Ted Lasso Season 3, yang terdiri dari 12 episode, merupakan penutup arc utama serial ini. Musim ini diluncurkan secara global di Apple TV+ mulai 15 Maret 2023, dengan episode final tayang pada 31 Mei 2023.
Di wilayah Indonesia, seluruh musim tersedia untuk ditonton secara streaming secara eksklusif melalui layanan Apple TV+ sejak tanggal rilis tersebut.
Penonton dapat mengaksesnya melalui aplikasi Apple TV di berbagai perangkat atau via situs tv.apple.com dengan berlangganan layanan tersebut.
Tidak ada batasan geografis khusus yang membatasi ketersediaan di Indonesia, sehingga serial ini dapat dinikmati sepenuhnya di platform resmi.
Drama Komedi yang Hangat dan Pembawa Banyak Inspirasi
Musim ketiga menempatkan AFC Richmond kembali di Premier League setelah promosi. Ted Lasso (Jason Sudeikis) menghadapi tekanan ganda: tantangan profesional untuk mencegah degradasi sekaligus membangun tim yang kompetitif, serta isu pribadi yang semakin mendalam terkait hubungan dengan putranya, Henry, di Kansas.
Nathan Shelley (Nick Mohammed), yang telah berpindah ke West Ham United milik Rupert Mannion (Anthony Head), menjadi antagonis internal yang merefleksikan konflik ego dan pencarian validasi.
Sementara itu, Rebecca Welton (Hannah Waddingham) fokus mengalahkan mantan suaminya, Keeley Jones (Juno Temple) membangun agensi humasnya sendiri, dan Roy Kent (Brett Goldstein) beradaptasi sebagai asisten pelatih.
Alur cerita berkembang melalui berbagai subplot yang saling terkait. Tim Richmond mengalami periode sulit di awal musim sebelum menemukan momentum melalui strategi Total Football yang digagas Ted.
Karakter-karakter utama mengalami pertumbuhan signifikan. Nate menjalani perjalanan penebusan setelah menyadari dampak tindakan destruktifnya.
Jamie Tartt (Phil Dunster) dan Roy membangun hubungan persahabatan yang lebih matang. Rebecca menghadapi isu kesepian dan masa depan klub. Ted sendiri terus bergulat dengan trauma masa lalu terkait ayahnya serta rasa bersalah karena jarak dengan Henry.
Review Serial Ted Lasso Season 3
Overall, musim ini lebih berat secara emosional dibanding musim sebelumnya, dengan penekanan pada tema keluarga, pemaafan, dan penerimaan. Humor tetap hadir, namun lebih tersebar di antara momen-momen introspektif.
Beberapa pengulas mencatat bahwa musim ini terasa padat dengan subplot yang tidak selalu berkembang secara merata, namun berhasil menyatukan benang merah di episode final yang berdurasi lebih panjang, berjudul So Long, Farewell.
Di akhir musim, Richmond meraih kemenangan dramatis atas West Ham namun finis di posisi kedua Premier League. Ted memutuskan kembali ke Amerika Serikat demi putranya. Roy ditunjuk sebagai manajer baru. Coach Beard (Brendan Hunt) memilih tinggal di Inggris dan menikahi Jane.
Rebecca menjual 49 persen saham klub kepada fans sambil mempertahankan kontrol mayoritas, serta membuka peluang pembentukan tim wanita. Nate kembali ke Richmond, sementara berbagai karakter lainnya memperoleh penutup yang memuaskan.
Salah satu adegan paling emosional terjadi dalam episode final, yaitu perpisahan antara Ted dan Rebecca di bandara. Setelah Ted menegaskan keputusannya untuk pulang, Rebecca yang sebelumnya berusaha menahan diri akhirnya mengungkapkan betapa besar pengaruh Ted terhadap dirinya dan klub.
