Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, perempuan muda dihadapkan pada berbagai tuntutan, mulai dari meningkatkan keterampilan hingga memenuhi standar kesuksesan dan menentukan pilihan karier sejak dini. Tekanan tersebut tidak jarang membuat mereka kesulitan mengenali potensi diri dan menentukan langkah karier yang sesuai dengan kemampuan serta kondisi masing-masing. Untuk menjawab tantangan tersebut, Puan Bisa menghadirkan Webinar Career sebagai bagian dari rangkaian Puan Bisa Festival 2026. Kegiatan ini bertujuan membantu perempuan muda mengenali potensi diri sekaligus merancang arah karier secara lebih terarah.
Puan Bisa merupakan komunitas nirlaba yang berdiri sejak 1 Oktober 2020 dengan fokus pada peningkatan kesadaran perempuan muda Indonesia mengenai pentingnya pengembangan diri dan kecintaan terhadap diri sendiri. Dalam menjalankan misinya, komunitas ini memanfaatkan berbagai platform dan kegiatan edukatif, seperti publikasi konten, Instagram Live, webinar, serta program pengembangan diri lainnya.
Melalui beragam inisiatif dan kolaborasi, Puan Bisa berupaya mendukung perempuan muda dalam mengembangkan keterampilan profesional, meningkatkan kapasitas diri, serta menjaga kesehatan mental. Kehadiran Webinar Career dalam Puan Bisa Festival 2026 menjadi salah satu upaya komunitas tersebut untuk mendorong perempuan muda agar lebih memahami potensi diri dan mengambil keputusan karier berdasarkan kemampuan serta kebutuhan masing-masing.
Puan Bisa Festival 2026 menyoroti bahwa tekanan untuk terus berkembang secara profesional, mandiri secara finansial, serta memenuhi ekspektasi sosial dapat membuat perempuan muda mengalami kelelahan dalam mengambil keputusan, kehilangan kejernihan arah, dan bergantung pada validasi eksternal. Karena itu, Puan Bisa Festival 2026 mengambil langkah untuk menghadirkan ruang refleksi melalui semangat Brave to Step Back. Melalui tema ini, perempuan muda diajak untuk mengambil jeda, memahami diri secara lebih utuh, menyusun strategi dengan sadar, dan bertumbuh secara berkelanjutan.
Puan Bisa Festival 2026 dilaksanakan pada 18 September 2026 hingga 10 Oktober 2026 dengan rangkaian acara meliputi IG Live, Webinar Career, dan kegiatan offline sebagai puncak festival. Rangkaian online diawali dengan IG Live Mental Health bertemakan Pause Without Guilt: Berani Istirahat Tanpa Rasa Bersalah pada 18 September 2026, dilanjutkan dengan IG Live Self Improvement bertemakan Slow Growth is Still Growth: Berani Melambat, Tetap Bertumbuh pada 19 Spetember 2026, dan Webinar Career bertemakan In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita? pada 20 September 2026. Rangkain festival kemudian dilanjutkan melalui The Day pada 10 Oktober 2026 di Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Melalui Webinar Career bertema In This Economy: Bagaimana Cara Membangun Karier Sesuai Kemampuan Kita, Puan Bisa Festival 2026 mengajak peserta mengenali kemampuan dan kondisi diri sebelum menentukan arah karier. Bersama Clara Mia Devira Simarmata, Founder praktikdokter.com sekaligus Career Educator, peserta mempelajari strategi pengembangan keterampilan, networking, personal branding, serta pemanfaatan pengalaman untuk mendukung perjalanan karier.
Pembahasan dilanjutkan melalui Career Planning Workbook sebagai panduan bagi peserta untuk merefleksikan tujuan karier jangka pendek dan panjang, menentukan prioritas pengembangan diri, serta menyusun langkah konkret. Clara juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental selama proses pencarian kerja.
“Tetap jaga mental kalian di tengah lelah mencari pekerjaan,” pesannya dalam webinar yang dilaksanakan pada Minggu (20/9/2026).
Semangat untuk mengenali kebutuhan diri dan menentukan langkah secara lebih sadar berlanjut dalam kegiatan luring Puan Bisa Festival 2026 pada Sabtu (10/10/2026), yang bertepatan dengan Hari Kesehatan Mental Sedunia. Mengangkat tema Brave to Step Back: RISE, kegiatan ini menghadirkan talkshow bersama Gina Sinaga, Adult Clinical Psychologist di Indopsycare sekaligus Director of Research and Development, serta workshop bersama Resti Nur Hilmawati, Clinical Psychologist dan Associate Psychologist di Yayasan Putih. Kedua sesi mengajak peserta memaknai pertumbuhan personal dan mengambil keputusan yang lebih selaras dengan kebutuhan diri.
