Drishyam: The Conclusion merupakan babak penutup trilogi Hindi dari waralaba Drishyam yang dibintangi Ajay Devgn sebagai Vijay Salgaonkar. Film ini disutradarai oleh Abhishek Pathak, yang juga menangani Drishyam 2, dan dirilis secara serentak di India serta sejumlah negara lain, termasuk Indonesia pada 2 Oktober 2026.
Film ini memiliki runtime sekitar 150 menit dan bergenre crime thriller. Berbeda dari dua pendahulunya yang merupakan adaptasi dari versi Malayalam, Drishyam: The Conclusion menghadirkan cerita orisinal yang berdiri sendiri, meskipun tetap berpijak pada konsekuensi peristiwa sebelumnya.
Bayang-Bayang Kelam dan Teror yang Tak Pernah Padam
Sinopsisnya berpusat pada upaya keluarga Salgaonkar untuk mempertahankan rahasia mereka ketika kasus lama dibuka kembali oleh pihak berwenang. Tekanan tidak hanya datang dari kepolisian, melainkan juga dari dinamika internal keluarga yang mulai terbebani rasa takut dan rasa bersalah.
Ajay Devgn kembali menghidupkan Vijay Salgaonkar dengan tenang, terukur, dan penuh perhitungan. Ekspresinya yang minim namun intens menjadi kekuatan utama karakter. Jaideep Ahlawat tampil menonjol sebagai SP Rajveer Singh Tomar, polisi yang gigih dan metodis dalam mengejar jejak Vijay.
Tabu mengulangi peran Meera Deshmukh dengan nuansa emosi yang lebih dalam, sementara Shriya Saran, Rajat Kapoor, Prakash Raj, Ishita Dutta, dan Mrunal Jadhav memberikan dukungan yang solid. Prakash Raj khususnya menghadirkan momen-momen dialog yang tajam dan berbobot di ruang pengadilan.
Review Film Drishyam: The Conclusion
Intinya, film ini mempertahankan daya tarik khas waralaba: permainan kucing dan tikus antara warga biasa yang cerdas dengan sistem hukum yang kuat. Pathak membangun ketegangan lewat perencanaan yang matang, pembukaan bukti secara bertahap, dan perdebatan di ruang sidang. Kalau dari aku sendiri kukritik perihal intensitas puncaknya yang tidak sepenuhnya setara dengan ekspektasi penutup agung, namun film ini tetap menghibur, penuh kejutan, dan memuaskan bagi penggemar setia.
Film ini resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 2 Oktober 2026, bertepatan dengan perilisan global. Hingga saat ini, film masih diputar di berbagai jaringan bioskop seperti CGV, Cinema XXI, dan Cinepolis di sejumlah kota besar.
Salah satu adegan paling dramatis terjadi di ruang sidang ketika bukti-bukti yang tampaknya memberatkan Vijay secara tiba-tiba digoyahkan oleh rekaman audio dan kesaksian yang saling bertentangan. Ketegangan mencapai puncaknya saat pengadilan memerintahkan penggalian makam Christopher Pinto di tengah penolakan komunitas lokal.
Momen ketika kerangka ditemukan utuh, diikuti pengungkapan rekaman yang menempatkan Vijay di rumah pada waktu yang krusial, menciptakan konfrontasi emosional dan intelektual yang sangat kuat. Dialog Meera Deshmukh di akhir film, yang menyatakan bahwa seseorang dapat menjadi pahlawan meskipun salah dan menjadi penjahat meskipun benar, menambah bobot moral yang mendalam.
Adegan yang paling membekas setelah menonton film ini adalah pengungkapan strategi Vijay terkait rekaman suara dan kerangka tiruan. Vijay ternyata telah mengantisipasi pengawasan rumahnya. Ia merekam dialognya sendiri terlebih dahulu, memutar rekaman tersebut di rumah sementara ia berada di tempat lain, sehingga menciptakan alibi yang seolah-olah otentik.
Di saat yang sama, pekerjaan prop untuk film yang sedang dikerjakannya ternyata merupakan kerangka manusia tiruan yang sangat realistis. Kerangka itu kemudian ditempatkan di makam Christopher, memenuhi janji kepada pihak terkait sekaligus menutup celah bukti. Rangkaian manuver ini, yang diungkapkan secara bertahap di akhir film, menegaskan kembali kecerdikan Vijay dan meninggalkan kesan mendalam tentang sejauh mana seseorang bersedia melangkah demi melindungi keluarganya.
Jadi kesimpulannya, Drishyam: The Conclusion berhasil menutup trilogi dengan cara yang konsisten dengan semangat waralaba: cerdas, tegang, dan penuh ambiguitas moral. Meskipun klimaksnya tidak sebagai yang paling memukau dalam seri, film ini tetap menawarkan pengalaman menonton yang memuaskan kok, terutama buat kamu yang telah mengikuti perjalanan Vijay Salgaonkar sejak awal. Penampilan Ajay Devgn dan Jaideep Ahlawat, ditambah perencanaan cerita yang rumit, menjadikan film ini layak ditonton di layar lebar. Rating pribadi: 7.2/10.
Baca Juga
-
Ulasan Film Warga Rusun 609: Kisah Hantu Gentayangan di Rumah Susun Tua
-
Review Serial Ted Lasso Season 3: Akhir Kisah Persahabatan Roy dan Jamie
-
Ulasan Ibadah & Cinta: Sebuah Batas Tipis Antara Perasaan dan Kewajiban
-
Review Digger: Sindiran Pedas Krisis Iklim Lewat Akting Memukau Tom Cruise
-
Ulasan Film Djamin Setia Selamanya: Biopik Sejarah yang Sangat Menggugah!
Artikel Terkait
Ulasan
-
Jejak Luka di Tanah Pengasingan dalam Cerita dari Digul
-
Review Made in Korea 2: Saat Gila Jabatan Berujung Penyesalan Seumur Hidup
-
Review In Spite of Ourselves: Jatuh Cinta Mudah, Menjalaninya Lebih Rumit
-
Saat Seorang Pelacur Merindukan Surga: Ulasan Mendalam Novel Re: dan peRempuan
-
Ulasan Film Warga Rusun 609: Kisah Hantu Gentayangan di Rumah Susun Tua
Terkini
-
Saat Hidup Terasa Melelahkan, 5 Lagu Ini Jadi Pengingat untuk Berhenti Sejenak
-
Mitos Ikan Pembersih: Sapu-Sapu Monster Invasif Penghancur Ekosistem
-
Lupakan Masa Lalu! XngHan&Xoul Semangat Gapai Masa Depan di Lagu High Beam
-
Kisah Ibu Misidah dan Perlawanan Sunyi Petani Karisma di Kulon Progo
-
Bye Dehidrasi! 4 Hydrating Pad Berikan Efek Wajah Auto Lembap dan Sehat