Captain America: Brave New World (2025), film keempat dalam seri Captain America dan bagian dari Fase Lima Marvel Cinematic Universe, menandai debut Anthony Mackie sebagai pemeran utama Sam Wilson yang secara resmi memangku gelar Captain America. Disutradarai oleh Julius Onah dan diproduksi oleh Kevin Feige bersama Nate Moore, film berdurasi sekitar 118 menit ini diluncurkan di bioskop Indonesia pada 12 Februari 2025 dan meraih pendapatan global sekitar 415 juta dolar AS. Film ini merupakan kelanjutan langsung dari miniseri The Falcon and the Winter Soldier, dengan penekanan pada perjuangan Sam Wilson dalam menerima warisan sang pahlawan legendaris di tengah dinamika politik global yang kompleks.
Alur cerita berpusat pada Sam Wilson yang, setelah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih, Thaddeus Thunderbolt Ross (diperankan Harrison Ford), terlibat dalam suatu insiden internasional. Ross, yang sebelumnya dikenal sebagai jenderal keras, meminta kerja sama Sam untuk membangun kembali Avengers sekaligus menangani sengketa atas sumber daya adamantium yang berasal dari Celestial Island (kaitan dengan peristiwa di Eternals). Situasi memanas ketika terjadi upaya pembunuhan yang melibatkan Isaiah Bradley (Carl Lumbly), seorang veteran super-soldier yang memiliki sejarah panjang dengan program rahasia pemerintah.
Sam bersama Joaquin Torres, Falcon baru (Danny Ramirez), harus mengungkap konspirasi yang melibatkan pengendalian pikiran dan tokoh antagonis Samuel Sterns, The Leader (Tim Blake Nelson), yang memiliki kecerdasan super setelah terpapar darah gamma. Film ini juga menampilkan Giancarlo Esposito sebagai Sidewinder, Shira Haas, Liv Tyler sebagai Betty Ross, serta sejumlah tokoh pendukung lainnya.
Review Film Captain America: Brave New World
Dari segi akting, Anthony Mackie memberikan penampilan yang solid dan matang. Ia berhasil menggambarkan dilema internal Sam—seorang pahlawan yang tidak memiliki kekuatan super alami seperti Steve Rogers, namun mengandalkan keahlian, keberanian, dan prinsip moral. Harrison Ford menghadirkan kehadiran yang kuat sebagai Ross, terutama dalam transisi karakter yang menegangkan.
Danny Ramirez membawa energi segar sebagai Falcon muda, sementara Tim Blake Nelson dan Carl Lumbly menambah kedalaman emosional pada subplot yang berkaitan dengan trauma dan ketidakadilan masa lalu. Dibanding beberapa film MCU belakangan ini, arahan Julius Onah terasa lebih membumi karena berfokus pada ketegangan politik dan adegan aksi nyata. Walau begitu, alur ceritanya terbilang lumayan padat dan keterkaitannya dengan film terdahulu terasa kurang halus.
Kelemahan film ini memang terletak pada pola narasi yang repetitif, tetapi hal tersebut terbayar lewat penyajian aksi yang solid, karakterisasi Sam yang kuat, serta pengolahan tema warisan Captain America yang menyentuh.
Film ini telah tersedia secara eksklusif di Disney+ Hotstar Indonesia sejak 28 Mei 2025. Pengumuman resmi dari Disney+ Indonesia dan Marvel mengonfirmasi tanggal tersebut, termasuk ketersediaan versi sulih suara bahasa Indonesia. Pada saat ini, film dapat ditonton kapan saja melalui aplikasi atau situs Disney+ Hotstar dengan langganan aktif. Tidak diperlukan biaya tambahan di luar langganan reguler.
Puncak ketegangan dan kemegahan aksi film ini hadir lewat perseteruan skala besar antara Sam Wilson dan Red Hulk di area perkotaan. Transformasi Presiden Ross menjadi Red Hulk—makhluk raksasa merah yang dipenuhi amarah dan kekuatan destruktif—menghadirkan skala aksi yang intens. Sam, dengan sayap dan perisai vibranium-nya, harus mengandalkan kelincahan, strategi, dan ketahanan fisik untuk menghadapi lawan yang jauh lebih kuat. Adegan ini memadukan chase udara, perkelahian jarak dekat yang brutal, serta penggunaan lingkungan kota sebagai medan perang.
