Pendidikan sering kali dibicarakan melalui angka, mulai dari nilai ujian, peringkat sekolah, prestasi akademik, hingga persentase kelulusan. Namun, In Teachers We Trust: The Finnish Way to World-Class Schools karya Pasi Sahlberg dan Timothy D. Walker mengajak pembaca melihat persoalan pendidikan dari sudut yang berbeda. Buku ini memperkenalkan cara Finlandia membangun sekolah dengan menjadikan kepercayaan terhadap guru sebagai salah satu unsur penting dalam menjalankan sistem pendidikan.
Gagasan tersebut terasa semakin relevan ketika melihat keresahan tenaga pendidik di berbagai negara. Salah satu contohnya adalah gelombang aksi guru di Amerika Serikat pada 2018 yang antara lain memperjuangkan kondisi kerja, pendapatan, dan penghargaan terhadap profesi mereka. Di tengah situasi tersebut, Finlandia menawarkan pendekatan yang kontras. Guru dipandang sebagai tenaga profesional yang memiliki keahlian sehingga tidak perlu terus-menerus dikendalikan melalui pengawasan administratif, ujian seragam, maupun aturan yang terlalu kaku.
Sahlberg dan Walker menjelaskan bahwa kepercayaan tidak cukup hanya menjadi slogan. Ia harus dibangun melalui sejumlah praktik yang nyata. Salah satunya dimulai dari pendidikan calon guru. Persiapan mengajar perlu memberikan pengalaman klinis yang kuat agar calon pendidik benar-benar memahami kompleksitas ruang kelas sebelum menjalankan profesinya.
Setelah berada di sekolah, guru juga membutuhkan keleluasaan profesional. Mereka diberi kesempatan menentukan pendekatan belajar, menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik, serta mengelola kelas berdasarkan pengetahuan dan pengalaman mereka. Dengan demikian, guru diperlakukan sebagai seorang ahli, bukan sekadar pelaksana instruksi.
Hal menarik lainnya adalah cara evaluasi dilakukan. Sistem pendidikan Finlandia tidak menjadikan tes nasional berskala besar sebagai satu-satunya ukuran untuk membaca keberhasilan siswa maupun sekolah. Guru memiliki peran besar dalam menilai perkembangan peserta didiknya karena mereka berinteraksi dengan siswa secara langsung dan memahami proses belajarnya dari waktu ke waktu.
Kepercayaan juga dibangun melalui hubungan antarguru. Kolaborasi menjadi bagian penting dari budaya sekolah. Pendidik didorong untuk bertukar pengalaman, memecahkan persoalan bersama, serta saling belajar. Hubungan yang sehat dengan pimpinan sekolah turut memperkuat lingkungan kerja karena kepala sekolah dan guru tidak ditempatkan dalam relasi yang semata-mata bersifat mengawasi.
Buku ini juga tidak melupakan siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebahagiaan, kesehatan mental, kemandirian, dan keterlibatan anak dalam pembelajaran. Peran keluarga dan masyarakat pun menjadi bagian dari ekosistem tersebut. Sekolah tidak berdiri sendiri, melainkan membutuhkan dukungan sosial agar dapat berkembang.
Setelah menuntaskan 252 halaman buku ini, saya semakin melihat bahwa rasa percaya dapat menjadi dasar untuk menciptakan pendidikan yang lebih manusiawi. Saya membayangkan bagaimana rasanya jika guru di berbagai tempat juga memperoleh penghargaan yang sepadan dengan pengetahuan dan tanggung jawab yang mereka miliki. Mungkin harapan tersebut terdengar terlalu ideal, tetapi buku ini menunjukkan bahwa memperlakukan guru sebagai profesional bukan sekadar angan-angan.
Bagi saya, gagasan paling kuat dari buku ini adalah bahwa sekolah akan lebih mudah berkembang ketika orang-orang di dalamnya saling percaya. Guru membutuhkan ruang untuk bekerja secara mandiri, siswa membutuhkan kesempatan untuk mengambil peran dalam pembelajarannya, sementara orang tua dan masyarakat perlu menjadi mitra, bukan hanya pihak yang menuntut hasil.
Pada akhirnya, In Teachers We Trust bukan hanya buku tentang Finlandia. Buku ini merupakan ajakan untuk mempertanyakan kembali bagaimana seharusnya sebuah sistem pendidikan memperlakukan manusia di dalamnya. Sebab, ketika kepercayaan tumbuh, guru dapat mengajar dengan lebih leluasa, siswa dapat belajar dengan lebih sehat, dan sekolah memiliki peluang untuk terus berbenah sesuai kebutuhan nyata di lapangan.
Identitas Buku
Judul: In Teachers We Trust
Penulis: Pasi Sahlberg dan Timothy D. Walker
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
Bahasa: Indonesia
ISBN: 9786020529578
Tag
Baca Juga
-
Kolektor Kisah Unik Para Pelanggan Toko Buku Bekas: Ketika Buku Menyimpan Luka dan Kenangan
-
Belajar Memeluk Diri Sendiri Lewat Kupeluk Diriku Sendiri Sehangat Perhatianku untuk Orang Lain
-
Ulasan Di Kaki Bukit Cibalak: Ketika Kejujuran Berhadapan dengan Kekuasaan
-
Ulasan Trisurya: Ketika Manusia Berhadapan dengan Ancaman dari Luar Bumi
-
Ulasan Lotus Taxi: Perjalanan Malam yang Membawa Luka ke Permukaan
Artikel Terkait
Ulasan
-
Lagu 'Tutur Batin': Pelukan Hangat untuk yang Ingin Bangkit dari Kegagalan
-
House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang
-
Review Film Idiots: Cerita Seru Dua Pria Mengawal Remaja Penuh Masalah!
-
Mengenal Perjalanan Ibnu Sina, Sang Ilmuwan Bidang Kedokteran dan Filsafat
-
Di Balik Tragedi Attack on Titan: Mengurai Dilema Kebebasan Eren Yeager
Terkini
-
Di Balik Konten Alur Cerita Film: Solusi Praktis atau Merugikan Sinema
-
Rilis Lagu I SPY, NCT Wish Ungkap Pengalaman Cinta Pertama yang Mendebarkan
-
4 Pelembap Anti-Aging Bebas Pewangi agar Wajah Tetap Kencang Tanpa Iritasi
-
Pro dan Kontra Vasektomi: Pengentasan Kemiskinan atau Otonomi Tubuh?
-
5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas