Lintang Siltya Utami | Ryan Farizzal
Poster film GJLS: Berapi-Api (IMDb)
Ryan Farizzal

GJLS: Berapi-Api resmi tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026. Film berdurasi sekitar 110 menit ini merupakan karya kedua trio komika GJLS (Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir) setelah GJLS: Ibuku Ibu-Ibu. Disutradarai Monty Tiwa dan diproduksi Amadeus Sinemagna bersama GJLS Entertainment, film bergenre drama-komedi ini mengangkat kisah tiga sahabat yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran.

Kisah Persahabatan Tiga Damkar yang Konyol dan Heroik

Salah satu adegan di film GJLS: Berapi-Api (IMDb)

Sinopsis mengikuti Rigen, Rispo, dan Hifdzi yang sejak kecil bermimpi menjadi anggota damkar agar dapat tampil heroik. Mereka mengikuti pelatihan di bawah regu Algojo Api yang dipimpin Bondan (Carissa Perusset). Setelah gagal memenuhi standar, ketiganya ditempatkan pada divisi pelayanan masyarakat dengan tugas-tugas yang dianggap sepele.

Dalam salah satu misi, mereka bertemu Daffa (Raffan Al Aryan), seorang anak berusia 12 tahun yang kehilangan ayah dan kakaknya. Rispo menemukan keterkaitan kasus tersebut dengan penculikan anak, sehingga keputusan untuk bertindak menimbulkan konflik dengan Rigen yang ingin mematuhi aturan demi mempertahankan peluang karier mereka. Persahabatan ketiganya diuji untuk menemukan arti keberanian dan pengabdian yang sesungguhnya.

Ulasan Film GJLS: Berapi-Api

Salah satu adegan di film GJLS: Berapi-Api (IMDb)

Dari segi penyajian, GJLS: Berapi-Api menunjukkan peningkatan dibanding film sebelumnya. Komedi terasa lebih terarah dan padat, meski masih mempertahankan ciri khas humor spontan trio GJLS. Beberapa bagian sempat terasa cringe sih, namun justru menjadi sumber tawa buatku yang akrab dengan gaya mereka.

Akting Rigen dan Rispo menonjol, terutama dalam momen emosional yang mampu membuatku dan penonton yang lain terharu. Sinematografi Monty Tiwa, termasuk treatment long shot tertentu, memberikan kualitas visual yang lebih matang. Film ini juga menghadirkan elemen aksi dengan sebagian efek api menggunakan kobaran nyata serta tantangan syuting seperti penanganan ular, sehingga kesan realistis tetap terjaga di tengah komedi.

Salah satu adegan yang paling mengundang tawa berkaitan dengan tugas-tugas pelayanan yang dianggap remeh. Momen ketika kepala seorang warga (diperankan Yono Bakrie) tersangkut di sela jeruji pagar menjadi contoh jelas. Proses penarikan yang dilakukan secara fisik dan penuh kepanikan, disertai celetukan serta reaksi kacau ketiga tokoh utama, menciptakan situasi absurd yang khas GJLS.

Adegan penanganan ular di ruang sempit juga menghasilkan gelak tawa melalui ekspresi ketakutan yang spontan dan interaksi kacau di antara mereka. Tugas mengambil rapor anak sekolah atau menghadapi warga yang mendadak kesurupan turut memperkaya momen komedi harian yang membumi dan relevan dengan realitas petugas damkar di masyarakat.

‎Adapun adegan yang paling berkesan terletak pada konflik persahabatan dan misi penyelamatan. Ketegangan antara keinginan Rispo untuk membantu Daffa dengan sikap Rigen yang lebih berhati-hati memunculkan momen emosional yang menyentuh. Interaksi dengan tokoh anak tersebut, disertai pengorbanan dan ujian solidaritas di tengah situasi berbahaya, memberikan kedalaman yang melampaui sekadar komedi.

Adegan-adegan ini berhasil menyeimbangkan tawa dengan pesan tentang keberanian sejati, pengabdian, serta nilai persahabatan yang diuji oleh pilihan moral. Jadi aku dan penonton tak hanya tertawa, tetapi juga diajak merenungkan arti pengabdian di balik seragam damkar.

‎Secara keseluruhan, GJLS: Berapi-Api berhasil memadukan humor khas trio GJLS dengan elemen drama dan aksi yang lebih terstruktur. Film ini cocok sebagai tontonan keluarga maupun sahabat yang ingin menikmati hiburan ringan namun tetap memiliki pesan positif mengenai dedikasi petugas pemadam kebakaran.

Dengan klasifikasi usia remaja, film ini menawarkan pengalaman menonton yang menghibur sekaligus menghangatkan. Buat kamu penggemar komedi Indonesia kontemporer, karya ini layak disaksikan di bioskop untuk merasakan langsung kekompakan Rigen, Rispo, dan Hifdzi di layar lebar. Gas deh, langsung tonton! Rating pribadi: 8/10.