Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film Love of Your Life (IMDb)
Ryan Farizzal

Love of Your Life merupakan film drama romantis Amerika Serikat tahun 2026 yang disutradarai oleh Rachel Morrison, dengan skenario karya Julia Cox. Film ini dibintangi oleh Margaret Qualley sebagai Maya, Gabriel Basso sebagai Charlie, Aaron Pierre sebagai Felix, Patrick Schwarzenegger sebagai Jason, dan Catherine Keener sebagai Ruth.

Diproduksi oleh Ryan Gosling bersama Jessie Henderson, film ini memiliki durasi sekitar 109 menit dan dirilis secara terbatas di bioskop Amerika Serikat pada 7 Oktober 2026, sebelum tayang global di Amazon Prime Video pada 14 Oktober 2026.

‎Film ini telah tersedia untuk ditonton di Prime Video wilayah Indonesia sejak 14 Oktober 2026. Sebagai rilis streaming global Amazon MGM Studios, buat kamu yang pengin streaming, kamu dapat mengaksesnya melalui langganan Amazon Prime Video yang aktif.

Sebuah Babak Baru Perjalanan Asmara yang Utuh

Salah satu adegan di film Love of Your Life (IMDb)

Maya, seorang perawat ruang gawat darurat di Boston berusia 26 tahun, menjalani kehidupan yang relatif terisolasi dan jauh dari ibunya. Pertemuannya dengan Charlie, seorang kandidat Ph.D. yang meneliti sintesis audio, terjadi secara kebetulan ketika Maya membeli sebuah laci antik darinya.

Hubungan keduanya berkembang dengan cepat menjadi romance yang hangat dan mendalam. Charlie memperkenalkan Maya kepada keluarganya, termasuk ibunya, Ruth, yang penuh kasih. Maya juga memperkenalkan Charlie kepada sahabat terbaiknya sejak kuliah, Jason. Mereka menikah secara sederhana di apartemen mereka pada ulang tahun Charlie yang ke-30, lalu mulai membayangkan masa depan bersama, termasuk kemungkinan memiliki anak.

‎Tragedi datang seiring dimulainya pandemi COVID-19. Charlie, yang memiliki asma, terinfeksi virus tersebut. Maya, yang bekerja di rumah sakit, hanya dapat menyaksikan kematiannya melalui FaceTime. Kehilangan ini menghancurkan Maya. Ia menarik diri, menjauh dari Ruth, dan akhirnya meninggalkan Boston.

Tiga tahun kemudian, Maya tinggal di Lisbon, Portugal—tempat yang pernah direncanakan untuk dikunjungi bersama Charlie—sambil bekerja secara remote sebagai telehealth. Di sana ia bertemu Felix, seorang duda Inggris yang memiliki putri kecil. Hubungan mereka berkembang, membawa Maya ke London, namun Maya merasa belum siap untuk komitmen penuh dan akhirnya pergi lagi, termasuk ke Tokyo dan kemudian Luxembourg.

‎Pada usia 34 tahun, Maya kembali berhubungan dengan Jason di New Orleans dan menyadari bahwa sahabatnya telah matang. Puncak emosional film terjadi ketika Maya memutuskan untuk mengunjungi Ruth di Cape Cod. Percakapan antara keduanya menjadi momen rekonsiliasi yang penting. Film ditutup dengan Maya kembali ke Boston, mendengarkan kaset yang pernah diberikan Charlie kepadanya, hingga suara di dalamnya memudar menjadi white noise, lalu tersenyum sambil memandang Longfellow Bridge.

Review Film Love of Your Life

Salah satu adegan di film Love of Your Life (IMDb)

Penampilan Margaret Qualley sebagai Maya menjadi kekuatan utama film ini. Ia berhasil menggambarkan transformasi karakter dari perempuan yang terlindungi dalam cinta hingga seseorang yang harus belajar mencintai kehidupan kembali setelah kehilangan.

Gabriel Basso memberikan kehangatan yang meyakinkan sebagai Charlie, sementara Aaron Pierre menampilkan kehadiran yang tenang sebagai Felix. Catherine Keener, meskipun waktunya terbatas, memberikan kontribusi yang berkesan sebagai Ruth.

Sinematografi Todd Banhazl menampilkan keindahan lokasi di Boston, Portugal, London, dan tempat lainnya dengan visual yang indah, didukung skor musik Dustin O’Halloran yang lembut dan emosional.

‎Dari data yang kulihat, film ini memperoleh rating sekitar 80% di Rotten Tomatoes berdasarkan sejumlah ulasan, dengan skor Metacritic 62 dari 100. Film ini kupuji karena penampilan Qualley dan cara filmnya yang menggambarkan kesedihan, meskipun narasinya terlalu familiar atau cenderung permukaan dalam proses penyembuhan.

‎Adegan paling romantis adalah rangkaian pertemuan dan perkembangan hubungan Maya dengan Charlie di awal film, khususnya saat mereka mulai hidup bersama dan membangun kehidupan yang hangat di Boston.

Suasana yang penuh kelembutan, saling dukungan, dan kebahagiaan sederhana—seperti perjalanan ke rumah keluarga Charlie di Cape Cod—memberikan kesan romance yang tulus dan tanpa kepura-puraan. Momen pernikahan sederhana mereka di tengah hujan juga menjadi salah satu puncak keintiman emosional.

‎Adegan paling berkesan adalah percakapan penutup antara Maya dan Ruth. Setelah bertahun-tahun menghindari rasa bersalah dan kesedihan, Maya akhirnya menghadapi ibu mertuanya. Ruth menyampaikan pesan bahwa Maya harus belajar mencintai kehidupannya sendiri, terlepas dari segala kehilangan.

Adegan ini, dilanjutkan dengan Maya mendengarkan kaset Charlie hingga suaranya memudar dan tersenyum di hadapan jembatan, memberikan penutup yang dewasa dan menyentuh. Film tidak menawarkan happy ending romantis konvensional, melainkan penekanan pada penerimaan diri dan kemampuan untuk terus hidup.

‎Love of Your Life berhasil menyampaikan pesan bahwa cinta sejati tidak hanya terbatas pada satu orang, melainkan juga mencakup kemampuan mencintai kehidupan yang masih berjalan. Film ini cocok buat kamu yang menghargai drama emosional yang tenang, matang, dan berfokus pada proses penyembuhan. Meskipun tidak sepenuhnya orisinal dalam temanya, kekuatan penampilan dan keindahan visual menjadikannya pengalaman menonton yang bermakna. Rating pribadi: 7.8/10.