Dalam talkshow Not All Growth Looks the Same: Understanding Your Version of Enough, Gina membahas pentingnya mengenali kapasitas dan keunggulan diri sebelum menentukan langkah, antara lain melalui analisis SWOT dan pemahaman terhadap beragam bentuk kecerdasan (multiple intelligences). Ia juga mengajak peserta membangun prinsip dan integritas dalam menghadapi tekanan sosial, serta melakukan refleksi berkala untuk menghargai proses dan pencapaian diri. “Setiap tahun, usahakan selalu ada momen refleksi sama diri sendiri,” pesannya.
Perspektif tersebut berlanjut dalam workshop Slow Down to Level Up: Aligning Your Path with RISE bersama Resti, yang mengangkat tantangan hustle culture dan pentingnya mengambil jeda secara sadar (intentional pause). Resti mengajak peserta mengevaluasi kembali tujuan dan kondisi diri sebelum merespons situasi atau mengambil keputusan.
Peserta kemudian diajak menerapkan pendekatan tersebut melalui framework RISE, yang terdiri atas Reflect Your Pace, Inclusive Self-Understanding, Strategize Intentionally, dan Evolve Sustainably. Melalui worksheet refleksi, peserta mengeksplorasi kondisi dan nilai personal, mempertimbangkan langkah yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing, serta mengidentifikasi kebiasaan kecil untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
Puan Bisa Festival 2026 mendapat dukungan dari Media Mahasiswa Indonesia, Golite, dan The Ban Bakery dalam penyelenggaraan rangkaian kegiatannya. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang yang inklusif bagi perempuan muda untuk belajar, melakukan refleksi diri, serta mengembangkan potensi mereka.
Melalui tema Brave to Step Back: RISE, Puan Bisa Festival 2026 mengajak perempuan muda untuk memandang pertumbuhan tidak hanya dari pencapaian atau sejauh mana mereka melangkah, tetapi juga dari kesadaran dalam menentukan arah hidup. Dini Aulia, Project Manager Puan Bisa Festival 2026 sekaligus Chief of People Officer Puan Bisa, berharap perempuan dapat mengambil keputusan berdasarkan nilai, prinsip, dan integritas yang diyakini, alih-alih sekadar mengikuti tuntutan maupun ekspektasi sosial.
Dini menegaskan bahwa mengambil jeda bukan berarti menghentikan proses pertumbuhan, melainkan menjadi kesempatan untuk memahami diri dan kebutuhan pribadi sebelum kembali melangkah. “Berani mengambil jeda bukan berarti berhenti bertumbuh. Justru, dengan memahami diri dan apa yang benar-benar kita butuhkan, kita dapat melangkah kembali dengan lebih sadar dan selaras dengan nilai yang kita pegang,” ujarnya. Pesan tersebut merangkum semangat Brave to Step Back: RISE dalam mendorong perempuan muda untuk bertumbuh dengan lebih sadar dan autentik.
Baca Juga
-
Manga Gachiakuta Siap Kembali Terbit 11 November Usai Hiatus Tiga Bulan
-
Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027
-
Membangun Bangsa vs Bank: Kritik atas Pembangunan yang Terobsesi Angka
-
Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan
-
Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia
Artikel Terkait
News
-
Karhutla Masih Selimuti Kalimantan, WALHI Desak Tanggung Jawab Korporasi
-
Babat Habis Hutan Demi Lahan Pertanian, Warga Bojonegoro Bersiap Hadapi Bencana?
-
Kabut Asap Menggila, PM Malaysia Anwar Ibrahim Minta ASEAN Turun Tangan Urus Karhutla RI
-
Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar
-
Bikin Malu Negara! 7 Perusahaan Indonesia Kena Semprot Singapura Gara-Gara Biang Kerok Karhutla
Terkini
-
Manga Gachiakuta Siap Kembali Terbit 11 November Usai Hiatus Tiga Bulan
-
Kenichi Suzumura Alami Adjustment Disorder, Agensi Putuskan Bubar pada 2027
-
Membangun Bangsa vs Bank: Kritik atas Pembangunan yang Terobsesi Angka
-
Dear Math, We're Not Friends: Ketika Matematika Tak Lagi Menakutkan
-
Jadwal MotoGP Australia 2026: Usaha Marc Marquez Dapat Ancaman dari Aprilia