"Tidak ada yang menganggap dokumentasi sebagai kebenaran mutlak. Semua orang tahu bahwa "kebenaran" dalam dokumentasi ditulis berdasarkan pandangan subjektif si penulis." (Malice, halaman 298).
Malice merupakan novel misteri karya Keigo Higashino yang dinilai sebagai salah satu mahakarya fiksi kriminal psikologis yang paling brilian. Dalam novel yang memiliki tebal sebanyak 304 halaman, fokus cerita tidak hanya mencari siapa pelaku pembunuhannya (whodunit), melainkan membawa pembaca ke dalam adu kecerdasan antara detektif Kaga yang berusaha membongkar manipulasi sang novelis untuk mengetahui alasan mengapa pembunuhan itu terjadi (whydunit).
Malice dinilai bukan sekadar novel kasus pembunuhan biasa, melainkan mengulik sisi psikologis karakter yang mendalam tentang bagaimana kecerdasan logika dipadukan dengan kebencian yang mampu menciptakan manipulasi yang begitu mengerikan.
Dari novel ini juga, para pembaca disadarkan bahwa rasa benci yang dalam sering kali lahir bukan karena adanya konflik besar, melainkan rasa iri hati yang telah bertumpuk sejak lama. Kebencian dapat membuat seseorang mampu menghancurkan hidup orang lain tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Lalu, sesuatu yang dari luar tampak terlihat meyakinkan dan logis, bisa saja merupakan hasil manipulasi yang disengaja. Oleh karena itu, tidak dianjurkan untuk menelan mentah-mentah sebuah informasi sebelum dapat mencari tahu kebenaran dari berbagai sudut pandang.
Selain itu, kebohongan yang dirancang seteliti apa pun, pasti akan memiliki celah. Dengan memperhatikan detail kecil dan konsisten dalam mencari kebenaran, maka kebohongan tersebut akan tersingkap secara perlahan.
Sinopsis Novel Malice
Malice diawali dengan terbunuhnya seorang novelis terkenal bernama Hidaka. Mayatnya saat itu ditemukan oleh temannya yang juga merupakan seorang novelis dan istrinya di rumah pada jam 8 malam. Sebelum lelaki itu terbunuh, ia sempat bertemu dengan temannya dari kecil yang bernama Nonoguchi Osamu dan mendiskusikan beberapa hal sebelum Hidaka dan istrinya pindah dan berangkat ke Kanada.
Saat mayat Hidaka ditemukan, istrinya dan Nonoguchi secara otomatis menjadi saksi penemuan mayatnya dan memberi laporan ke detektif kepolisian. Kebetulan, detektif Kaga yang menangani kasus tersebut sudah mengenal Nonoguchi karena sebelumnya mereka rekan kerja di masa lalu. Seiring dengan penyelidikan yang terus berlanjut, detektif Kaga sadar ada yang tidak beres dari gelagat Nonoguchi, hingga akhirnya ia menemukan pelaku pembunuhannya.
Namun, ada satu hal yang masih mengganjal bagi detektif Kaga, yakni motif dan alasan mengenai pembunuh itu melakukan pembunuhan. Oleh karena itu, ia mulai menyelidiki dengan teliti mengenai motif sang pelaku. Setelahnya, cerita akan disuguhkan dari berbagai sudut pandan, mulai dari sudut pandang Nonoguchi, detektif Kaga, teman-teman sekolah Hidaka dan Nonoguchi dulu, hingga orang-orang yang memberikan inspirasi bagi cerita Hidaka.
Melalui sudut pandang mereka, berbagai rahasia yang selama ini tertutup rapat perlahan mulai terbuka satu per satu.
Kelebihan dan Kekurangan Novel
Novel Malice memiliki struktur cerita yang unik dengan mengungkapkan pelaku pembunuhan di bagian awal cerita. Fokus utama novel ini adalah mencari tahu alasan mengapa pembunuh melakukan pembunuhan dan bagaimana cara si pembunuh memanipulasi bukti yang ada.
