Lintang Siltya Utami | Tarassa Q.
Fish in The Water (Gramedia)
Tarassa Q.

Fish in the Water karya Lee Chanhyuk, salah satu personel duo musik AKMU, menghadirkan kisah yang tidak sekadar berbicara tentang seni. Melalui perjalanan seorang pemuda bernama Seon, pembaca diajak menyelami pertanyaan tentang kebebasan, identitas diri, cinta, kehilangan, hingga keberanian menghadapi kehidupan. Ceritanya dikemas melalui perpaduan antara imajinasi, simbolisme, dan renungan filosofis yang membuat maknanya tidak selalu bisa ditangkap secara langsung.

Seon merupakan seorang musisi yang memiliki keinginan besar untuk menemukan hakikat seorang seniman. Demi memahami apa sebenarnya arti seni dan bagaimana seni berhubungan dengan kehidupan, ia memutuskan meninggalkan daratan dan melakukan perjalanan mengarungi laut. Di tengah perjalanan tersebut, ia berjumpa dengan Hae-ya, seorang gadis misterius yang berada dalam situasi genting di atas kapal. Seon berhasil menyelamatkannya, dan pertemuan tidak terduga itu kemudian menjadi titik awal perjalanan mereka bersama.

Kedekatan Seon dan Hae-ya membawa keduanya pada rangkaian pengalaman yang sulit dipisahkan dari nuansa surealis. Laut menjadi ruang bagi berbagai peristiwa aneh sekaligus simbolis. Seon bahkan menghadapi pengalaman ekstrem ketika dirinya digambarkan masuk ke dalam tubuh seekor paus. Adegan-adegan semacam ini membuat perjalanan dalam novel terasa seperti memasuki dunia mimpi yang penuh teka-teki.

Di balik kisah tersebut, Lee Chanhyuk mempertemukan berbagai pertentangan yang dekat dengan kehidupan manusia. Ada keinginan untuk meraih sesuatu, tetapi juga ketakutan terhadap konsekuensinya. Ada hasrat untuk merdeka, tetapi pada saat yang sama manusia kerap mencari batas agar hidup tetap terkendali. Begitu pula dengan cinta yang tidak dapat dilepaskan dari kemungkinan kehilangan.

Hae-ya menjadi sosok yang sangat menginginkan kebebasan tanpa batas, sedangkan Seon berusaha menemukan pemahaman tentang kehidupan melalui proses kreatifnya. Perbedaan cara pandang keduanya membuat perjalanan mereka terasa semakin menarik.

Salah satu alasan terbesar saya membaca Fish in the Water adalah rasa penasaran karena novel ini ditulis oleh Lee Chanhyuk, anggota AKMU yang merupakan salah satu musisi Korea Selatan favorit saya. Ditambah jumlah halamannya yang hanya sekitar 176 halaman, buku ini terasa cukup ringan untuk diselesaikan dalam waktu singkat.

Namun, meski tipis, isi ceritanya menyimpan banyak hal untuk direnungkan. Salah satu gagasan yang paling terasa adalah mengenai kebebasan. Novel ini seolah mengingatkan bahwa ukuran kebebasan tidak selalu berasal dari aturan yang dibuat orang lain. Setiap manusia memiliki hak untuk menentukan sendiri apa yang membuatnya merasa merdeka.

Cerita ini juga mengajarkan bahwa kebahagiaan dan impian tidak memiliki ukuran yang seragam. Sesuatu yang terlihat sederhana bagi satu orang bisa menjadi hal yang sangat berharga bagi orang lain. Karena itu, keinginan dan kebahagiaan seseorang tidak seharusnya diukur hanya berdasarkan pandangan dari luar.

Selain itu, Fish in the Water berbicara tentang pertemuan dan perpisahan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan. Kita mungkin tidak pernah mengetahui kapan seseorang akan hadir atau pergi dari kehidupan kita. Kehilangan pun menjadi pengalaman yang perlahan mengajarkan penerimaan.

Ada pula pesan mengenai janji. Novel ini terasa mengingatkan pembaca untuk tidak mudah melontarkan kata-kata besar jika belum tentu mampu mewujudkannya. Janji yang sederhana tetapi benar-benar dijalankan jauh lebih berarti daripada ucapan indah yang akhirnya tidak terpenuhi.

Pada akhirnya, Fish in the Water adalah cerita tentang perjalanan memahami diri, kebebasan, dan perasaan manusia. Dengan bahasa yang puitis serta simbol-simbol yang terbuka untuk ditafsirkan, Lee Chanhyuk tidak terburu-buru memberikan jawaban. Justru pembaca diberi ruang untuk menemukan maknanya sendiri. Novel ini juga menyampaikan bahwa cinta dan luka dapat berjalan beriringan, sementara hidup tetap harus diteruskan meskipun meninggalkan kenangan yang tidak selalu mudah diterima.

Identitas Buku

Judul: Fish in The Water
Penulis: Lee Chanhyuk
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020648781