Mereka saling berterima kasih dengan tulus, diiringi air mata, sebelum berpelukan. Adegan ini merangkum perjalanan keduanya dari hubungan yang awalnya dilandasi motif balas dendam menjadi persahabatan yang mendalam dan saling mendukung. Intensitas emosionalnya diperkuat oleh akting Sudeikis dan Waddingham yang natural serta penempatan musik yang tepat.
Adegan lain yang sangat menyentuh adalah momen ketika Ted menghadapi trauma ayahnya setelah kunjungan ibunya. Dialog di mana Ted mengakui ketakutan untuk dekat dengan Henry karena khawatir kehilangan orang yang dicintai merupakan puncak kerentanan karakter yang selama ini selalu tampak optimis. Adegan ini memberikan kedalaman psikologis yang kuat dan menjelaskan banyak keputusan Ted sepanjang serial.
Adegan yang paling kuingat adalah penampilan kolektif tim Richmond menyanyikan So Long, Farewell dari The Sound of Music pada sesi latihan terakhir Ted.
Para pemain menyusun formasi dan menyanyikan lagu perpisahan dengan penuh semangat sekaligus haru, lengkap dengan solo dari Dani Rojas.
Momen ini menjadi callback yang cerdas terhadap semangat kebersamaan yang dibangun Ted sejak musim pertama, sekaligus menjadi perpisahan yang penuh kehangatan dan humor.
Selain itu, rekonstruksi tanda Believe di ruang ganti pada pertandingan final, di mana setiap pemain menyimpan potongan kertas yang sebelumnya dirobek Nate, menjadi simbol kuat tentang pemaafan dan kebangkitan semangat kolektif.
Secara keseluruhan, Ted Lasso Season 3 berhasil menutup perjalanan utama dengan penekanan pada nilai-nilai kemanusiaan, pertumbuhan karakter, dan pentingnya memilih keluarga. Meskipun tidak sepenuhnya bebas dari kritik terkait pacing, musim ini tetap memberikan kepuasan emosional yang tinggi dan meninggalkan warisan positif tentang optimisme serta kebaikan.
Dengan ketersediaan penuh di Apple TV+ Indonesia sejak 2023, serial ini tetap relevan untuk ditonton ulang atau dinikmati oleh penonton baru yang ingin menyaksikan penutup yang bermakna. Rating pribadi: 8.1/10.
Baca Juga
-
Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban
-
Review Digger: Sindiran Pedas Krisis Iklim Lewat Akting Memukau Tom Cruise
-
Ulasan Film Djamin Setia Selamanya: Biopik Sejarah yang Sangat Menggugah!
-
Bukan Film Horor Biasa! Conjurig Tawarkan Sisi Lain Cosplayer Jalanan yang Penuh Air Mata
-
Review Serial Ted Lasso Season 2: Kehangatan Komedi yang Menyentuh Jiwa
Artikel Terkait
Ulasan
-
TKW Mencari Surga: Potret Kehidupan Tenaga Kerja Wanita yang Tak Banyak Diketahui Orang
-
Tahun Itu Berlalu Begitu Cepat Vol 2: Ketika Masa Lalu Kembali Mengusik
-
Review Your Personal Taxi: Kisah Taksi Antik Penyembuh Luka Batin Penumpang
-
Ulasan Buku Look! A Bear!: Tentang Persahabatan yang Melampaui Perbedaan
-
Mencari Arti Kebebasan dan Cinta dalam Fish in the Water Karya Lee Chanhyuk
Terkini
-
Batin Tersiksa Gara-Gara Selalu Bilang 'Iya'? Ini 4 Cara Bebaskan Diri dari Rasa Bersalah
-
Membongkar Crab Mentality: Saat Perempuan Dipaksa Berebut Sisa Sumber Daya
-
VIVIZ Terancam Ganti Nama Grup Usai Eunha, SinB, Umji Gabung Agensi Baru
-
Ramai Jasa Bikin Surat Sakit Palsu: Bukti Karyawan Makin Licik atau Budaya Kerja yang Toxic?
-
Liputan IIBF 2026: Nonton Bilal Indrajaya, Kulineran, hingga Pesan Puisi Dadakan Seikhlasnya