baik.
Baca Juga
-
POCO F9 Pro Jadi Kurang Menarik? Ini Alasan F9 Ultra Lebih Worth It!
-
Lagi Cari HP Murah Rasa Flagship? Itel A300+ adalah Jawabannya
-
Tak Perlu Server Cloud, Mini PC Asus Ini Bisa Jalankan AI Lokal!
-
MSI Rilis Laptop NVIDIA RTX Spark, Harganya Tembus Rp120 Juta!
-
Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz
Artikel Terkait
-
Samsung Galaxy A18 Hadir di Indonesia, Bawa AI Gemini yang Bikin Aktivitas Lebih Praktis
-
Galaxy Watch9 Dipakai Keliling Bekasi, Suara di Atas Ojol Tembus 103 dB
-
Samsung Galaxy A27 5G: HP Rp5 Jutaan dengan Snapdragon 6 Gen 3, Apa Saja Kelebihannya?
-
Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun
-
5 Tablet Samsung dengan Stylus Pen dari yang Termurah Oktober 2026
Lifestyle
-
Mulai Rp50 Ribuan, Ini 6 Pilihan Parfum Mawar Tahan Lama untuk Temani Aktivitasmu
-
5 Brightening Serum Niacinamide Lokal: Kulit Glowing, Bebas Bekas Jerawat
-
Atasi Kulit Kusam dengan Budget Hemat, Ini 5 Brightening Cleanser 30 Ribuan
-
4 Sunscreen Lokal Water Resistant, Proteksi Maksimal untuk Olahraga Outdoor
-
Seni Menikmati Hidup Tanpa Harus Produktif Lewat Tren "Nonna Maxxing"
Terkini
-
Dari Piyama Hiu ke Panggung Dunia, Intip Perjalanan Park Geon-roung Jadi Idol K-Pop
-
Bikin Malu Negara! 7 Perusahaan Indonesia Kena Semprot Singapura Gara-Gara Biang Kerok Karhutla
-
Capek Ditanya Kapan Nikah? Ini Alasan Main Aplikasi Kencan Malah Terasa Kayak Interview Kerja
-
Ketika Dongeng Ayah Berhadapan dengan Skeptisisme Anak yang Beranjak Dewasa
-
Gods With Badges: Game Taktis di Mana Kamera Polisi Menentukan Nasibmu!