Di tengah menjamurnya tempat makan bernuansa Jepang di Kota Malang, Ramen Master tak mungkin luput sebagai salah satu pilihan yang cukup populer. Terutama di kalangan mahasiswa dan keluarga muda yang suka kuliner ala Jepang.
Ramen Master merupakan bagian dari jaringan kuliner yang telah memiliki puluhan cabang di seluruh Indonesia. Dengan konsep “ramen halal” yang telah bersertifikasi MUI, tempat ini mencoba menjembatani cita rasa Jepang dengan selera lokal.
Hasilnya adalah menu-menu yang terasa familiar di lidah orang Indonesia, tanpa kehilangan identitas sebagai hidangan ramen.
Lokasi Strategis dan Comfy
Berlokasi di Jalan Retawu No.4, kawasan Oro-oro Dowo yang dekat dengan Jalan Ijen, restoran ini mudah diakses dan menjadi titik singgah yang nyaman untuk makan siang maupun makan malam.
Keunggulan lain dari lokasi ini adalah keberadaannya yang dikelilingi berbagai tempat makan lain. Jika datang bersama keluarga atau teman dengan selera berbeda, pilihan alternatif makanan sangat mudah ditemukan hanya dengan berjalan kaki.
Hal ini menjadikan kawasan Retawu sebagai salah satu titik kuliner yang fleksibel di Malang.
Ramen Halal, Harga Bersahabat
Salah satu daya tarik utama Ramen Master adalah harga yang relatif terjangkau. Dengan kisaran harga mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 40.000-an, restoran ini menjadi pilihan realistis bagi mahasiswa atau siapa saja yang ingin menikmati ramen tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.
Beberapa menu favorit di antaranya adalah Chicken Chashu Ultimate Ramen (Rp 34.000), Super Ultimate Ramen (Rp 41.000), serta Chicken Karaage Shoyu Ramen (Rp 27.000). Selain ramen, tersedia juga menu nasi seperti Gyudon, Chicken Curry Rice, hingga Momo Karaage Don yang tak kalah menggugah selera.
Menariknya, pengunjung juga dapat menyesuaikan rasa sesuai selera dengan tambahan bumbu yang tersedia secara mandiri, seperti cabai, daun bawang, atau saus tertentu. Hal ini memberi fleksibilitas bagi pelanggan untuk “mengatur” rasa ramen mereka sendiri.
Tempat Nongkrong Santai Ala Jepang
Dari segi rasa, Ramen Master menawarkan pengalaman yang cukup memuaskan untuk kelas harganya. Kuah ramen terasa gurih dan tidak terlalu berat, sehingga cocok bagi mereka yang mungkin belum terbiasa dengan ramen autentik Jepang yang cenderung lebih pekat.
Topping seperti chicken chashu, telur, dan sayuran disajikan dalam porsi yang cukup, memberikan keseimbangan antara rasa dan tekstur. Porsi makanannya pun pas untuk satu orang dewasa.
Dari sisi tempat, Ramen Master Malang menawarkan suasana yang bersih, rapi, dan cukup nyaman. Ruangan ber-AC membuat pengalaman makan lebih menyenangkan, terutama di siang hari yang panas.
Pilihan tempat duduknya pun beragam, mulai dari meja kecil untuk makan sendiri hingga area yang lebih luas untuk kelompok. Vibe yang tenang menjadikan tempat ini cocok tidak hanya untuk makan cepat, tetapi juga untuk nongkrong santai bersama teman.
Di Balik Semangkuk Ramen Rp30 Ribuan yang Bikin Balik Lagi
Pelayanan di sini juga tergolong baik. Stafnya ramah dan responsif, sementara waktu penyajian berkisar antara 15 hingga 20 menit. Masih dalam batas wajar untuk makanan yang disiapkan secara fresh. Area parkir yang cukup luas menjadi nilai tambah, terutama karena lokasinya berada di pinggir jalan utama.
Namun, tidak ada tempat yang benar-benar sempurna. Salah satu kekurangan yang cukup terasa adalah lokasi kamar mandi yang berada di luar area utama, sehingga kurang praktis bagi pengunjung. Meski demikian, hal ini tidak terlalu mengganggu pengalaman makan secara keseluruhan.
Secara keseluruhan, Ramen Master Malang adalah pilihan yang solid bagi siapa saja yang mencari ramen dengan harga terjangkau, rasa yang “aman”, dan suasana yang nyaman.
Mungkin bukan tempat untuk pengalaman ramen autentik kelas premium, tetapi karena sederhana, ramah di kantong, dan cocok untuk dinikmati siapa saja. Ramen ini bisa jadi pilihan yang relatif bagi pelajar.
Baca Juga
-
Kemunafikan Berkedok Agama di Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa
-
Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You
-
Ketika Iblis Iri: Pelajaran Berharga dari Rahasia Semesta Sebelum Dunia
-
Horor Gunung Welirang: Kesalahan Fatal Pendakian di Film Dusun Mayit (2025)
-
Membaca Matilda di Era Modern: Masihkah Kita Mendengarkan Anak?
Artikel Terkait
Ulasan
-
Review We Are All Trying Here: Merasa Tertinggal Bukan Berarti Terlambat
-
Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini
-
Film Nobody Loves Kay dan Sisi Gelap yang Jarang Dibahas dari Dunia Esports
-
Kemunafikan Berkedok Agama di Film Tuhan, Izinkan Aku Berdosa
-
Mengejar Mimpi atau Menuruti Takdir? Dilema Molly dalam Novel Adore You
Terkini
-
Harga Rp12 Jutaan, Xiaomi 17T Pro Masih Layak Disebut Flagship Killer?
-
Unik dan Modis! 4 Rekomendasi Tabi Shoes Brand Lokal yang Wajib Dilirik
-
Anti-Boring! 4 OOTD Modern Edgy Classic ala Sooin MEOVV yang Mudah Disontek
-
Manifesto Lingkungan Hidup Emang Keren tapi Kalah Sakti dari Ketegasan Emak
-
Hemat dan Ramah Lingkungan, Biasakan 'Repair First' sebelum Membeli Baru