M. Reza Sulaiman | Rahel Ulina Br Sembiring
Nankin Sui Mian, Restoran Tjap Nyonya (Dok.Pribadi/Rahel Ulina Br Sembiring)
Rahel Ulina Br Sembiring

Mencari tempat nugas yang tenang sekaligus menyajikan hidangan lezat sering kali gampang-gampang susah. Namun, sepulang kerja sekitar pukul tiga sore, langkah saya terhenti di Tjap Nyonya 2 yang berlokasi di Kompleks FC Purimas 2, Batam. Awalnya saya memilih restoran ini karena dekat dengan rumah saya yang ada di Legenda Malaka. Meski suasana saat itu sudah agak ramai, beruntung saya masih mendapatkan deretan kursi kosong di lantai bawah.

Sebagai tipikal pekerja yang tak bisa lepas dari laptop, hal pertama yang saya tanyakan kepada waitress adalah keberadaan stopkontak. Dengan sigap dan ramah, staf mengarahkan saya ke area lantai satu yang ber-AC dan nyaman. Berbeda dengan lantai dua yang mengusung konsep outdoor tanpa AC, area bawah ini memang terasa jauh lebih ideal untuk fokus bekerja dan menuntaskan tumpukan deadline.

Soal urusan perut, Tjap Nyonya menawarkan deretan menu akulturasi Peranakan yang cukup menggoda selera. Pilihan mi kuah maupun mi gorengnya cukup bervariasi, mulai dari Ja Mian, Nankin Mian, Rou Mian, hingga Sichuan Wonton dan Bubur Ayam Pek Cam Kee. Karena berniat mencari yang hangat untuk menu berbuka puasa, pilihan saya jatuh pada Nankin Sui Mian seharga Rp45.500. Mengingat ulasan di Google Maps sempat menyebutkan tingkat kepedasan mi di sini cukup menggigit, saya memutuskan untuk mengambil varian original yang tidak pedas.

Pilihan tersebut ternyata sangat tepat. Sepiring Ramen Nankin Sui Mian hadir dengan mi yang kenyal, kuah gurih berkaldu, potongan telur rebus setengah matang, serta topping ayam goreng renyah yang memberi tekstur sempurna di setiap gigitan. Sebagai pendamping, saya memesan Dimsum Smoke Beef seharga Rp20.000—satu dari sekian banyak deretan dimsum affordable di rentang Rp20.000 hingga Rp25.000, seperti Dimsum Ayam, Hakau Udang, hingga Chilli Crab. Rasa dimsumnya gurih lembut, pas disandingkan dengan gurihnya mi kuah.

Daya tarik utama yang membuat saya makin betah tentu saja urusan minumannya. Saya memesan Lychee Tea seharga Rp8.181, dan menariknya, restoran ini menyediakan fasilitas free refill untuk minuman seperti Lychee Tea dan Ocha dingin. Kita tinggal mendatangi konter yang tersedia untuk mengisi ulang gelas sepuasnya tanpa biaya tambahan—sebuah poin plus besar bagi pengunjung yang berniat duduk lama sambil menyelesaikan pekerjaan.

Secara keseluruhan, pengalaman berkunjung ke Tjap Nyonya 2 terasa sangat berkesan. Dengan total pengeluaran sekitar Rp82.000, saya sudah mendapatkan sajian yang mengenyangkan, tempat nugas yang adem, dan refill minuman tanpa batas. Area parkir kendaraan pun tergolong luas dan representatif.

Memasuki waktu malam, suasana restoran terpantau makin dipadati pengunjung. Menjelang pukul tujuh malam, seorang waitress mendatangi meja saya dengan sopan untuk menginformasikan bahwa area tersebut sudah dipesan untuk jam berikutnya. Dengan senang hati saya merapikan barang-barang karena kepuasan bekerja dan menikmati hidangan sudah terpenuhi.

Catatan kecil saya untuk pengelola mungkin terletak pada efisiensi penataan meja. Ada baiknya dibuat pemisahan yang lebih tegas antara area untuk pengunjung mandiri dan rombongan. Sebab saat rombongan datang, mereka kerap harus menggeser kursi sendiri yang sedikit memakan ruang gerak pelanggan lain. Namun, terlepas dari hal itu, mumpung ada juga pilihan cakes and bakery di sudut restoran untuk penutup hidangan, Tjap Nyonya Purimas 2 jelas menjadi salah satu tempat kulineran dan bersantai di Batam yang sangat layak kamu datangi.