Lupin Part 1 tersedia untuk ditonton di Netflix wilayah Indonesia sejak perilisan globalnya pada 8 Januari 2021. Serial ini merupakan produksi orisinal Netflix dan hingga saat ini tetap dapat diakses melalui langganan standar. Penonton di Indonesia dapat memilih audio bahasa Prancis (asli), dubbing bahasa Indonesia, serta subtitle bahasa Indonesia.
Permainan Pikiran dan Taktik Cerdik Assane Diop
Lupin Part 1 terdiri atas lima episode berdurasi sekitar 42–53 menit yang dirilis secara bersamaan. Serial yang diciptakan oleh George Kay dan François Uzan ini terinspirasi dari tokoh Arsène Lupin, gentleman thief karya Maurice Leblanc. Pemeran utama Omar Sy memainkan Assane Diop, seorang pria keturunan Senegal yang tumbuh di Prancis.
Narasi berpusat pada upaya Assane membalaskan dendam atas ketidakadilan yang menimpa ayahnya, Babakar Diop. Dua puluh lima tahun sebelumnya, Babakar bekerja sebagai sopir dan pelayan keluarga kaya Pellegrini. Ia dituduh mencuri kalung berharga milik Marie Antoinette, kemudian dipenjara dan ditemukan tewas di selnya dengan status resmi bunuh diri.
Assane, yang saat itu masih remaja, meyakini bahwa ayahnya tidak bersalah dan menjadi korban konspirasi yang melibatkan Hubert Pellegrini beserta jaringan pengaruhnya di kalangan pengusaha, politisi, dan aparat penegak hukum.
Struktur cerita mengombinasikan heist kontemporer dengan kilas balik yang mengungkap masa lalu Assane. Episode pembuka menampilkan pencurian kalung di Musée du Louvre yang direncanakan dengan sangat cermat.
Assane menyamar sebagai pengusaha kaya bernama Paul Sernine, memenangkan lelang dengan tawaran tinggi, lalu berhasil menukar kalung asli dengan tiruan melalui serangkaian manuver yang melibatkan rekan-rekannya. Adegan ini tidak hanya memperlihatkan kecerdasan taktikal Assane, tetapi juga menetapkan nada keseluruhan serial: campuran ketegangan, kecerdikan, humor halus, serta kritik sosial terhadap ketimpangan kelas dan ras di Prancis.
Review Serial Lupin Part 1
Seiring berjalannya narasi, Assane terus menggali kebenaran. Ia menyusup ke penjara untuk menemui seorang narapidana yang mengetahui detail kematian ayahnya, menculik Komisaris Dumont yang terlibat dalam konspirasi, serta bekerja sama dengan jurnalis Fabienne Bériot untuk memperoleh bukti yang memberatkan Hubert Pellegrini.
Setiap langkah dilandasi metode yang terinspirasi dari novel Arsène Lupin, termasuk penyamaran, manipulasi informasi, dan eksploitasi kelemahan sistem. Parallel dengan plot balas dendam, serial ini mengembangkan hubungan Assane dengan mantan istrinya, Claire (Ludivine Sagnier), dan putra mereka, Raoul. Kilas balik mengungkap bagaimana Assane dan Claire bertemu di sekolah elite, perkembangan hubungan mereka, serta ketegangan yang muncul akibat kehidupan ganda Assane.
Salah satu momen paling menegangkan terjadi di episode kelima, ketika Assane, Claire, dan Raoul menaiki kereta menuju Étretat untuk merayakan ulang tahun Raoul. Assane menyadari bahwa Leonard, seorang pembunuh bayaran yang dipekerjakan Hubert Pellegrini, berada di gerbong yang sama.
Ketegangan dibangun secara gradual melalui pengamatan Assane, upaya menghubungi Kapten Laugier, dan suasana yang semakin menekan. Klimaksnya terjadi di pantai Étretat, di mana Raoul menghilang di tengah kerumunan orang yang mengenakan kostum Arsène Lupin.
