Pati Patni Aur Woh Do adalah film komedi romantis Bollywood yang dirilis pada tahun 2026, disutradarai oleh Mudassar Aziz. Film ini merupakan sekuel spiritual dari Pati Patni Aur Woh (2019) dan remake dari film klasik 1978 dengan nama serupa.
Dengan durasi sekitar 115 menit, film ini mengusung genre komedi kekacauan (comedy of errors) yang penuh salah paham, romansa, dan elemen drama ringan. Dibintangi oleh Ayushmann Khurrana sebagai pemeran utama, bersama Wamiqa Gabbi, Sara Ali Khan, dan Rakul Preet Singh, film ini menawarkan hiburan komersial yang ringan untuk penonton keluarga.
Kisah Pernikahan yang Penuh Drama Komedi
Cerita berfokus pada Prajapati Pandey (Ayushmann Khurrana), seorang petugas kehutanan yang tinggal di Prayagraj bersama istrinya, Aparna (Wamiqa Gabbi), seorang jurnalis yang penuh semangat. Pernikahan mereka tampak sempurna hingga sebuah keputusan sederhana memicu rangkaian kekacauan.
Prajapati diminta membantu teman kuliahnya, Chanchal Kumari (Sara Ali Khan), yang ingin kawin lari dengan kekasihnya dari latar belakang berbeda. Untuk melindungi Chanchal dari pengawasan keluarga yang ketat, Prajapati berpura-pura menjadi pacarnya.
Situasi semakin rumit dengan kehadiran Nilofer Khan (Rakul Preet Singh), rekan kerja dan sahabat Prajapati di kantor kehutanan, yang salah paham dan mengira ada hubungan asmara di baliknya.
Kekacauan melibatkan berbagai karakter pendukung, termasuk politisi berpengaruh (Tigmanshu Dhulia), polisi moralis (Vijay Raaz), dan anggota keluarga yang ikut campur. Plot utamanya mengeksplorasi tema pernikahan, kepercayaan, persahabatan, dan konsekuensi dari kebohongan kecil yang membesar.
Meski premisnya klasik, film ini mencoba memperbarui formula dengan menambahkan dua "Woh" (perempuan lain), sehingga menciptakan dinamika segitiga yang lebih kompleks menjadi kekacauan empat sudut. Sutradara Mudassar Aziz berhasil menyisipkan elemen lokal Prayagraj, termasuk nuansa budaya dan dialog yang mencerminkan kehidupan kelas menengah India modern.
Ulasan Film Pati Patni Aur Woh Do
Secara teknis, film ini didukung sinematografi yang cerah dan lagu-lagu yang catchy, khas produksi T-Series. Penampilan aktor menjadi kekuatan utama.
Ayushmann Khurrana menghadirkan komedi timing yang baik, meski kadang berlebihan dalam ekspresi. Wamiqa Gabbi memberikan kedalaman sebagai istri yang cerdas dan curiga, sementara Sara Ali Khan membawa energi youthful dan Rakul Preet Singh menambah pesona melalui karakter yang mandiri.
Chemistry di antara para pemeran wanita menciptakan momen-momen tegang yang lucu. Akan tetapi, l film ini terlalu bergantung pada exaggeration, sehingga kadang kehilangan kedalaman emosionalnya.
Film Pati Patni Aur Woh Do tayang perdana di bioskop Indonesia pada 15 Mei 2026, bersamaan dengan rilis di India dan beberapa negara lain. Film ini tersedia di jaringan bioskop besar seperti CGV, Cinepolis, Cinema XXI, dan lainnya, dengan subtitle Bahasa Indonesia.
Sebagai film Bollywood komedi ringan, ia menarik untuk penonton keluarga dan penggemar genre rom-com di Indonesia, di mana film India sering mendapat sambutan hangat. Pada akhir pekan pembukaan, film ini mencatat performa box office yang solid di pasar global, termasuk kontribusi dari pasar internasional.
Salah satu adegan paling kocak versiku adalah saat konfrontasi multi-karakter di sebuah acara pernikahan atau hotel, di mana Prajapati harus berbohong secara simultan kepada Aparna, Chanchal, dan Nilofer. Dialog-dialog penuh salah tafsir, ditambah gestur Ayushmann yang panik, menciptakan tawa beruntun.
