M. Reza Sulaiman | Khasbi Assiddiqy
Tampilan menu PowerPoint “MUWAKIB” (Dok. Penulis)
Khasbi Assiddiqy

Kebosanan siswa dalam mempelajari bahasa Arab yang kerap dipicu oleh metode ceramah konvensional dan monoton dengan buku paket kini menemukan solusinya. Dua guru di bawah naungan LP Ma'arif NU Kabupaten Pekalongan melahirkan inovasi media pembelajaran interaktif berbasis PowerPoint bernama "MUWAKIB". Media ini terbukti melonjakkan hasil belajar siswa secara signifikan hingga berhasil dipresentasikan dalam ajang bergengsi Annual International Conference on Islamic Education and Language (AICIEL) UIN SMH Banten 2026.

Inovasi berdedikasi tinggi ini dikembangkan secara kolaboratif oleh Muhammad Muslih, S.Pd., Guru MA KH. Syafi'i Buaran, bersama Khasbi Assiddiqy, S.Pd. Guru MIS Menjangan Bojong. Berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya keterlibatan siswa saat membaca buku teks, keduanya merancang media pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan karakter generasi digital di madrasah.

Inovasi tersebut dikembangkan menggunakan metode Research and Development (R&D) model ADDIE dengan subjek uji coba siswa kelas VII MTs Salafiyah Jenggot. Berdasarkan hasil kelayakan, ahli media memberikan skor validasi sebesar 77. Lebih jauh lagi, dampak penggunaan "MUWAKIB" menunjukkan perbedaan yang sangat tajam. Rata-rata nilai siswa yang sebelumnya hanya 39,2 saat pembelajaran tanpa media, melonjak drastis menjadi 98,8 setelah memanfaatkan media interaktif berbasis PowerPoint ini.

Inisiator utama media "MUWAKIB" yang merupakan akronim dari Mufrodat, Hiwar, dan Tarkib, Muhammad Muslih, menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembelajaran bahasa Arab di era modern.

"Kami ingin mendobrak stigma bahwa bahasa Arab itu rumit dan membosankan. Melalui 'MUWAKIB', kami mengemas materi ke dalam tampilan visual dan fitur interaktif PowerPoint agar siswa terstimulasi untuk aktif belajar. Lonjakan nilai dari 39,2 menjadi 98,8 ini membuktikan bahwa sentuhan teknologi mampu membangkitkan minat belajar santri secara luar biasa," tegas Muhammad Muslih saat memaparkan hasil penelitiannya.

Sementara itu, kolaborator pengembangan media, Khasbi Assiddiqy, menyoroti respons positif dari rekan sesama pendidik dan masyarakat madrasah. Menurut pandangannya, keberhasilan "MUWAKIB" hingga melenggang ke panggung AICIEL 2026 menjadi bukti nyata bahwa guru-guru madrasah NU memiliki kapasitas intelektual dan daya saing di tingkat internasional. Ia menilai bahwa kolaborasi lintas jenjang madrasah ini mampu menjadi pemantik semangat bagi pendidik lain untuk terus bertransformasi dan menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kiprah nyata Muslih dan Khasbi ini tidak hanya membawa angin segar bagi efektivitas pembelajaran di kelas, tetapi juga memperkokoh citra madrasah Ma'arif NU sebagai lembaga pendidikan Islam yang responsif, inovatif, dan unggul di era digital. Semangat mendidik generasi penerus bangsa terus hadir, kelak kebaikan yang ditanam setiap harinya di masa depan tercapai generasi unggul, luhur budi pekerti, religius, adaptif dan bertanggung jawab maka mari bersama memupuk cita-cita itu bergandengan dengan semua kalangan masyarakat agar lestari tradisi pendidikan yang baik.

Baca Juga