Kuliah Kerja Nyata (KKN), bila mendengar hal tersebut biasanya pikiran kita langsung terbayang mengenai suatu kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Secara umum, kegiatan ini biasanya melibatkan sekelompok mahasiswa yang terjun ke berbagai desa maupun wilayah yang masih perlu dikembangkan. Namun, sejak pandemi COVID-19 menyerang berbagai negara, termasuk Indonesia, program yang bertujuan untuk mengembangkan masyarakat tersebut tidak dapat dilaksanakan bila tetap mempertahankan metode yang selama ini telah berlangsung.
Untuk mengatasi hal tersebut, tentu perlu dibuat adanya suatu inovasi yang memungkinkan untuk dilaksanakannya KKN dalam situasi pandemi saat ini. Sebagai salah satu contoh, Universitas Sebelas Maret (UNS) yang merupakan salah satu perguruan tinggi negeri di Indonesia melakukan inovasi dengan membuat program KKN secara daring. Program ini lebih menitik beratkan pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan secara individu oleh mahasiswa pada daerah tempat tinggalnya masing-masing.
Dari program tersebut, salah satu mahasiswa Fakultas Kedokteran UNS yang pada saat ini berdomisili di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, sebut saja Benedictus di bawah bimbingan dari Dr. Fahru Nurosyid, S.Si., M.Si. berusaha berinovasi dengan menggunakan kemajuan teknologi untuk ikut serta dalam menyebarkan informasi yang relevan mengenai COVID-19 sebagai bagian dari langkah pengabdian kepada masyarakat.
Dalam melaksanakan program ini, Benedictus memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk menyebarkan informasi kepada masyarakat. Informasi tersebut dikemas dalam bentuk poster digital dan video edukasi yang menarik agar dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat awam.
Beberapa contoh topik yang diangkat dalam program ini meliputi materi tentang cara penyebaran dan pencegahan COVID-19, tes laboratorium yang dilakukan dalam mendiagnosis COVID-19, siapa saja yang beresiko bila terkena COVID-19 dan berbagai materi lain.
Selain memanfaatkan media sosial sebagai wadah penyampaian informasi, Benedictus juga melakukan kegiatan lain seperti pembagian masker secara gratis dan penyuluhan secara langsung kepada masyarakat yang beraktivitas di luar rumah.
Meskipun sebagian besar kegiatan KKN yang dilakukan secara daring, namun masyarakat merasa cukup senang dengan diadakannya kegiatan tersebut. Menurut masyarakat kegiatan KKN yang dilakukan sangat membantu, terutama pada masa pandemi COVID-19 saat ini.
Hal tersebut disebabkan karena banyaknya informasi yang simpang siur mengenani COVID-19 selama pandemi ini berlangsung. Sehingga dengan diadakannya kegiatan ini masyarakat merasa bisa mendapatkan informasi yang lebih valid mengenai COVID-19.
Baca Juga
Artikel Terkait
-
Mendikbud Nadiem Minta Mahasiswa Tetap Mengabdi Lewat KKN Online
-
Mendikbud Berharap KKN Mahasiswa Bisa Dilaksanakan Hingga Satu Tahun
-
UGM Luncurkan KKN Daring, Warganet: UKT Masih Mencekik Mahasiswa
-
Dilanda Pandemi, Cerita Mahasiswa KKN UGM Ditarik lalu Lanjut Secara Daring
-
Rilis Film KKN di Desa Penari Ditunda, Produser Bantah Imbas Corona
News
-
Gajah Indonesia Butuh Perhatian: Selamatkan Mereka dari Kesalahan Alih Fungsi Hutan
-
Strategi Sukses Lewati Macet Arus Balik 2026: Jangan Cuma Modal Google Maps!
-
Mengenal Mere-Exposure Effect: Saat Algoritma Diam-Diam Membentuk Selera Musikmu
-
Annyeonghaseyo! Korea Gratiskan Visa Liburan WNI, Syaratnya Cuma Gak Boleh Pergi Sendiri
-
Diskon Tol 30 Persen Menggiurkan: Worth It Mengorbankan Mental Demi Hemat Biaya Arus Balik?
Terkini
-
Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini: Saat Rindu Tak Lagi Punya Alamat
-
Novel Tentang Kamu: Kisah Hidup yang Disusun dari Jejak yang Tercecer
-
WFA Pasca Lebaran: Cara Halus Negara Bilang "Santai Dikit Tapi Tetap Kerja"
-
Empat Eks Member ZEROBASEONE Dikabarkan Debut Ulang Mei, Ini Kata Agensi
-
Satir Halus Ala Film Si Paling Aktor: Kisah Figuran yang Mengundang Tawa dan Haru