Selain itu, Malice memiliki narasi bergaya dokumenter, di mana cerita akan dinarasikan oleh kombinasi catatan harian milik sang pelaku dan laporan penyelidikan dari detektif Kaga. Gaya narasi ini membuat para pembaca serasa ikut menyelidiki kasus secara langsung.
Penulis buku ini, Keigo Higashino dinilai cerdas dalam mempermainkan psikologis manusia. Para pembaca berulang kali digiring untuk dapat merasa simpati pada karakter yang seharusnya salah, lalu menghadirkan plot twist yang berlapis pada bab-bab selanjutnya.
Karakter detektif Kaga dalam buku ini juga dinilai sangat realistis, di mana ia tidak digambarkan sebagai sosok detektif jenius yang serba tahu, melainkan mengetahui kebenaran yang terjadi dengan ketekunan luar biasa dan memeriksa berbagai detail kecil yang sering dianggap remeh bagi orang lain.
Bagian detektif Kaga dan pelaku pembunuhan saling adu strategi dalam mengungkap dan menyembunyikan kebenaran menjadi bagian yang paling disukai oleh para pembaca di novel ini.
Di sisi lain, novel Malice memiliki tempo yang melambat di bagian pertengahan buku. Hal ini dikarenakan fokus cerita bergeser dari yang tadinya fokus untuk mencari tahu pelaku kini berfokus pada analisis motif dan pembuktian dokumen. Karena kebenaran dalam novel ini tersembunyi di balik kata-kata dan detail kecil, dibutuhkan konsentrasi tinggi dan fokus penuh untuk membaca novel ini, sehingga para pembaca tidak bisa melompati beberapa halaman jika tidak ingin kehilangan petunjuk penting.
Bagi para pembaca yang menyukai novel misteri dengan struktur cerita yang unik, suka ikut menyelidiki kasus secara langsung, memperhatikan detail kecil, dan menyukai plot twist berlapis, maka novel Malice dapat dijadikan rekomendasi utama.
Namun, jika para pembaca mudah bosan dengan alur yang melambat di bagian pertengahan dan kurang menyukai detail kecil mengenai petunjuknya, maka novel ini dapat dijadikan pertimbangan kembali jika ingin membacanya.
Identitas Novel
- Judul: Malice: Catatan Pembunuhan Sang Novelis
- Penulis: Keigo Higashino
- Tahun Terbit: Agustus 2020
- Penerbit: Penerbit Gramedia Pustaka Utama
- Tebal: 304 halaman
- ISBN: 9786020639321
- Genre: Crime, Thriller, Mystery
Baca Juga
-
Belok Kiri Langsing: Ketika Transformasi Fisik Dimulai dari Mencintai Diri
-
Sitkom Palace Land Tayang 2027, Intip Daftar Para Pemain Utamanya!
-
Novel Anesthetized: Belajar Menyembuhkan Luka dari Bayang Masa Lalu
-
Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya
-
Tayang 2027, Sooyoung dan Kang Seung Yoon Bintangi Drakor I Went to School
Artikel Terkait
Ulasan
-
Belok Kiri Langsing: Ketika Transformasi Fisik Dimulai dari Mencintai Diri
-
The Bridesmaids Tale: Ketika Luka Lama Membuat Kita Takut Jatuh Cinta Lagi
-
The Call: Satu Panggilan, Dua Nasib, dan Kesalahan yang Tak Bisa Ditarik
-
Buku We Are the Keystones, Mengenal Pahlawan Tersembunyi Penjaga Alam
-
The Full Moon Eye Clinic: Klinik Aneh yang Menyembuhkan Luka Masa Lalu
Terkini
-
Antrean Kuliner hingga Produk Viral, Kenapa Kita Ikut Tertarik Mencoba?
-
Miris! Warga di 'Paru-Paru Dunia' Justru Kesusahan Bernapas, Salah Siapa?
-
DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos
-
Studio Dead by Daylight Garap AAA Sci-Fi FPS Baru, Detail Dirahasiakan
-
Bukan Tablet Biasa! iQOO Pad Pro Andalkan Layar OLED 165Hz dan Kipas Pendingin Aktif