Adegan penculikan Raoul oleh Leonard menciptakan rasa cemas yang intens, karena ancaman yang semula hanya ditujukan kepada Assane kini menyentuh keluarga intinya. Momen ini menandai pergeseran dari petualangan heist menjadi konflik personal yang jauh lebih berbahaya.
Adegan lain yang juga penuh ketegangan adalah penculikan Komisaris Dumont di markas polisi. Assane menyamar sebagai teknisi IT, berhasil membawa Dumont keluar, lalu memaksanya mengaku. Interogasi tersebut mengungkapkan betapa dalam jaringan korupsi Hubert, sekaligus menempatkan Assane dalam posisi berisiko tinggi ketika identitasnya hampir terungkap.
Dari sisi emosional, kilas balik mengenai kematian Babakar dan dampaknya terhadap Assane muda menjadi fondasi yang kuat. Adegan di mana Assane remaja menerima berita kematian ayahnya, ditambah dengan hadiah buku Arsène Lupin yang diberikan Babakar, menyampaikan rasa kehilangan dan resolusi yang membentuk seluruh hidupnya.
Hubungan Assane dengan Claire juga menghasilkan momen-momen yang menyentuh, khususnya ketika Claire berbicara dengan terapis mengenai ketidakpastiannya terhadap Assane, serta kilas balik pengumuman kehamilan Claire yang disambut dengan kegembiraan tulus oleh Assane di sebuah restoran. Kontras antara kebahagiaan masa lalu dan ketegangan masa kini memperkuat dimensi manusiawi karakter utama.
Pada akhirnya, Lupin Part 1 berhasil menggabungkan elemen thriller, heist, dan drama keluarga dengan porsi yang seimbang. Kekuatan utama terletak pada performa Omar Sy yang karismatik dan penuh nuansa, penyutradaraan yang dinamis terutama di episode-episode yang disutradarai Louis Leterrier, serta cara serial ini mengkritik isu kelas sosial, ras, dan korupsi sistemik tanpa kehilangan daya hiburnya.
Penutup Part 1 yang terbuka—dengan Raoul diculik dan Assane dipanggil Lupin oleh detektif Youssef Guédira—meninggalkanku sebagai penonton dalam ketegangan yang efektif. Dengan total durasi sekitar empat jam, Part 1 menawarkan pengalaman menonton yang padat, cerdas, dan memuaskan, serta layak menjadi salah satu serial non-bahasa Inggris paling berpengaruh di Netflix. Rating pribadi: 8/10.
Baca Juga
-
Review Film Jailer 2: Kembalinya Pensiunan Sipir yang Sangat Mematikan!
-
Review Clayface: Tragedi Kelam sang Aktor Gotham dalam Teror Body Horror!
-
Love, Death & Robots Volume 1: Eksperimen Animasi Dewasa yang Sangat Liar!
-
Review Film Animals: Ben Affleck Tampil Memukau di Tengah Aksi dan Dilema!
-
East of Eden: Potret Adaptasi Sastra Paling Indah Karya John Steinbeck
Artikel Terkait
Ulasan
-
Ulasan Hyper Knife: Obsesi, Pengkhianatan, dan Dendam di Meja Operasi
-
The Dude in Me: Ketika Bertukar Tubuh Bisa Mengubah Cara Kita Melihat Dunia
-
Review Crawlers: Teror Laba-Laba Mengubah Apartemen Jadi Ruang Paling Maut
-
Luasnya Rahmat Allah dalam Buku Yang Maha Sekarepe, Yang Maha Entengan
-
Review Pawn: Tentang Anak yang Dijadikan Jaminan dan Hal Unik Setelahnya
Terkini
-
Rilis Masterpiece, LNGSHOT Lantunkan Pujian Tertinggi untuk Pujaan Hati
-
4 Night Hair Serum yang Bikin Rambut Halus dan Bernutrisi Setiap Pagi
-
Menolak Ego Sektoral: Ini yang Akan Dikritik Tan Malaka dari Demo DPRD DIY
-
4 Cleansing Oil Lokal Tanpa Pewangi, Pembersih Makeup Tebal Kulit Sensitif
-
Oposisi Dilemahkan dari Parlemen, Kritik Rakyat vs Musuh Imajiner