The Drama adalah film romantis black comedy drama asal Amerika Serikat tahun 2026 yang ditulis dan disutradarai oleh Kristoffer Borgli, sutradara Norwegia yang sebelumnya dikenal lewat Sick of Myself dan Dream Scenario.
Diproduksi oleh A24, studio yang sering menghadirkan film-film berani dan tak konvensional, The Drama dibintangi Zendaya sebagai Emma Harwood dan Robert Pattinson sebagai Charlie Thompson. Pendukungnya termasuk Alana Haim (Rachel), Mamoudou Athie (Mike), serta Hailey Gates dan lainnya. Durasi film sekitar 106 menit, bergenre comedy-drama dengan elemen cringe comedy yang kuat.
Ujian Cinta, Pengampunan, dan Ketegangan Menuju Hari Pernikahan
Sinopsis film ini berpusat pada pasangan yang tampak bahagia dan telah bertunangan, Emma dan Charlie. Mereka tengah mempersiapkan pernikahan mewah di Boston. Hidup mereka terlihat sempurna: Charlie adalah kurator museum seni, sementara Emma adalah editor sastra yang karismatik. Namun, selama sesi tasting makanan dan anggur pra-pernikahan, sebuah permainan santai “What’s the Worst Thing You’ve Ever Done?” berubah menjadi mimpi buruk.
Emma, dalam keadaan mabuk, mengungkapkan pengakuan gelap dari masa remajanya: ia pernah merencanakan aksi penembakan di sekolah saat usia 15 tahun. Ia tidak jadi melakukannya karena ada penembakan lain yang membunuh teman sekelasnya, yang kemudian mendorongnya aktif dalam gerakan anti-senjata api. Pengakuan ini langsung mengguncang fondasi hubungan mereka, teman-teman, dan rencana pernikahan yang tinggal hitungan hari.
Film ini bukan sekadar rom-com ringan seperti yang dipromosikan di trailer awal. Borgli dengan cerdik memainkan ekspektasi penonton, mengubah cerita menjadi eksplorasi tidak nyaman tentang kepercayaan, pengampunan, hipokrasi moral, dan “apa yang benar-benar kita ketahui tentang pasangan kita”.
Pengungkapan Emma menjadi katalisator yang memicu reaksi berantai: Charlie mengalami krisis identitas dan kepanikan pria, teman-teman mereka terjebak dalam situasi awkward yang ekstrem, dan seluruh pernikahan terancam runtuh. Borgli menyuntikkan humor hitam yang tajam, sering kali membuatku gelisah sekaligus tertawa karena ketidaknyamanannya—mirip gaya Ruben Östlund atau film-film Skandinavia yang satir terhadap kelas menengah atas.
Review Film The Drama
Penampilan Zendaya dan Robert Pattinson menjadi daya tarik utama. Zendaya menghadirkan Emma dengan lapisan misterius yang menarik: cantik, cerdas, tapi membawa beban masa lalu yang gelap. Ia berhasil membuat karakter yang semula terlihat sempurna menjadi kompleks dan agak menakutkan.
Pattinson, yang sudah sering bermain di peran eksentrik, di sini menunjukkan sisi leading man konvensional yang kemudian runtuh menjadi sosok histeris dan rapuh. Kimia di antara keduanya kuat, terutama dalam adegan-adegan pra-pengakuan yang manis sekaligus penuh nuansa. Alana Haim sebagai maid of honor dan Mamoudou Athie sebagai best man juga memberikan dukungan solid, memperkaya dinamika grup yang semakin kacau.
Secara visual, film ini terlihat cerah dan estetis khas A24, dengan setting pernikahan mewah di Back Bay dan Ipswich yang kontras tajam dengan tema gelapnya. Sinematografi memanfaatkan cahaya alami dan komposisi yang rapi, membuat momen-momen cringe terasa lebih intens. Skor musik dan penggunaan lagu-lagu kontemporer mendukung suasana yang bergeser dari romantis menjadi tegang. Akan tetapi, akhir film agak kurang memuaskan atau terlalu tidak dramatis dibandingkan buildup-nya yang kuat, meski tetap berhasil memprovokasi diskusi panjang tentang moralitas dan hubungan modern.