Adegan di mana Nilofer (Rakul) secara tidak sengaja mendekati Prajapati di dalam mobil dengan cara yang salah diartikan juga menjadi sorotan, karena memadukan slapstick dan timing komedi yang tepat tanpa vulgar yang berlebihan.
Nah, kalau adegan paling berkesan setelah nonton film ini adalah pada klimaks film, di mana seluruh kebohongan terungkap dalam satu ruangan penuh karakter. Kekacauan mencapai puncak dengan dialog cepat, pengejaran, dan resolusi emosional yang menyentuh. Bagaimana film ini menekankan pentingnya komunikasi dalam pernikahan, dibungkus dengan humor yang bersih. Adegan ini tidak hanya lucu tetapi juga memberikan pesan moral ringan tentang kepercayaan dan pengampunan, membuatku pulang dengan senyum dan refleksi kecil. Elemen seperti penampilan cameo atau interaksi dengan hewan liar (CGI leopard) yang absurd dan menghibur sampai-sampai membuatku tertawa.
Overall, Pati Patni Aur Woh Do adalah hiburan komersial yang solid untuk membuatku ya yang mencari tawa tanpa beban berat. Meski bukan film revolusioner dan kadang terasa berlebihan, ia berhasil menyegarkan formula lama dengan pemeran kuat dan produksi apik. Cocok ditonton bersama keluarga atau teman untuk malam yang menyenangkan.
Bagi penggemar Ayushmann Khurrana atau komedi Bollywood klasik, film ini layak ditonton di bioskop untuk pengalaman maksimal. Dengan box office yang menjanjikan, film ini membuktikan bahwa cerita sederhana tentang hubungan manusia masih relevan dan entertaining di era modern.
Baca Juga
-
Review Serial Song of the Samurai: Aksi Pedang Brutal di Akhir Era Edo!
-
Star Wars: The Mandalorian and Grogu, Bab Baru Saga Pahlawan Legendaris!
-
Review Film Kartavya: Dilema Tugas dan Keadilan di Tengah Korupsi Sistemik!
-
Ulasan Lurker: Pesan Moral tentang Bahaya Obsesi di Dunia yang Terhubung!
-
Review Kneecap: Kisah Inspiratif Revitalisasi Bahasa Lewat Musik Hip-Hop!
Artikel Terkait
-
Sinopsis Pati Patni Aur Woh Do, Film Romcom India Dibintangi Sara Ali Khan
-
Film Terlaris, Dhudradhar: The Revenge Akan Tayang di Netflix Mulai Besok
-
Sinopsis Kaho Naa... Pyaar Hai: Film yang Melahirkan Hrithik-Mania, Tayang Pagi Ini di ANTV
-
Sukses Besar, 3 Aktor Ternama Tolak Peran Akshaye Khanna di Film Dhurandhar
-
Review Mardaani 3: Penampilan Memukau Rani Mukerji sebagai Polisi, Baru Tayang di Netflix
Ulasan
-
Menjemput Damai di Kafe Dona Dona: Lika-liku Lintas Waktu Penuh Haru
-
Review Serial Song of the Samurai: Aksi Pedang Brutal di Akhir Era Edo!
-
Star Wars: The Mandalorian and Grogu, Bab Baru Saga Pahlawan Legendaris!
-
Siasat Maryamah Melawan Stigma Gender dalam Buku Cinta di Dalam Gelas
-
Review Film Kartavya: Dilema Tugas dan Keadilan di Tengah Korupsi Sistemik!
Terkini
-
Koperasi Desa Merah Putih, Apakah dapat Mengancam Ekonomi UMKM?
-
5 Drama China dengan Trope CEO Dingin Jatuh Cinta, Ada Once We Get Married!
-
Bukan Film Zombie Biasa, Ini 3 Daya Tarik 'Colony' yang Bikin Penasaran
-
Bebas Gerah, Intip 5 Gaya Outfit Musim Panas Lim Ji Yeon yang Super Modis
-
Pecahkan Kutukan Selama 22 Tahun, Arsenal Resmi Jadi Raja Inggris Lagi!