Sekar Anindyah Lamase | Oktavia Ningrum
Temukan Dirimu, Nikmati Hidupmu (Dok.Pribadi/Oktavia)
Oktavia Ningrum

Ketika mengambil buku ini kukira ini tulisan orang Indonesia. Ternyata buku ini adalah terjemahan dari buku  Iktasyif Nafsaka wa Istamti' bi al-Hayâh atau bisa ditemui juga dengan judul Enjoy Your Life/Istamti' bi Hayatik

Buku Temukan Dirimu, Nikmati Hidupmu karya dr. Maha Arab (Maha Morsi Arab) mengingatkan kita bahwa hidup bukan sekadar dijalani, melainkan harus dinikmati dengan penuh kesadaran.

Seringkali kita terjebak dalam rutinitas tanpa arah. Bangun, bekerja, lalu mengulang pola yang sama tanpa benar-benar memahami makna di balik kehidupan itu sendiri.

Isi Buku

Melalui buku ini, pembaca diajak untuk merenungkan pertanyaan mendasar: apakah kita hanya sekadar hidup, atau benar-benar menghidupkan hidup? Pertanyaan ini menjadi pintu masuk menuju pemahaman yang lebih dalam tentang jati diri, tujuan, dan hubungan manusia dengan Tuhan.

Salah satu kekuatan buku ini terletak pada pendekatannya yang reflektif dan spiritual. Penulis mengaitkan makna hidup dengan hubungan manusia kepada Sang Pencipta. Dalam salah satu perumpamaan yang menggugah, dijelaskan bahwa seseorang hanya sekadar hidup jika ia menjalankan ibadah sebagai rutinitas.

Namun, ia benar-benar “menghidupkan hidup” ketika mampu menghubungkan setiap aktivitasnya dengan kesadaran spiritual, merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap langkah, serta menghadirkan ketulusan dalam doa dan tindakan.

Pandangan ini sejalan dengan nasihat dari Umar bin Khattab yang menyatakan bahwa manusia harus menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Pesan tersebut menegaskan bahwa makna hidup tidak hanya diukur dari pencapaian materi, tetapi juga dari kualitas hubungan spiritual dan kedalaman hati.

Selain membahas makna hidup, buku ini juga menyoroti pentingnya perasaan dan kepekaan. Penulis menekankan bahwa kemampuan merasakan adalah anugerah yang membedakan manusia yang “hidup” dengan manusia yang “benar-benar hidup”.

Kepekaan terhadap diri sendiri dan orang lain menjadi kunci untuk membangun empati, memahami, dan mencintai.

Dalam konteks ini, gagasan dari Agnes Miller turut memperkuat bahwa kemampuan berpikir, merasakan, dan bertindak adalah bawaan sejak lahir. Namun, kepekaan perlu diasah agar manusia mampu mengenali dan mengelola emosi dengan baik.

Tanpa kepekaan, seseorang akan mudah terjebak dalam kekosongan batin, bahkan berisiko mengalami stres dan depresi.

Kelebihan dan Kekurangan

Buku ini juga menyinggung pentingnya mengekspresikan perasaan. Banyak orang cenderung menahan emosi karena takut dinilai lemah atau tidak pantas. Padahal, menurut Richard Lazarus, salah satu cara efektif mengatasi tekanan mental adalah dengan belajar mengungkapkan perasaan secara sehat. Menyimpan emosi terlalu lama justru dapat menjadi beban psikologis yang berbahaya.

Aspek lain yang tak kalah penting adalah komunikasi. Dalam kehidupan sosial, komunikasi bukan sekadar bertukar kata, melainkan seni untuk membangun hubungan. Buku ini menjelaskan bahwa komunikasi yang baik mampu menciptakan pemahaman, memperkuat kepercayaan diri, dan membuka jalan menuju kebijaksanaan.

Pendapat Tony Robbins yang dikutip dalam buku ini sangat relevan: kata-kata dapat menjadi jembatan yang menghubungkan manusia, tetapi juga bisa menjadi tembok yang memisahkan. Kesalahan dalam berkomunikasi seperti menggunakan kata-kata kasar, nada mengancam, atau menyerang pribadibjustru akan merusak hubungan dan menimbulkan jarak emosional.

Sebaliknya, komunikasi yang penuh empati dan penghargaan akan mempererat hubungan, membuka ruang dialog, serta menciptakan lingkungan yang sehat secara emosional. Buku ini mengajak pembaca untuk lebih bijak dalam berbicara, mendengarkan dengan tulus, dan menghargai perasaan orang lain.

Dengan gaya bahasa yang ringan, kisah-kisah inspiratif, dan pesan yang mendalam, buku ini mampu menyentuh berbagai lapisan pembaca.

Kebahagiaan sejati tidak datang dari luar, melainkan dari dalam diri. Dari kemampuan untuk mengenali diri sendiri, merasakan dengan hati, berkomunikasi dengan bijak, dan menjaga hubungan dengan Tuhan.

Buku ini mengajarkan bahwa hidup yang bermakna bukan tentang seberapa lama kita hidup, tetapi tentang bagaimana kita menghidupkan setiap momen yang kita jalani.

Identitas Buku

  • Judul: Temukan Dirimu, Nikmati Hidupmu: Kiat-Kiat Sederhana Menemukan Kehidupan yang Bermakna
  • Judul Asli: Iktasyif Nafsaka wa Istamti' bi al-Hayâh
  • Penulis: dr. Maha Arab
  • Penerbit: Gemilang
  • Tahun Terbit: Mei 2021
  • ISBN: 978-623-7162-83-4
  • Tebal: 256 halaman
  • Genre: Pengembangan Diri, Motivasi