Penyanyi solo sekaligus member boy group GOT7, Jackson Wang, baru-baru ini menjadi bintang tamu di acara podcast milik Eric Nam, 'Daebak Show.'
Dalam kesempatan tersebut Jackson Wang membicarakan banyak hal mengenai full album keduanya bertajuk 'Magic Man,' serta apa yang tengah ia lakukan akhir-akhir ini untuk sembuh dari gangguan kesehatan mental yang ia alami selama lebih dari satu tahun.
Merangkum dari Koreaboo pada Rabu (16/11/2022), pertama-tama Eric Nam menanyakan hal apa yang memicu Jackson untuk mengalami titik terendah dalam kesehatan mentalnya.
Jackson mengaku, "Aku tersesat. Semuanya hal terus berputar dalam keadaan yang sama. Setiap perkataan, setiap orang yang aku temui, hal yang mereka katakan padaku, semuanya terasa sama."
Jackson menjelaskan lebih lanjut, "Aku paham, karena lingkaran ini, aku mengalami keadaan ini, kan? Tetapi, apakah aku ingin bersikap serakah dan bertahan dalam keadaan tersebut, atau aku ingin jujur kepada diriku sendiri untuk sekali saja dalam hidupku?"
"Aku mungkin tidak sempurna. Aku memiliki hasrat untuk selalu berkata jujur kepada para penggemarku, meyakinkan bahwa siapa pun yang mereka dukung atau yang mereka kenal sebagai Jackson Wang adalah diriku yang sebenarnya," imbuhnya.
Jackson Wang juga mengaku ia mengurung dirinya sendiri dan mabuk sendiri. Ia juga mengingatkan timya untuk tidak berbicara padanya. Dalam kesendiriannya tersebut, Jackson menyadari bahwa ia tidak mungkin memaksa semua orang untuk memiliki sisi artistik sepertinya.
Jackson juga mengaku bahwa orang-orang di sekitarnya mencoba untuk menjadikan apa pun kegiatan yang dilakukannya sebagai sebuah produk.
Untuk menghindari hal tersebut, Jackson pun memutuskan untuk menghindari orang-orang di sekitarnya dan menghabiskan waktu selama satu tahun lebih seorang diri, berdamai dengan dirinya sendiri, dan kemudian lahirlah album 'Magic Man.'
Ketika Eric kemudian bertanya kepada Jackson apakah ada sesuatu yang membantu menariknya kembali dari keterpurukannya, dia mengatakan bahwa ketika dia berbicara lagi dengan produser dan penata gayanya, dia merasa apa yang mereka katakan berarti lagi.
Dari kejadian tersebut, Jackson menyadari satu hal bahwa tidak mengapa untuk mengatakan bahwa dirinya sedang tidak baik-baik saja.
Terakhir, Jackson menyampaikan mungkin ia akan menghilang besok, dan tidak akan ada tahu. Namun, setidaknya setiap hari ia ingin menjadi dirinya sendiri. Menjadi jujur kepada diri sendiri, jujur kepada para penggemarnya, memastikan kepada mereka siapa sebenarnya ia, bukan orang lain yang dipikirkan penggemar tentangnya.
Baca Juga
-
Bangkitkan Keberanian! MEOVV Umbar Rasa Percaya Diri di Lagu Baru, Go Hard
-
Ada Jakarta! NCT Wish Rilis Jadwal Tur Konser Into The Wish: Face Our Wish
-
Ungkapkan Cinta dari Barak Militer, Hoshi Seventeen Rilis Single Boyfriend
-
Catat Tanggalnya! ATEEZ Rilis Peta Promosi Album Baru, Golden Hour: Part. 6
-
Comeback dengan Lagu Stay, Yuqi i-dle Yakin Hari Esok Pasti Akan Lebih Baik
Artikel Terkait
-
4 Manfaat Nostalgia untuk Kesehatan Mental, Bukan Tanda Gagal Move On!
-
Ahmad Dhani Stres Tak Bisa Bercinta Saat di Penjara, Apakah Seks Sepenting Itu untuk Kesehatan Mental?
-
5 Hal yang Dilakukan Orang Bermental Sehat, Kamu Termasuk?
-
6 Tanda Dirimu Sudah Memasuki Fase Burnout
-
GUDFEST 2022 Ditunda Bikin Publik Meradang, Lee Hi dan Eric Nam Batal ke Indonesia
Entertainment
-
Sinopsis River, Film Horor Slasher Pembunuh Bertopeng di Sungai Terpencil
-
Drakor Crash 2 Tayang 16 November, Ini Daftar Para Pemain Utamanya
-
Sinopsis The Body, Horor Netflix tentang Histeria Massal di SMA Katolik
-
Tayang 2027, Sooyoung dan Kang Seung Yoon Bintangi Drakor I Went to School
-
Raih Rating Tinggi, Doctor X: Mafia in White Dikritik soal Akurasi Medis
Terkini
-
4 Pelembap Anti-Aging Bebas Pewangi agar Wajah Tetap Kencang Tanpa Iritasi
-
Pro dan Kontra Vasektomi: Pengentasan Kemiskinan atau Otonomi Tubuh?
-
Lagu 'Tutur Batin': Pelukan Hangat untuk yang Ingin Bangkit dari Kegagalan
-
5 Fakta Gerakan I Am Jane Doe, dari Doxxing hingga Aksi Solidaritas
-
House of Hummingbird: Tentang Tumbuh di Dunia yang Tak Selalu Memberi Ruang