One Last Shot (2026) merupakan penutup trilogi One Shot yang menampilkan Scott Adkins sebagai Navy SEAL Jake Harris. Film ini disutradarai James Nunn dan ditulis Jamie Russell, dengan durasi sekitar 98 menit. Diproduksi Signature Films, film ini dirilis secara digital dan DVD pada 22 September 2026.
Misi Terakhir di Tengah Kelelahan Tanpa Batas
Sinopsisnya sederhana namun efektif. Jake Harris yang sudah lelah secara fisik dan mental setelah misi sebelumnya dipanggil kembali. Mantan rekan seperjuangannya, Elliot Carter (Steven Cree), kini menjadi teroris domestik. Carter dan kelompok mercenary-nya menyandera Joint Chiefs of Staff di bunker nuklir serta berupaya menguasai jaringan pertahanan rudal Amerika Serikat. Harris harus memimpin timnya masuk ke wilayah musuh, menghadapi mercenary, jebakan mematikan, dan konfrontasi dengan masa lalunya sendiri. Hannah Ware berperan sebagai Elena Torres, pejabat keamanan yang menjadi kunci terakhir, sementara Dolph Lundgren tampil sebagai Admiral Mulholland.
Gaya visual film ini mempertahankan konsep one continuous shot yang menjadi ciri trilogi. Kamera mengikuti aksi secara panjang dan dinamis, menciptakan rasa imersif seolah aku berada di tengah operasi. Koreografi aksi yang digarap Tim Man dan Dan Styles mengutamakan realisme taktis: baku tembak jarak dekat, perkelahian tangan kosong, serta penggunaan lingkungan sekitar sebagai senjata. Scott Adkins kembali menunjukkan kemampuan fisik luar biasa, meski tubuh karakter Jake tampak kelelahan berat sejak awal. Steven Cree memberikan kedalaman pada antagonis; Carter bukan villain karikatur, melainkan veteran yang kecewa terhadap sistem yang memanfaatkan prajurit demi keuntungan industri senjata.
Review Film One Last Shot
Jadi bisa kusimpulkan, One Last Shot berhasil menutup trilogi dengan aksi yang padat dan beberapa momen emosional yang lebih kuat dibanding dua film sebelumnya. Kekuatannya terletak pada koreografi dan komitmen Adkins, sementara kelemahannya mencakup plot yang familiar serta produksi yang terasa modest. Rating IMDb berada di angka 5,1/10 dari sekitar 1.000 pengguna, sementara ulasan kritikus cenderung positif terhadap aksi dan penutup trilogi.
Film ini tersedia untuk disewa atau dibeli melalui Apple TV Store (bukan termasuk dalam langganan Apple TV+). Dirilis secara digital sejak 22 September 2026, dan platform seperti Moviefone mencantumkan Indonesia sebagai salah satu wilayah di mana opsi sewa atau beli tersedia. Pengguna di Indonesia dapat memeriksa aplikasi Apple TV atau tv.apple.com dengan akun lokal untuk harga dan opsi terkini. Film ini belum tersedia dalam paket langganan streaming gratis atau included.
Adegan aksi paling menegangkan terjadi pada pertarungan panjang antara Jake Harris dan Lee (Kane Kosugi) di bagian akhir film. Setelah tim penyelamat dihancurkan, Harris harus menghadapi Lee dalam perkelahian brutal yang melibatkan tangga, tembok, senjata improvisasi, sekaligus menembaki sejumlah mercenary lain. Koreografi memanfaatkan ruang secara maksimal; kamera mengikuti jatuh-bangun, pukulan, dan gerakan Escrima serta grappling tanpa banyak potongan. Adegan ini menjadi puncak fisik film, menampilkan Adkins dan Kosugi dalam kondisi terbaik mereka. Menurutku, 40 menit terakhir—terutama babak duelnya—jadi salah satu adegan aksi terbaik di sepanjang tahun 2026.
Momen paling emosional hadir di penutup film. Begitu pertarungan sengit dengan Carter di tepi danau usai, Jake yang sudah di ambang maut akhirnya selamat. Ia menolak medali, meminta agar penghormatan diberikan kepada rekan-rekan yang gugur, dan menyatakan bahwa masa pengabdiannya telah usai. Saat duduk di tepi danau, ia menelepon istri dan anak-anaknya. Momen tenang ini memberikan penutupan yang diam-diam kuat bagi karakter yang sepanjang trilogi hanya berlari dari satu krisis ke krisis berikutnya. Hubungan Jake-Carter yang dulunya bersaudara senjata, serta pengorbanan dan rasa bersalah yang terungkap, membuat adegan ini terasa lebih berbobot dibanding sekadar aksi semata.
One Last Shot layak ditonton bagi penggemar aksi taktis dan Scott Adkins. Film ini menutup perjalanan Jake Harris dengan cara yang memuaskan secara fisik dan emosional, meskipun tidak mencapai tingkat masterpiece. Bagi penonton di Indonesia, film sudah dapat diakses melalui sewa atau beli di Apple TV Store sejak September 2026.
Rating pribadi: 7.5/10.
Baca Juga
-
Ulasan Film Hasut: Teror Horor Psikologis yang Menguji Paranoia dan Realita
-
Review Film Reawakened Man: Kombinasi Fantasi dan Laga yang Sangat Pas!
-
Menilik Makna Kepemimpinan di Captain America: Brave New World, Sudah Tayang di Disney+!
-
Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan
-
Review Film It Ends: Sajian Sensasi Horor Psikologis yang Bikin Merinding!
Artikel Terkait
-
Review Film Fall (2022): Saat Ketinggian Ekstrem Membongkar Rahasia dan Trauma Terkelam
-
Menilik Makna Kepemimpinan di Captain America: Brave New World, Sudah Tayang di Disney+!
-
Review Film Other Mommy: Adaptasi Novel Josh Malerman yang Penuh Ketegangan
-
Mengintip Keseruan TNT Fighter: Komunitas Stunt Fighting yang Buka Jalan ke Layar Lebar
-
Sering Ingin 'Menghilang' dari Dunia? Film One Million Yen Girl Punya Jawaban Menohok buat Kamu
Ulasan
-
Nyawa Baru di Balik 'Risalah Hati' Yura yang Bikin Pendengar Ikut Galau
-
Four Hands, Two Sonatas: Persaingan, Persahabatan, dan Ambisi Meraih Mimpi
-
Di Luar Ada Zombie, di Dalam Ada Pembunuh! Review Novel Murder at Shijinso
-
Museum Blambangan dan Artefak Tanah Liat yang Harus Dijaga
-
I Need Space: Belajar Mengelola Emosi Lewat Petualangan di Luar Angkasa
Terkini
-
Ada Format Baru di MotoGP 2027, Begini Respon Marc Marquez dan Jorge Martin
-
3 Rekomendasi Drakor Netflix Oktober 2026: Dari Misteri Medis hingga Aksi Spionase
-
Perundungan Bukan Sekadar Candaan, Dehumanisasi Terus Terjadi pada Korban
-
Vivo Y32 Resmi Dirilis, Bawa Baterai 8.000 mAh dan Layar 120Hz
-
Jalur Migrasi Terputus Akibat Kebun, Bencana Besar Mengintai Populasi Gajah Kita