Film ini benar-benar berani karena menyentuh isu sensitif seperti perundungan di sekolah, pengampunan, serta dinamika gender dan ras tanpa takut memicu pertentangan. Menurutku, ini merupakan salah satu film paling mengundang perdebatan di tahun 2026. Hal tersebut dikarenakan penggambarannya yang emosional serta cara film ini membedah bagaimana reaksi pria terhadap masa lalu pasangannya.
Bisa dibilang karya ini adalah film yang berani hingga membuat tidak nyaman sekaligus sangat lucu, meskipun tema-tema berat di dalamnya tidak dieksplorasi secara tuntas. Dengan pendapatan bioskop seluruh dunia mencapai sekitar 100 juta dolar AS, film ini menunjukkan daya tarik niaga yang kuat bagi film besutan studio A24.
Di Indonesia, The Drama tayang di bioskop mulai 22 April 2026, didistribusikan oleh Feat Pictures. Film ini sudah tersedia di jaringan besar seperti Cinema XXI, CGV Cinemas, Cinépolis, dan lainnya, dengan subtitle bahasa Indonesia. Durasi tayang standar, dan ada beberapa sneak preview sebelum tanggal resmi.
Film ini menawarkan pengalaman yang berbeda dari rom-com Hollywood biasa—lebih gelap, lebih provokatif, dan mengajak refleksi tentang pernikahan serta rahasia pasangan. Peringatan: film mengandung konten dewasa, bahasa kasar, dan tema sensitif (kekerasan sekolah, alkohol, konflik emosional berat), sehingga disarankan untuk penonton dewasa (rating R di beberapa wilayah).
Secara keseluruhan, The Drama berhasil sebagai black comedy yang cerdas dan mengganggu. Ia bukan film yang nyaman ditonton, tapi justru itu kekuatannya: membuat penonton merasa gelisah, tertawa gugup, dan mempertanyakan sendiri hubungan mereka. Zendaya dan Pattinson memberikan performa kelas atas, sementara skenario Borgli berani mengambil risiko besar.
Kalau kamu suka film yang tidak hanya menghibur tapi juga meninggalkan rasa tidak nyaman yang produktif, The Drama layak ditonton di bioskop. Rating pribadi: 8/10. Film ini membuktikan bahwa pernikahan sempurna sering kali hanya ilusi, dan drama sejati baru dimulai saat rahasia terungkap.
Baca Juga
-
Mural untuk Kampung Kelabu
-
Review Serial Beef Season 2: Hadirkan Kisah Ambisi dan Ketimpangan Sosial!
-
Ulasan Film Komang: Hadirkan Pesan Haru tentang Pengertian dan Doa
-
Ulasan Film 1 Kakak 7 Ponakan: Menyentuh Hati dengan Kisah Keluarga Hangat!
-
Ulasan Film Bhooth Bangla: Komedi Horor yang Ringan dengan Banyak Slapstick
Artikel Terkait
Ulasan
-
Menelusuri Dunia Dewa dan Pahlawan dalam Buku Mitologi
-
Ramen Master: Kuliner Jepang Favorit Mahasiswa yang Ramah Kantong di Malang
-
Jejak Wawasan 11: Menyibak Dunia Tersembunyi dalam The Secret of Shambhala
-
Resensi Buku Bintang Merah Menerangi Dunia Ketiga: Warisan Revolusi Oktober 1917.
-
Ketika Penjudi Mengenal Cinta di Peternakan Kuda: Romansa di Texas Blue
Terkini
-
Wellness atau Flexing? Jangan-Jangan Kamu Bayar Mahal Cuma Demi Algoritma Tanpa Ada Hasilnya
-
EVAN Dipastikan Tampil di KCON LA 2026, Perdana Usai Keluar dari ENHYPEN
-
Simalakama Kucing Liar: Antara Kasih Sayang dan Ancaman Invasi Biologis
-
Menang Gugatan, Kontrak FANTASY BOYS dan Doha BAE173 Resmi Ditangguhkan
-
Curi Sorotan, Maika Monroe Kembali Main Film Horor Lewat Victorian Psycho