Sekar Anindyah Lamase | Ryan Farizzal
Poster serial #Love (IMDb)
Ryan Farizzal

‎#Love adalah serial komedi romantis berbahasa Tamil produksi Netflix yang dirilis secara global pada 2 Oktober 2026. Serial ini terdiri dari enam episode dengan durasi sekitar 26–39 menit per episode, sehingga mudah ditonton secara maraton.

Di wilayah Indonesia, serial ini sudah tersedia untuk disaksikan di Netflix sejak tanggal rilis tersebut, lengkap dengan subtitle bahasa Indonesia serta opsi audio dalam beberapa bahasa India (Tamil asli, Hindi, Telugu, Kannada, dan Malayalam).

Sebagai Netflix Original, seluruh episode dirilis sekaligus, sehingga penonton dapat menikmatinya tanpa menunggu jadwal mingguan.

Kisah Unik Dua Ahli Perjodohan yang Gagal Berasmara

Salah satu adegan di serial #Love (IMDb)

Serial ini disutradarai oleh Balaji Mohan dan diproduksi serta dijalankan sebagai showrunner oleh Soundarya Rajinikanth. Cerita berpusat pada Tara Krishnan (Aishwarya Lekshmi), pendiri aplikasi kencan FOUND yang meyakini bahwa hubungan romantis yang langgeng dibangun melalui kompatibilitas dan data.

Lawannya adalah Matthew Jebraj (Arjun Das), investor di aplikasi rival Find My Bae yang lebih percaya pada chemistry dan daya tarik spontan.

Kedua tokoh ini, yang ahli dalam mencocokkan orang lain, justru kesulitan menemukan pasangan untuk diri mereka sendiri. Demi membuktikan teori masing-masing dan dalam konteks tekanan bisnis, mereka membuat taruhan berani: menjalani tantangan selama 60 hari dengan saling menggunakan pendekatan aplikasi satu sama lain. Apa yang awalnya merupakan eksperimen profesional perlahan berubah menjadi hubungan pribadi yang kompleks.

‎‎Premis serial ini cukup segar karena memadukan budaya startup, algoritma kencan modern, dan pertanyaan klasik tentang cinta. Tara digambarkan sebagai perempuan ambisius, terstruktur, dan berhati-hati, sementara Matthew lebih impulsif, petualang, dan percaya pada insting.

Chemistry antara Aishwarya Lekshmi dan Arjun Das menjadi kekuatan utama serial ini. Lekshmi memberikan lapisan emosional yang halus pada karakter Tara, sedangkan Das menghadirkan daya tarik yang santai sekaligus intens melalui penampilannya.

Latar Chennai yang ditampilkan dengan visual polished serta musik karya Sean Roldan menambah suasana kontemporer yang menyenangkan.

Selain kisah utama, serial ini juga menyentuh subplot tentang persahabatan, keluarga, dan hubungan pendukung, termasuk perjuangan tokoh sampingan dalam menghadapi isu identitas dan rasa tidak terlihat dalam pernikahan. Subplot-subplot ini sering kali terasa lebih jujur secara emosional dibandingkan konflik utama.

Review Serial #Love

Salah satu adegan di serial #Love (IMDb)

Meskipun demikian, serial ini memiliki kelemahan. Penulisan terkadang terlalu menjelaskan tema alih-alih membiarkan tindakan tokoh mengungkapkannya.

Konflik sering terasa dipaksakan, dan perkembangan perasaan antara Tara dan Matthew tidak selalu dibangun dengan kedalaman yang memadai.

Pada enam episode yang relatif singkat, banyak elemen yang harus diselesaikan, sehingga beberapa karakter sampingan dan tema tentang masa kecil atau trauma keluarga hanya disinggung secara dangkal. Hasilnya adalah serial yang ringan dan mudah ditonton, tapi kurang meninggalkan dampak emosional yang mendalam atau kritik tajam terhadap budaya aplikasi kencan.

‎Adegan paling emosional terjadi di sekitar episode akhir, khususnya di bandara. Setelah tantangan 60 hari berakhir dan kedua tokoh memperoleh kejelasan tentang perasaan mereka, Tara akhirnya siap mengakui dan mengejar apa yang dirasakannya. Namun, timing yang buruk membuatnya tiba hanya untuk menyaksikan Matthew yang telah membuat pilihan berbeda dan bersiap berangkat ke London bersama tokoh lain.

Adegan ini tidak menghadirkan reuni dramatis di menit terakhir. Sebaliknya, ia menekankan konsekuensi emosional dari keraguan, ketakutan akan komitmen, dan keterlambatan dalam bertindak. Momen ini terasa menyakitkan karena menggambarkan bagaimana chemistry yang nyata pun bisa gagal jika salah satu pihak tidak siap pada waktu yang tepat. Beberapa adegan percakapan tentang keluarga dan rasa tidak terlihat dalam hubungan pendukung juga memberikan lapisan emosional yang lebih tenang namun menyentuh.

‎‎Adegan paling diingat mencakup momen di festival musik pada episode ketiga. Di sana, Matthew berhasil meyakinkan Tara untuk melepaskan sedikit tekanan bisnisnya. Interaksi mereka di tengah suasana festival menandai pergeseran dari rivalitas menuju ketertarikan yang lebih personal.

Perasaan yang tumbuh di antara keduanya terlihat alami dan menjadi salah satu puncak visual serta emosional serial ini. Adegan lain yang menonjol adalah ketegangan di perayaan ulang tahun Matthew, di mana emosi yang tertahan akhirnya meledak, serta momen-momen di mana tokoh sampingan membuka diri tentang identitas atau perasaan terabaikan.

Adegan helikopter yang muncul ketika keduanya terkunci di atap juga menjadi momen visual yang unik dan teringat di benakku karena menunjukkan sisi impulsif Matthew.

‎Jadi bisa kusimpulkan, #Love merupakan tontonan yang menyenangkan untuk akhir pekan atau sesi binge-watching ringan. Serial ini berhasil mengangkat pertanyaan relevan tentang cinta di era digital—apakah kompatibilitas yang dihitung algoritma lebih penting daripada chemistry yang spontan—meskipun tidak selalu mengeksplorasi tema tersebut secara mendalam. Kekuatan utamanya terletak pada penampilan dua pemeran utama dan visual yang rapi.

Buat kamu yang mencari komedi romantis modern dengan sentuhan startup dan pertanyaan tentang hubungan, serial ini layak dicoba. Dan untuk yang mengharapkan kedalaman emosional atau kritik sosial yang tajam, hasilnya mungkin terasa lebih dangkal. Serial ini tersedia sepenuhnya di Netflix Indonesia sejak 2 Oktober 2026, sehingga dapat langsung dinikmati kapan saja. Rating pribadi: 7/10.