Hayuning Ratri Hapsari | Ryan Farizzal
Poster film Pirunduk (IMDb)
Ryan Farizzal

Pirunduk merupakan film horor-drama Indonesia garapan sutradara Billy Christian yang diproduksi oleh Pichouse Films, Pentana Production Studio, dan Bimasakti Pictures. Film berdurasi 96 menit ini resmi tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026, setelah digelar gala premiere di XXI Duta Mall Banjarmasin pada 18 Oktober 2026. Film diklasifikasikandiklasifikasikan untuk penonton berusia 13 tahun ke atas oleh Lembaga Sensor Film.

Ilmu Pelet Kalimantan yang Bikin Merinding

Salah satu adegan di film Pirunduk (IMDb)

Kisah berlatar sebuah desa terpencil di tepi sungai Tanah Banjar, Kalimantan Selatan, pada era 1980-an. Siti (Aulia Sarah) terpaksa menikah dengan Badarudin (Bucek Depp), seorang rentenir atau juragan, demi melunasi utang ayahnya, Abi (Muhammad Kholilul Rahman). Pernikahan tersebut tidak membawa kebahagiaan. Siti, yang belum mampu memberikan keturunan, mengalami kekerasan fisik, penghinaan, dan perlakuan merendahkan yang berulang. Situasi semakin memburuk ketika Badarudin mengambil istri kedua, Ratih (Yoriko Angeline), seorang janda.

‎‎Dalam keputusasaan, Siti dibantu Ramlan (Alam Jaya) mencari Mak Ijah (Acil Imas) untuk mempelajari ilmu hitam pirunduk—mantra tradisional Banjar yang berarti menundukkan atau menaklukkan. Ilmu ini diyakini mampu memikat dan menguasai hati seseorang tanpa menggunakan benda fisik seperti susuk, melainkan melalui amalan batin dan mantra. Namun, setiap kekuatan terlarang menuntut bayaran mahal. Keputusan Siti membuka pintu petaka yang mengancam dirinya, Badarudin, dan seluruh warga desa. Setelah belum memperkuat keaslian set era 1980-an. Musik Fajar Ahadi dan desain suara Handy Ilfat Ibrahim mendukung ketegangan tanpa berlebihan mengandalkan jump scare.

Ulasan Film Pirunduk

Salah satu adegan di film Pirunduk (IMDb)

‎Aulia Sarah memberikan penampilan yang meyakinkan sebagai Siti. Transformasinya dari istri yang tertindas menjadi sosok yang penuh dendam, lalu menjadi arwah yang menakutkan, menuntut kedalaman emosional sekaligus ketahanan fisik—terutama dalam adegan basah kuyup di sungai. Bucek Depp tampil kuat sebagai Badarudin yang otoriter dan kejam, sementara Yoriko Angeline sebagai Ratih menambah lapisan konflik rumah tangga. Hampir 95 persen pemain berasal dari kalangan lokal Banjar, sehingga autentisitas budaya terasa alami.

‎Adegan paling merinding terjadi ketika arwah Siti mulai muncul di sungai. Sosoknya duduk di perahu jukung di tengah kabut, memegang payung merah, dengan senyum sinis, sementara wajah-wajah pucat mengapung di air di sekelilingnya. Suasana sunyi yang hanya dipecah oleh debur air dan suara angin menciptakan teror psikologis yang mendalam. Adegan ini memanfaatkan kekuatan visual poster film dan memperkuat legenda urban setempat, membuatku dan penonton yang lain merasakan kehadiran roh yang tidak dapat dihindari di lingkungan sungai yang menjadi pusat kehidupan desa.

‎Adegan paling dramatis terpusat pada puncak konflik rumah tangga dan konsekuensi ilmu hitam. Momen ketika Siti, setelah menanggung kekerasan dan pengkhianatan, memutuskan mempelajari pirunduk, dilanjutkan dengan kematiannya dan kembalinya sebagai roh penuntut, menjadi titik emosional tertinggi. Adegan tersebut tidak hanya menampilkan penderitaan fisik dan psikologis Siti, tetapi juga menggambarkan bagaimana dendam dan utang masa lalu menghancurkan tatanan desa. Ketegangan antara keinginan untuk bertahan hidup dan harga yang harus dibayar dari kekuatan terlarang disampaikan secara efektif, meninggalkan kesan yang kuat tentang konsekuensi moral.

‎Pirunduk menawarkan lebih dari sekadar horor. Film ini mengkaji isu kekerasan dalam rumah tangga, tekanan sosial terhadap perempuan, dan bahaya mengandalkan jalan pintas mistis. Dengan mengangkat mitos lokal yang jarang dieksplorasi di layar lebar, film ini memperkaya khazanah horor Indonesia yang biasanya didominasi latar Jawa. Kekuatan utama terletak pada integrasi budaya Banjar yang autentik dan penampilan para pemeran. Kelemahan potensial terletak pada ritme yang kadang terasa lambat di bagian tengah, meskipun ketegangan meningkat efektif di babak akhir.

‎‎Pada akhirnya, Pirunduk merupakan karya yang layak disaksikan bagi penggemar horor berbasis legenda lokal. Film ini berhasil menggabungkan drama emosional dengan teror supernatural dalam kemasan yang menghormati akar budaya Kalimantan Selatan. Penonton yang menghargai suasana mencekam berbasis lingkungan sungai dan cerita tentang dendam yang tak terselesaikan akan menemukan pengalaman menonton yang berkesan. Film tayang secara serentak di bioskop-bioskop nasional mulai 22 Oktober 2026. Ajak teman, saudara ataupin gebetanmu untuk nonton film ini ya. Selamat menonton! Rating pribadi: 8/10.