Ekosistem media daerah kembali mendapat dorongan strategis untuk terus berkembang dan beradaptasi. Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Syahganda, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Local Media Summit (LMS) yang berlangsung di Manhattan Hotel Jakarta pada Kamis (22/10/2026). Menurutnya, inisiatif kumpul komunitas ini sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan media lokal sebagai pilar penting informasi.
Syahganda menilai media lokal memiliki keunggulan pemahaman isu kedaerahan yang jauh lebih mendalam. "Ini acara bagus sekali, karena dia akan mendevelop teman-teman media lokal itu untuk tumbuh menjadi pemilik negeri ini. Karena dia yang paling ngerti hal-hal yang ada di daerah tentunya," ujar Syahganda.
Ia juga menyoroti pentingnya keterhubungan jejaring media lokal dengan panggung nasional dan global. "Dan dia akhirnya terconnecting kan? Connected dengan Jakarta dan internasional. Luar biasa acara ini," tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap ekosistem media daerah, Syahganda membawa kabar baik terkait kebijakan strategis pemerintah pusat. Ia mengungkapkan telah berdiskusi dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, untuk merencanakan pengembangan peran hubungan masyarakat (humas) dan Kominfo di berbagai daerah. Ke depannya, urusan ini didorong agar masuk ke dalam urutan wajib undang-undang pemerintahan daerah.
Selain penguatan regulasi, pemerintah menyiapkan peningkatan dukungan finansial. "Dan kedua akan ditingkatkan anggarannya dari 0,66 menjadi 2 persen. Nah harapan kita kalau itu bisa cepat dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri, teman-teman media lokal mempunyai satu support yang besar untuk tumbuh lagi berkembang besar," jelas Syahganda.
Tantangan AI dan Pentingnya Kolaborasi
Dukungan dari pemerintah tersebut menjadi angin segar di tengah beratnya tantangan yang harus dihadapi industri pers saat ini. Pada pembukaan ajang yang sama, Chief Executive Officer (CEO) Suara.com sekaligus Inisiator Local Media Community, Suwarjono, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menghadapi era baru disrupsi informasi.
Suwarjono menjelaskan bahwa pergeseran perilaku pembaca—dari media cetak, penyiaran, situs berita, hingga ke era media sosial dan kecerdasan buatan (AI)—tidak lagi berjalan secara bertahap, melainkan melompat (leapfrogging).
Pola pergeseran audiens dan akselerasi teknologi yang sangat cepat inilah yang kerap menciptakan jarak perkembangan (gap) yang cukup lebar antara pengelola media di ibu kota dengan media-media di daerah. Tidak hanya berpacu dengan kecepatan informasi di platform digital, kehadiran teknologi AI kini menuntut pengelola media lokal untuk segera melakukan transformasi, baik dari sisi konten maupun penyesuaian model bisnis.
Oleh karena itu, jejaring yang solid di dalam Local Media Community diharapkan mampu merumuskan langkah taktis dan kolaboratif agar media lokal di seluruh penjuru Nusantara tidak tertinggal oleh gempuran AI, melainkan bisa memanfaatkannya untuk memperkuat keberlanjutan bisnis dan kualitas jurnalisme ke depan.
Baca Juga
-
Kepada Ilah yang Tak Diketahui: Ketika Manusia Berhadapan dengan Alam dan Keyakinan
-
Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan
-
Review Film Jailer 2: Kembalinya Pensiunan Sipir yang Sangat Mematikan!
-
Ingin Kulit Glowing? Coba 5 Midnight Serum Ini untuk Perawatan Malam
-
Etika di Balik Akun Palsu: Kenapa Netizen Suka Menghakimi Orang di Medsos?
Artikel Terkait
News
-
Yogyakarta Tak Kunjung Hujan, BMKG Ungkap Kondisi Terkini Kemarau DIY
-
Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG
-
Belajar Jurnalistik Nggak Melulu Lewat Berita, Kenalan Sama Newsgame Detektif Deepfake!
-
Belajar dari Story on Stage: Mengapa Menyediakan Ruang untuk Mendengarkan Itu Penting?
-
Puan Bisa Festival 2026 Ajak Perempuan Muda Rancang Karier Sesuai Potensi Diri
Terkini
-
Kepada Ilah yang Tak Diketahui: Ketika Manusia Berhadapan dengan Alam dan Keyakinan
-
Review Film Ditto (2022): Panggilan dari Masa Lalu dan Spoiler Masa Depan
-
Review Film Jailer 2: Kembalinya Pensiunan Sipir yang Sangat Mematikan!
-
Ingin Kulit Glowing? Coba 5 Midnight Serum Ini untuk Perawatan Malam
-
Etika di Balik Akun Palsu: Kenapa Netizen Suka Menghakimi Orang di Medsos?