Hai saya Azizah Aulia dan yang di foto ini, saya bersama suami saya. Ia seorang imam paling baik dan panutan saya, Triyono. Kami menikah pada Minggu tanggal 26 Desember 2013 di Cisompet, Garut, Jawa Barat.
Pernikahan kami berlangsung jauh dari kata mewah, hanya dihadiri keluarga dua belah pihak dan kerabat dekat saja. Tapi terasa banget khidmatnya
Sebenarnya yang membuat hari penikahan saya mengharu biru ialah saat ijab qobul. Saat itu, ayah saya yang tidak pernah sekali pun mengurus dengan kasih sayang, beliau bisa ada di hadapan saya. Dengan suara parau karena sudah tua, beliau menjadi wali nikah dan membaca do'a untuk kebahagiaan anak tertuanya.
Saat itu, tak ada satu orang pun yang tidak menitikkan air mata. Saat itulah, saya benar-benar menyesal dahulu sempat membenci beliau.
Perjalanan cinta saya dengan suami hanya dua tahun dan banyak masalah yang ditimbulkan oleh saya pribadi karena saya yang temperamen, pencemburu, dan tukang ngungkit masa lalu serta selalu menentang beliau.
Kenapa saya seperti itu karena saya sangat-sangat takut kehilangan beliau, saya takut beliau seperti ayah saya yang berpoligami. Tapi subhanallah, beliau dengan sabar dan lembut memberi saya pengertian sampai saya benar-benar yakin kalo setiap lelaki tidaklah sama.
Pada bulan Oktober 2012 beliau bilang ingin menikahi saya dan perasaan saya itu antara percaya dan tidak. Coba teman-teman bayangkan sesosok lelaki yang tidak romantis mengajak nikah, kata-katanya seperti apa haha...
Dan akhirnya satu minggu sebelum Ramadhan tahun lalu, beliau bersama keluarga melamar saya dan bulan Desembernya kami menikah.
Memang tidak ada yang spesial dari perjalanan cinta kami, tapi yang perlu teman-teman tahu, keyakinan itu penting dan jangan sekali-sekali menyintai seseorang karena kelebihannya, baik itu fisik, harta, jabatan, tapi cintailah dia karena Allah.
Niatkan menikah karena Allah dan arungi bahtera rumah tangga didasari cinta karena Allah. Insya Allah semua akan terasa indah :)
Oh ya minta do'anya ya, supaya saya cepat-cepat dikaruniai momongan yang soleh dan soleha. Amin.
Dikirim oleh Nur Azizah, Garut
Anda memiliki cerita atau foto menarik? Silakan kirim ke email: yoursay@suara.com
Tag
Baca Juga
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
Artikel Terkait
News
-
Hidup Jadi Terasa Seperti Konten: Personal Branding atau Personal Pressure?
-
Euforia Harvest Moon dan Ironi Warga Kota Besar yang Dijajah 'Polusi Cahaya'
-
Diminta OTP dan Pasang APK Saat Melamar Kerja? Fix, Itu Loker Palsu!
-
Evaluasi Problem Ekonomi: AEI Soroti Risiko Fiskal hingga Deforestasi
-
Make Munir Live Again: Merawat Ingatan Kasus HAM di Aksi Kamisan Jogja
Terkini
-
Visual Apik vs Plot Padat: Menimbang Film Thriller 'The Vvaan', Worth It Ditonton?
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Bukan Konflik dengan Rossi, Marc Marquez Sebut Momen yang Buat Dia Tertekan
-
Deindustrialisasi Dini: Industri Tumbuh, tetapi Lapangan Kerja Menyusut
-
Anime Shin Oishinbo Ungkap Tiga Pengisi Suara Utama Jelang Tayang 2027