Bagi warga Bojonegoro atau warga sekitar yang sering berkendara ke wilayah Bojonegoro bagian Selatan ada satu hal yang akhir-akhir ini menjadi sorotan. Perbukitan yang dulunya hijau dan rindang kini tampak gundul dan hanya tersisa tanah yang terbuka. Hutan yang tadinya begitu hijau kini telah dialihfungsikan menjadi lahan pertanian warga.
Pembukaan lahan pertanian bukanlah hal yang salah, namun ada beberapa hal yang pastinya kita pahami. Ketika hutan dibabat habis tanpa menyisakan pepohonan yang berfungsi sebagai penopang tanah di daerah perbukitan, hal ini bisa menjadikan masalah lingkungan yang cukup serius, saat ini atau di masa depan.
Salah satu dampak dari gundulnya hutan di daerah perbukitan tersebut sudah terasa di musim kemarau ini. pohon pohon yang dulunya berfungsi sebagai peneduh, kini hilang. Hasilnya suhu udara di Bojonegoro terasa makin panas dan menyengat. Bojonegoro memang daerah yang punya suhu yang cukup tinggi, ditambah dengan gundulnya hutan di sekitar membuat suhu di Bojonegoro semakin panas dan gersang.
Tidak hanya cuaca yang panas, kualitas udara di jalanan sekitar hutan yang sudah gundul pun menjadi tidak sehat. Debu debu berterbangan setiap kali ada kendaraan melintas, hal ini tentuya menganggu penglihatan dan pernapasan.
Dampak hutan gundul di musim kemarau ini menyebabkan suhu panas yang menyengat dan debu, namun ancaman sesungguhnya baru akan datang saat musim hujan tiba.
Pohon-pohon hutan memiliki fungsi yang sangat penting melalui sistem perakarannya yang kuat untuk mencengkeram tanah bukit agar tidak mudah tergerus. Ketika vegetasi alami ini dibabat habis dan diganti tanaman musiman, tanah akan kehilangan penopang utamanya. Tanpa adanya sistem resapan dan penahan air alami, tebing-tebing di sepanjang jalan perbukitan kini mulai menunjukkan keretakan dan sangat rawan erosi.
Ketika curah hujan tinggi mengguyur, tanah yang gundul tidak akan mampu menampung resapan air. Dampaknya sangat jelas, yakni bahaya tanah longsor yang siap menutup akses jalan utama, merusak fasilitas publik, hingga ancaman banjir bandang yang mengintai pemukiman warga di area bawah.
Bahkan ancaman longsor ini sudah datang sebelum musim hujan. Beberapa waktu lalu saya berkunjung ke daerah Sekar dan mendapati pinggiran jalan perbukitan sudah mulai terkikis sedikit demi sedikit. Akibat tidak adanya pohon yang menopang tanah, sehingga jalan jalan di sekitar menjadi longsor dan sangat berbahaya bagi pengendara.
Dapat dipahami bahwa lahan pertanian memang sangat penting bagi ketahanan pangan dan roda ekonomi lokal Bojonegoro. Namun, memanfaatkan lahan bukan berarti harus membabat habis hutan tanpa sisa (gundul total).
Harus ada titik temu antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian ekosistem. Salah satunya yaitu perlu dilaksanakan adalah penerapan sistem agroforestry. Petani tetap bisa bercocok tanam, namun di sela-sela lahan wajib ditanami pohon-pohon keras atau tanaman penyangga (buffer zone) yang berfungsi menahan struktur tanah dan menjaga kelembaban lingkungan.
Hal ini tentunya juga membutuhkan peran aktif dari pemerintah daerah, dinas kehutanan, dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi serta pengawasan dalam pembukaan lahan. Jangan sampai demi keuntungan jangka pendek hari ini, kita harus membayar mahal dengan bencana alam di masa depan.
Bagaimanapun juga, alam selalu punya caranya sendiri untuk merespons perlakuan manusia. Sebelum ancaman bencana benar-benar datang, kita perlu memperbaiki hutan itu kembali.
Baca Juga
-
Harga Mahal di Balik Sorotan FYP, Ketika Privasi yang Diam-Diam Dijual!
-
5 Rekomendasi Drakor Awal Oktober yang Wajib Masuk Watchlist Kamu!
-
Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!
-
Pagi Hari Nongkrong di Warkop, Mengapa Petani Bojonegoro Sering Dikira Pengangguran?
-
Demo Mahasiswa UINSA: Tuntut Transparansi Rektorat Tanpa Harus Merugikan Rekan Sendiri
Artikel Terkait
-
Dari Karhutla hingga Keresahan Publik, Suara Kritik di Tengah Riuh Synchronize Fest 2026
-
Singapura Ancam Proses Hukum 3 Perusahaan Indonesia terkait Kabut Asap Kebakaran Hutan
-
Bahaya Karhutla Mengintai, Prabowo Panggil Menko Polkam hingga Mendagri ke Istana
-
Ngakak Semua! Viral Relawan Karhutla Limunjan Hibur Tim Pakai Suara Jokowi di Tengah Kebakaran Hutan
-
Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla, Siapa Saja yang Hadir?
News
-
Kabut Asap Menggila, PM Malaysia Anwar Ibrahim Minta ASEAN Turun Tangan Urus Karhutla RI
-
Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar
-
Bikin Malu Negara! 7 Perusahaan Indonesia Kena Semprot Singapura Gara-Gara Biang Kerok Karhutla
-
OJK DIY Catat Belasan Ribu Laporan Scam, Kerugian Tembus Ratusan Miliar
-
Tingkatkan Literasi Pelajar, Permata Bank Gelar Edukasi di SMP Negeri 3 Ngaglik
Terkini
-
4 Brightening Sunscreen Non Comedogenic, Rahasia Cerah Tanpa Clogged Pores
-
Keretakan Global: Mengapa Dunia Tampak Membara dari Asia hingga Eropa?
-
Pantang Menyerah! Sung Hanbin ZB1 Unjuk Semangat Kebangkitan di Lagu Undead
-
Sinopsis The Leading Stars, Dracin Ryan Cheng dan Shen Yu Jie di iQiyi
-
Review Below: Teror Makhluk Laut Purba dan Misteri Kelam Komunitas Nelayan