Visual efek yang solid dan koreografi yang dinamis menjadikan momen ini puncak ketegangan film, di mana Sam benar-benar diuji sebagai Captain America tanpa mengandalkan kekuatan super alami. Adegan pembukaan misi di Oaxaca yang melibatkan Sidewinder dan kelompok Serpent juga menawarkan aksi yang cepat dan taut, tetapi bentrokan dengan Red Hulk tetap menjadi yang paling berkesan dari segi skala dan intensitas.
Di luar aksi, momen yang paling meninggalkan kesan mendalam adalah interaksi antara Sam Wilson dan Isaiah Bradley. Dialog dan adegan yang membahas warisan, pengorbanan, serta beban menjadi simbol harapan bagi generasi berikutnya memberikan kedalaman emosional yang jarang ditemukan dalam film aksi superhero. Momen ketika Sam secara penuh menerima tanggung jawab sebagai Captain America—bukan sekadar meneruskan perisai, melainkan menjadi figur yang menginspirasi—terasa tulus dan mengena. Kehadiran Betty Ross serta penyelesaian konflik internal Ross juga menambah nuansa manusiawi yang memperkaya cerita. Adegan penutup yang mengisyaratkan ancaman lebih besar dari luar bumi turut meninggalkan rasa penasaran yang kuat bagi kelanjutan MCU.
Secara keseluruhan, Captain America: Brave New World menawarkan hiburan aksi yang solid dengan tema kepemimpinan dan warisan yang relevan. Meski tidak mencapai puncak kualitas film Captain America klasik, film ini berhasil menegaskan posisi Sam Wilson sebagai pahlawan yang layak dan memberikan landasan bagi cerita-cerita berikutnya di MCU. Bagi penggemar yang menghargai pendekatan lebih grounded dan karakter yang berkembang, film ini layak ditonton, terutama sekarang yang sudah tersedia sepenuhnya di Disney+ Hotstar Indonesia. Rating pribadi: 8/10.
Baca Juga
-
Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan
-
Review Film It Ends: Sajian Sensasi Horor Psikologis yang Bikin Merinding!
-
Review Dark Matter Season 2: Perjalanan Takdir Melintasi Dimensi Lain!
-
The Final Problem: Penghormatan Indah untuk Detektif Klasik di Tahun 50-an
-
Drishyam: The Conclusion, Ketika Hukum Berbenturan dengan Hati Nurani
Artikel Terkait
-
Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan
-
Privilege Layanan Diagnostik Eksklusif BRI dan Laboratorium Prodia
-
Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu
-
Review Film Galaksi: Luka Tersembunyi di Balik Sikap Keras Seseorang
-
Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan
Ulasan
-
Bad Days Aren't Forever, Pelukan Kecil untuk Hari-hari yang Tidak Baik
-
Review Film Bad Apples: Apesnya Bocah Nakal Disandera Guru Sendiri
-
Ulasan Until August: Ketika Usia Tak Menghentikan Pencarian Jati Diri
-
Review Minotaur: Perselingkuhan, Kekuasaan, dan Monster dalam Diri Manusia
-
Membaca Wajah Pra-Reformasi Tanah Air di Buku Hari-Hari Indonesia Gus Dur
Terkini
-
Butuh Bahan Bacaan? Ini 5 Rekomendasi Novel tentang Kehidupan
-
Melihat Langsung Dapur 'Stunt Fighting': Saat 1 Detik Bertarung Butuh Keringat Panjang
-
Tentang Masa Depan yang Belum Terjadi dan Pikiran yang Sibuk Khawatir
-
Arin dan Yoon Chan Young Jadi Pemeran Utama Film Horor Bongcheon-dong Ghost
-
Bahaya Brain Rot: Ketika Video Singkat Mengikis Fokus dan Daya Kritis